4 tahun kebersamaan di Berbagi Nasi Bandung

Waktu terlalu cepat berlalu, 4 tahun sudah kebersamaan saya di komunitas yang berbagi nasi Bandung. Tepatnya pada tanggal 25 Maret 2013, saya bergabung dengan komunitas ini. Komunitas yang mengajarkan realita kehidupan orang-orang yang tidak seberuntung kita, mereka tulang banting mengais rezeki yang halal demi keluarganya atau untuk diri sendiri. Selain itu mereka pun tidak mempunyai tempat tinggal, ini sesuai dengan kutipan dari  komunitas ini yakni “tidur beralaskan bumi beratapkan langit”.  Perbandingan paling mudah seperti ini kita tidur di Kasur yaaaaannnng empuk dengan selimut tebal agar tubuh kita merasa hangat, sementara mereka tidur dengan sarung ataupun tenda biru bahkan ada yang tidur didalam  gerobak. Kita bisa makan 3x sehari sementara mereka tidak tentu bisa makan dalam sehari. Memang sebungkus nasi tidak akan mengubah kehidupan mereka tetapi dengan terisinya perut mereka yang kosong setidaknya mereka tidak kelaparan dimalam hari.

4 tahun, kurun waktu yang tidak sebentar tetapi terasa baru kemarin saya bergabung dengan komunitas ini. Kalau dibilang ngga 4 tahun banget Karena banyaknya absen dengan alasan padatnya kuliah dan menjalani 2 komunitas (rubel sahaja) dalam 1 pekan membuat waktu dan tenaga begitu terkuras. Peran saya disana cukup dibilang berat sebagai publikasi dan dokumentasi dimana setelah berbagi nasi selesai saya tidak lantas tidur tetapi hasil dokumentasinya lalu saya edit dengan memilah milih foto lalu posting di twitter, dan kirim ke grup media sosial. Ini adalah bentuk totalitas saya bila ada disebuah kelompok atau komunitas tertentu, bukan mencari sensasi tetapi inilah bentuk professional saya . Banyak hal yang tidak terduga selama menjadi publikasi dan dokumentasi seperti seperangkat kamera hilang karena dicuri orang, yah namanya musibah ngga bisa diterka hanya bisa berdoa “semoga hasil curian itu bermanfaat dan tanggung sendiri nanti diakhirat”.

Beberapa bulan belakangan memang dibilang sudah tidak aktif diberbagi nasi tetapi jangan salah saya masih berkomunikasi dengan dapur umumnya dan berkontribusi juga. Hal ini yang tahu hanya bagian dari dapur umum bagaimana saya berkontribusi disaat saya jarang berbagi nasi dan keluyuran membagikan nasi. Titik dimana saya terlalu banyak kegiatan menjadi alasan, di hari minggu pagi saya harus datang untuk mengajar di sebuah rumah belajar yang saya dan pengurus masjid dirikan. Hal ini tentu menguras tenaga dan kesehatan jika saya ikut berbagi nasi, tetapi banyak hal yang saya bisa berikan diluar kehadiran saya di berbagi nasi seperti halnya broadcast kegiatan berbagi nasi atau memberitahu dari mulut ke mulut. Dalam hal ini, saya turut berdoa agar komunitas ini tetap berjalan dengan baik, semoga yang pernah ikut berkontribusi di berbagi nasi pun dapat rezeki yang tergantikan oleh Allah SWT. You rock guys, berbagi nasi…berbagi nasi…berbagi nasi, sanguan bray !!!!!!!

Advertisements

About zakapramadhan

Say, "It is He who has produced you and made for you hearing and vision and hearts; little are you grateful." (67:23)

Posted on 25 March 2017, in BerbaginasiID, Social and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: