Pengalaman berharga dari seleksi Indonesia Mengajar XIII

IMG_0935

Awalnya tidak pernah terpikir untuk mengikuti sebuah kegiatan yang memperebutkan satu tempat dari ribuan orang yang mengikuti suatu acara besar. Namun, satu dan lain hal menjadi prioritas karena visi dan misi Indonesia Mengajar sangat berbeda dengan yang lain. Program Indonesia Mengajar mempunyai peran penting dalam perkembangan pendidikan di Indonesia yang mengutamakan pendidikan di pelosok daerah. Saya mempunyai beberapa teman yang sudah menjalankan tugas sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar yaitu kak Laura Valencia, Kak Halimatusaidah, dan Kak Andri. Motivasi saya bergabung menjadi semakin kuat sebagai seorang calon Pengajar Muda. Indonesia Mengajar adalah peluang besar saya  untuk  memperkenalkan metode baru dalam mengajar khususnya dibidang matematika dan seni. Saya berpendapat Ilmu yang saya peroleh tidak akan berguna jika hanya untuk diri sendiri,

5 tahun mendapat pengalaman dibidang sosial, banyak sekali cerita tentang orang-orang yang mempunyai keterbatasan akan tetapi mereka tetap bersyukur dengan apa yang mereka kerjakan/tidak mengeluh. Hal ini membuat saya semakin yakin ingin mencari pengalaman di Indonesia Mengajar sebagai pengajar muda bukan dari hal finansial tetapi dari seberapa bisa saya dapat memberikan andil terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tahap pertama, saya mengisi berbagai form data pribadi, pengalaman di suatu organisasi kampus atau luar kampus dan yang terpenting ialah essai Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Pada saat itu saya mengesampingkan essai terlebih dahulu, karena essai ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengisinya. Setelah form data pribadi dan pengalam organisasi telah rampung, saya mengisi essai dengan penuh ketelitian. Satu minggu sebelum bulan Juni 2016 penutupan Calon Pengajar muda ditutup saya sudah menyelesaikan seluruh aplikasi Calon Pengajar muda Indonesia Mengajar.

Pada saat pengiriman aplikasi tersebut, saya termasuk pendaftar ke 1594. Rasa kaget ternyata saya termasuk pendaftar yang ke 1500-an, saya berpikir “bisa lolos atau tidak ya untuk tahap ini”. Pikiran itu selalu muncul karena banyaknya pendaftar yang ingin berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia. Optimis dan yakin, hanya itu modal saya untuk lolos ke tahap berikutnya. Pada tanggal  27 Juni 2016 saya mendapat Email dari recruitment Indonesia Mengajar yang mengumumkan seleksi tahap I yang isinya “Selamat karena anda lolos proses seleksi tahap pertama”.  Perasaan senang yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata karena saya bisa lolos di tahap I Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan  XIII ini. Lalu saya melihat di website asli Indonesia mengajar, nama saya berada di nomor 217 dari 9832 pendaftar Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Rasa tidak percaya saya bisa masuk dari 217 besar untuk seleksi tahap II nanti di Jakarta.

Sebelum pelaksanaan seleksi tahap II di Jakarta, saya mendapat email dari recruitment Indonesia Mengajar untuk mengisi kuisioner dan kasus studi yang harus dikirim sebelum tanggal dan jam yang ditentukan. Kalau tidak dikirim maka akan dianggap mengundurkan diri dari seleksi tahap II Calon  Pengajar Muda Indonesia XIII. Sesegera mungkin saya bergerak cepat mengisi kuisioner dan kasus studi yang dikirim oleh tim Indonesia Mengajar. Setelah selesai mengirimkan kuisioner dan kasus studi saya mendapat email kembali dari tim Indonesia Mengajar dan saya mendapat bagian seleksi tahap II di Jakarta pada tanggal 04 Agustus 2016 namun untuk lokasinya belum ditentukan dimana untuk seleksi Direct Assessment ini. Seleksi Direct Assessment ini saya kebagian untuk simulasi mengajar untuk kelas 2 yaitu “Sumber Energi dalam kehidupan sehari-hari”.

Beberapa hari sebelum seleksi tahap II dilaksanakan saya mendapat email untuk lokasi dimana seleksi Direct Assessment ini berlangsung. Pada saat, H-1 sebelum seleksi saya berangkat dari Bandung ke Jakarta untuk  menginap di rumah saudara, mengingat waktu pelaksanaan seleksi ini full day dari jam 07.00-hingga selesai. Tanggal 04 Agustus 2016 menjadi tanggal dimana saya seleksi Direct Assessment di IPMI, International Business School. Disana saya mendapat teman baru dari berbagai daerah di Indonesia, senang sekali bertemu dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama yakni ingin berkontribusi dalam pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan di pelosok daerah. Seleksi yang diadakan full day ini diantaranya tes akademik, tes graphic, group discussion, wawancara & interview, dan simulasi belajar.

Pada saat itu. simulasi belajar menjadi tes yang paling seru karena para Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar menjadi karakter anak-anak pada umumnya. Ada yang suka belajar, ada yang ngga mau belajar, suka nangis, ada yang ngompol dicelana (saya kebagian itu sih 😛 hahaha), tiba-tiba ada yang berjualan saat jam belajar, ada orang tua murid yang ngajak pulang untuk membantu sawahnya, dan lain-lain. Simulasi ini merupakan simulasi yang berguna dan nyata nantinya saat menjadi pengajar muda di suatu daerah terpencil. Kebersamaan bersama teman baru begitu cepat berlalu saat seleksi Direct Assessment di IPMI. Satu hari bersama mereka sudah menjadi keluarga baru bagi saya karena saya hanya mempunyai teman diluar rumah. Wajar jika saya bilang begitu karena saya benar-benar tidak punyai teman rumah karena teman-teman saya dulu sudah terjerumus ke perilaku-perilaku menyimpang. Teman-teman baru Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar menambah relasi dan menambah teman setelah rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.

Setelah tahap Direct Assessment ini, saya menunggu kabar apakah saya lolos atau tidak ke tahap berikutnya. Beberapa hari berselang setelah tahap DA, beberapa teman saya sudah mendapat email dari tim IM untuk tes kesehatan yang artinya teman saya itu telah lolos tahap Direct Assessment. Hari demi hari, saya menunggu akhirnya email itu datang pada tanggal 19 Agustus 2016 dari tim Indonesia Mengajar. Email itu berisikan “dengan berat hari kami harus menyampaikan bahwa Zaka Pratama Ramadhan belum berkesempatan untuk menjadi Pengajar Muda”. Saya tidak berkecil hati karena saya tidak lolos ke tahap berikutnya karena saya sudah merasa bangga dengan pencapaian lolos ke tahap II (Direct Assessment). Tidak mudah memang masuk ke 217 peserta dari total 9832 pendaftar, tetapi  itu akan menjadi pengalaman tersendiri untuk langkah selanjutnya.

Saya ucapkan terima kasih kepada tim Indonesia Mengajar yang telah memberi kesempatan lolos ke tahap Direct Assessment, Pak Iyus Kusnaedi selaku dosen saya di ITENAS Desain INTERIOR, Ibu Pras Prasetyaningtyas selaku Guru Bahasa Inggris di MAN 1 Bandung, dan mang Niki Suryaman selaku pendiri Rumah Bintang, serta doa dari teman-teman Desain Interior “BISON” 2011 dan teman-teman MAN 1 Bandung 2010 yang sudah mendoakan saya sampai pada tahap Direct Assessment ini. Tidak lupa juga support dari teman terdekat saya Febri Nurfianto, Muhammad Yoke, Susi Fitriani, dan teman-teman di Berbagi Nasi Bandung. Saya mengambil kesimpulan bahwa sukses ataupun gagal akan didapat dari banyaknya pengalaman yang telah dilalui oleh seseorang. Jika hasil itu manis maka tetap merendah dan tetap menjadi orang yang sederhana dan jika hasil itu pahit maka bangun dan bangkit kembali dari keterpurukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.  Salam hangat untuk semua 😀

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

About zakadoublez

Say, "It is He who has produced you and made for you hearing and vision and hearts; little are you grateful." (67:23)

Posted on 30 August 2016, in indonesia mengajar and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: