BAGIMU #6

Bismillahhir rahmanir rahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

IMG_0859

Tak seperti biasanya kegiatan bagimu ( Berbagi untukmu) dari komunitas Garis Tawa yang biasa diadakan diakhir bulan, kali ini diadakan lebih cepat atau lebih tepatnya sebelum pertengahan bulan Desember 2017. Maklum kegiatan ini lebih maju lebih awal karena bulan  ini merupakan penghujung di tahun 2017. “Alhamdulillah lebih awal, kalo akhir bulan suka susah dapet waktu yang pas “ (bilang aja lagi boke :v). Tanggal 12 Desember 2017, hal ini menjadi kegiatan ke 6 yang rutin diadakan setiap sebulan sekali  dari komunitas yang dipelopori oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia ini. Wine Anita Tesa merupakan founder dari komunitas Garis Tawa yang pernah mendapat pengalaman berharga di Belanda dari Gerakan Mari Berbagi (GMB). Kepo dikit bolehkan kak 😀 …….but I am so proud of you dan semua teman dari mahasiswa UPI yang membangun komunitas Garis Tawa dari awal.

Hal unik dari kegiatan Bagimu kali ini ternyata setiap bulannya mempunyai konsep yang berbeda dari segi apa yang bisa kami bagi untuk mereka yang tidak seberuntung kita. Konsep “kue basah” yang di usulkan oleh Kak Fatia menjadi konsep bagimu kali ini. Kami berkumpul di M-Two Café Braga sebagai titik point untuk berkumpulnya para relawan…sambil nyari lewat aplikasi waze dimana lokasi M-Two Café wkwkwk anak Bandung asli tapi gini amat ya :D. Hujan deras di Bandung membuat jam kumpul agak sedikit tersendat, tetapi itu bukan menjadi alasan untuk tetap mengikuti kegiatan positif ini.

Menunggu kegiatan ini dimulai, Satu persatu relawan Garis Tawa mulai berdatangan. Beberapa menit berselang, acara ini dimulai dengan mengenalkan tentang kegiatan Bagimu ke relawan lain sambil dibagi 2 kelompok, 1 kelompok di Braga dan 1 kelompok keluyuran ke jalan tega lega yang masing-masing relawan dapat membagikan nasi serta lauk pauknya sebanyak 4 bungkus. Sebelum keluyuran, hal unik pun saya dapatkan disini, salah satu relawan (siapa ya namanya, lupa euy…. :V) membacakan sebuah motivasi untuk para relawan dari seorang relawan yang tidak bisa hadir saat itu. Ini merupakan sesuatu hal yang menjadi point lebih dari komunitas Garis Tawa, yaitu mulai terbentuknya rasa peduli antar relawan dan hal terpenting adalah peduli terhadap sesama.

Kegiatan pun dimulai, kelompok tegalega mulai bergerak dimulai dengan menyusuri jln. Tamblong ke Asia Afrika, lalu ke jalan Otista, hingga Tegalega. Seperti kegiatan sebelumnya setiap kali membagikan nasi, kami selalu mengajak berinteraksi dengan homeless meskipun hanya bertanya tentang kondisi kesehatan sekalipun. Fungsi berinteraksi ini merupakan salah satu hal yang menjadi inspirasi untuk setiap relawan dari cerita yang mereka curahkan. Mungkin dari kita terkhusus saya sendiri, makan saja bisa 3 kali sehari, mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi. Rasa syukur mereka menjalani hidup menjadi sesuatu hal yang patut kami pelajari dan kami praktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Cerita dari kelompok Braga, salah satu relawan (founder, Red) menemukan seorang bapak-bapak yang tertidur dibawah kolong mobil, dan bapak tersebut menjual mainan karet berbentuk seperti semut yang dijual per satu bijinya itu 10rb. Bapak itu berkata “neng, kalo mau curhat , mau minta sesuatu langsung saja sama Allah jangan ke siapa-siapa lagi, cukup Allah yang bisa bantu segala urusan”. (aslinya mah lupa kata-kata dari cerita Kak Wine teh tapi seinget mah gitu…. :V). Setelah berinteraksi cukup lama, akhirnya Kak Wine pamit pergi, namun bapak itu menghadiahi mainan karet tersebut sebagai rasa terima kasih dan kenang-kenangan.

IMG_0858

Setelah seluruh nasi telah habis, para relawan pun kembali ke meeting point. Disana kami langsung melakukan evaluasi dan meminta saran serta kritik untuk kebaikan kegiatan Garis Tawa. Hal ini pun menjadi point lebih bagi saya, biasanya evaluasi selalu dilakukan minimal 1-3 bulan sekali tetapi ini dilakukan setelah kegiatan selesai dihari yang sama. “Kalau sistem dari intern komunitas ini selalu baik, maka kegiatan ini selalu membawa hal positif, selalu dipertahankan ya guys. :D”. This evaluation describes a community improvement process that provides such a framework. The evaluation also includes a discussion of the capacities needed to support performance and improvement activities community. so Inggris euy, artinya apaan ini teh …. :V. Banyak hal yang bisa dipetik dan diambil hikmahnya dari setiap relawan mengikuti kegiatan Garis Tawa ini, bagi saya kegiatan Garis Tawa ini banyak perubahan positif dari awal hingga kegiatan ke 6 ini. Hal terpenting yang dapat diambil adalah

sedikit kebaikan berlipat pahala dan sedikit memberi berlipat rizki.

semoga bermanfaat dengan artikel ini ya, maaf kalau ada salah perkataan yang dibuat karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Advertisements

About zakapramadhan

Say, "It is He who has produced you and made for you hearing and vision and hearts; little are you grateful." (67:23)

Posted on 15 December 2017, in Garis Tawa, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: