Author Archives: zakapramadhan

Garis Tawa Bagimu Berbagi Untukmu

 

Awalnya terdengar asing dengan gerakan sosial ini karena baru mengetahui lewat teman saya bernama Febri. Saya coba check lewat instagramnya dan saya baru mengerti ini adalah komunitas sosial yang memprioritaskan sandang, pangan, papan, dan Pendidikan. Lewat berbagai postingannya yang kurang lebih 2 bulan ini mengartikan bahwa komunitas ini baru berdiri tetapi itu patut diapresiasi karena mereka sangat peduli terhadap sesama. Hidup didunia ini, dari tahun ke tahun semakin keras dan saling sikut satu sama lain, namun gerakan yang berdiri dari mahasiswa UPI ini patut menjadi contoh bahwa masih banyak orang-orang yang peduli terhadap sesama….Salut beud pokoknya. Setelah mengikuti 1000 Guru Bandung, sebenarnya saya ingin istirahat dulu dari berbagai aktifitas apapun karena ada suatu misi yang perlu diselesaikan tapiiiiii…….dengan tema peduli sandang, pangan, papan, dan Pendidikan saya coba untuk menurunkan ego dan menggenapkan Garis Tawa ini menjadi  gerakan sosial ke-10…Alhamdulillah, menambah relasi dan keluarga baru lagi bagi saya sangatlah senang.

IMG_0150

Kegiatan ini sangatlah mirip dengan komunitas saya saya ikuti sebelumnya yaitu berbagi nasi, membagikan nasi kepada orang-orang (homeless people) yang masih bekerja hingga malam hari. Awal pertemuan pertama di taman sejarah Bandung waktu itu jam 19.00, kami berkumpul untuk saling mengenal satu sama lain dan menentukan titik untuk membagikan donasi. Dalam diskusi tersebut ada 3 titik lokasi yang akan di bagikan yaitu di BIP, Braga, dan Sarijadi. Donasi pun agak telat dikirim ke taman sejarah dengan adanya donasi tambahan dan harus dipersiapkan tapi wajar karena ada donasi tambahan, Alhamdulillah. Selain donasi berupa nasi bungkus, komunitas garis tawa pun menyiapkan baju layak pakai yang sudah di pisah antara laki-laki dan perempuan. Hujan pun turun saat kami sudah bersiap-siap ke terjun ke lapangan, dan akhirnya kami meneduh untuk sementara sambil bagi kelompok untuk membagikan nasi bungkus ke 3 titik lokasi tadi.

Dalam pembagian kelompok tersebut saya kebagian ke Sarijadi, setelah hujan berhenti saya dan Febri langsung ke sarijadi mengambil sisa donasi yang akan dibagikan. Awalnya setelah mengelilingi area Sarijadi yang sulit menemukan homeless people saya dan rekan lain memakai jalur yang biasa dipakai oleh berbagi nasi yaitu ke daerah Pasar baru dan Cibadak sambil menelusuri daerah Sukajadi dan Padjajaran dari Sarijadi (Titik point). Selama menelusuri jalur sutra dari berbagi nasi sangatlah mudah mencari target tetapi ada satu wilayah yang biasanya sangat banyak yaitu di jln. Cibadak tetapi anehnya sangat kosong. Mungkin setelah renovasi dan kebijakan dari Pemkot Bandung daerah Cibadak tidak boleh lagi adanya  homeless people, sama halnya seperti di sepanjang jln. Asia Afrika. Waktu tidak terlalu lama berlalu, nasi bungkus sudah habis dibagikan ke homeless people, namun baju layak pakai masih tersisa banyak.

Pada akhirnya setelah selesai membagikan saya merasa senang dengan adanya relasi dan keluarga baru ini. Terlebih kegiatan ini membayar kerinduan untuk berinteraksi dengan homeless people di malam hari dengan membagikan nasi bungkus dan baju layak pakai. Saya pun ikut senang dengan mahasiswa UPI yang membuat kegiatan ini dan sangat peduli terhadap sesama, salut banget. Pada intinya kegiatan ini perlu dikembangkan dan disosialisasikan agar terus mendapat support dari orang-orang yang sama-sama ingin berbagi terhadap sesama. Konsep garis tawa pun menjadi hal unik bagi saya karena selain berbagi nasi dalam 1 bulan sekali, mereka pun ikut terjun untuk membagikan ilmu dalam hal pendidikan.

Berbagi tidak menuntut harus memiliki hal yang lebih tetapi mulailah dari hal yang sekiranya mudah untuk diterapkan dari hal-hal kecil tetapi sangat bermanfaat bagi orang lain.

Kalau tertarik mengikuti kegiatan ini pantau saja di Instagramnya @garistawa_ . Semoga info ini dapat membantu 😀

Advertisements

5 Tahun 9 Organisasi

17904275_10202977616359308_4577297568680944812_n

Waktu terlalu cepat berlalu, detik ke detik, menit ke menit, dan tahun ke tahun tak terasa rasanya menjadi seorang relawan atau biar agak kecenya itu volunteer hehe. Awal cerita menjadi seorang aktifis sosial ialah melihat sosok Alm. Bapak yang selalu memberi kepada sesama tanpa melihat perbedaan derajat. Bukan itu saja alasannya, menjadi aktifis sosial ini sebenarnya adalah pelarian karena saya tidak mempunyai teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya sudah terlalu melewati batas dan saya pun harus menjauh serta tidak ingin membuat keluarga saya kecewa. Hal itulah yang jadi alasan utama menjadi aktifis sosial, selain menambah teman, meluaskan relasi, mungkin ketemu jodoh barangkali wkwkwk

Awal menjadi seorang aktifis sosial dimulai saat bergabung dengan Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan (Rubel Sahaja) pada tanggal 23 Juni 2012. Rubel sahaja ialah organisasi yang peduli terhadap kehidupan anak-anak jalanan yang mempunyai kehidupan keras dan dekat dengan tindak kriminal. Anak jalanan paling sering dijumpai saat dipersimpangan jalan, mereka mencari sesuap nasi lewat nyanyian mereka dengan baju yang lusuh dan kotor. Hal ini yang menjadi turun derajat mereka dimata masyarakat yang mata hatinya tertutup. Diusia mereka yang rata-rata seharusnya mengecap bangku sekolah mereka hanya bisa mencari rezeki lewat bernyanyi. Kehadiran Rubel Sahaja yang membimbing dan mengajarkan mereka tentang belajar tulis, belajar baca, mengaji, berwudhu, dan lain-lain terhadap anak jalanan membuka mata saya untuk lebih percaya bahwa dunia ini memang keras dan penuh dengan perjuangan.

 

Selanjutnya ada berbagi nasi, organisasi yang mempunyai konsep unik & mudah diterapkan tetapi syarat akan makna tentang pembelajaran kehidupan. Kegiatan yang membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang tidur beralas bumi beratap langit. Banyak sekali cerita nyata yang membuat hati saya cukup tertampar karena dengan kesederhanaan mereka masih bisa bersyukur akan kehidupan yang mereka jalani. Awal bergabung itu tanggal 25 Maret 2013, 1 hari sebelum berkurangnya usia, ketika itu masih ada kang Abu Marlo dan kang Adjie Dygta. 16 Februari 2014, menjadi awal sebagai publikasi dan dokumentasi kegiatan untuk berbagi nasi. Ditahun 2014 saya harus memilih satu kegiatan antara Rubel dan berbagi nasi karena kegiatan ini ada hari sabtu kala itu, rubel jam 4 sore hingga maghrib dan berbagi nasi ada di jam 9 malam. Berbagi nasilah yang saya fokuskan dengan agenda memfoto kegiatan, mengedit, mengupload, dan mengirim hasil foto kegiatan kepada pejuang nasi yang lain. Sempat rehat karena seperangkat kamera dicuri orang, berat sangat berat karena kamera itu adalah jerih payah Almarhum Abah akan tetapi saya coba mengikhlaskannya karena itu juga adalah kesalahan saya juga.

Saat masih aktif di Berbagi nasi, ada salah satu relawan dari Rumah Bintang (Rubin) ikut keluyuran bersama berbagi nasi. Sambil menunggu pejuang nasi datang, saya berbincang dengan teh titi tentang rubin, dan disana sedang kekosongan kelas photography. Teh… menawarkan untuk mengajar disana dan langsung bertanya banyak tentang rubin ke mang niki (salah satu founder Rubin). 25 Juni 2014, pertama kali datang ke Rubin dan langsung berbincang banyak dengan mang niki tentang kelas photography. Sempat beberapa kali masuk mengisi kelas photography, dan ini ada hubungannya dengan berbagi nasi yaitu kehilangan seperangkat kamera yang membuat kelas photography pun harus dihentikan sementara. Diwaktu rehat inilah ketika tidak ada kamera waktu kampus pun semakin padat dan membuat saya harus fokus ke mata kuliah. Ketika kamera sudah ada gantinya, kelas photography pun tetap tidak bisa jalan karena faktor kuliah tetapi beberapa kali membantu dokumentasi saat anak-anak rubin performance mengisi disuatu acara. Selain itu, kegiatan yang saya suka ialah saat bulan Ramadhan yaitu anak-anak mengumpulkan 1000 sehari dan diakhir bulan puasa mereka akan memasak bersama-sama dan membagikannya kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada di jalanan serta mereka sudah mampu untuk mandiri. Luar biasa guys……

Beruang matahari, komunitas yang memfokuskan sosial terhadap anak-anak yatim piatu atau anak-anak panti asuh. Tak bisa berbicara banyak tentang kegiatan ini karena saya tidak mengikuti dari mulai acara gathering, hanya H-1 datang ke persiapan acara “Bearnival”. Saat hari H saya menjadi LO atau mentor anak-anak panti di Dome Enhai. Konsepnya seperti acara sirkus ada bianglala dan lain sebagainya. Selama mengikuti acara bearnival ini, konsep yang diusung sangat menarik dan mengasikan terutama bagi anak-anak panti. Panti yang saya mentori yaitu Panti penghafal quran yang ternyata adalah panti teman saya di Madrasah yaitu Enang lukman. Di tahun ini saya mengikutinya acara beruang matahari lagi mulai dari gathering hingga acara dengan tema “Out of the box”. Ingin tahu ceritanya, search di wordpress ini hehhe….follow atuh 😀

Selanjutnya ditahun 2016 ada Sekolah Alam DagoBandung. Lagi-lagi link didapat dari pertemuan relawan di Berbagi Nasi. Saya di ajak oleh salah satu pengajar disana untuk mengisi 1 materi dan menjadi  guru tamu disana. Awalnya bukan 1 hari saja tetapi 7x pertemuan, akan tetapi saya tidak bisa memastikan kalau 7x pertemuan.  Dihari saat mengisi materi, saya membawa materi tentang recycled materials atau mendaur ulang sampah menjadi hal yang dapat dipakai kembali. Materi itu dipakai karena sesuai dengan konsep sekolah mereka yang bertemakan tentang alam. Dihari pertama hanya tentang materi dan di minggu ke dua prakteknya, akan tetapi minggu kedua ternyata bentrok dan sangat disayangkan prakteknya di batalkan. Tetapi di tahun 2017 ini saya kembali dapat kabar lewat komen Instagram, salah satu akun sekolah alam mengisi komen agar saya main lagi ke sana untuk mengisi materi, mudah-mudahan bisa terlaksana dan mengajak beberapa yang mau dari kelas inspirasi bandung dan 1000 guru bandung.

 

Indonesia Mengajar menjadi salah satu langkah besar saya untuk membantu Pendidikan di pelosok Indonesia. Mengikuti perkembangan kabar hingga 3 bulan dan akhirnya keberuntungan bukan ada disaya untuk menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar XIII ini. Akan tetapi Proses yang cukup panjang hingga tahap Direct Assessment ini cukup disyukuri mengingat ada 9832 peserta yang mendaftar. Di tahap Direct Assessment ini, tahap dimana simulasi pengajaran dan wawancara menjadi titik penentu lolos atau tidaknya ketahap selanjutnya menjadi seorang pengajar muda. Tahap ini sungguh mengasikan dengan acting berkarakter anak-anak saat simulasi belajar. Intinya, meski tidak lolos sampai tahap Direct Assessment ini saya sangat bersyukur dan bertemu teman-teman baru yang sangat luar biasa.

 

 

Ini menjadi titik dimana mimpi bisa menjadi kenyataan, membuat sebuah rumah belajar dilingkungan rumah. Meski bukan menjadi founder melainkan co-founder rumah belajar barka. Awalnya, lingkungan rumah ini belajar disuatu wilayah diluar lingkungan sukajadi, salah satu pengerak berkata “kenapa dilingkungan sukajadi ini tidak ada salah satu pengajar dari muda-mudi anak asli sukajadi?”. Tercetuslah disana, mengajak beberapa anak-anak muda termasuk saya hihhii untuk mendirikan sebuah rumah belajar. Lalu saya bertukar pikiran dan meminta saran pendapat kepada mang niki bagaimana mendirikan sebuah rumah belajar. Problem internal dari pengajar adalah yang harus dipahami, banyak kendala yang harus dipecahkan dengan berjalannya rumah belajar barka itu sendiri sebagai contoh pendanaan dan kepercayaan  warga sekitar. Dari sisi pendanaan, mau tidak mau pendanaan ini hanya bisa didapat dari masing-masing pengajar dan kepercayaan warga untuk menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu lebih dari si pengajar.

Kelas Inspirasi Bandung, menjadi organisasi yang ke 8 yang saya ikuti. Prosesnya sama seperti Indonesia Mengajar yakni menyaring relawan lewat formulir online di websitenya.  Perbedaanya adalah waktu yang tidak terlalu lama untuk menyaring relawan. Kelompok 42 di SDN Cigondewah inilah, saya mempresentasikan profesi saya sebagai desain interior. Awalnya merasa gugup berada di depan anak-anak karena bukan tipe yang cepat untuk beradaptasi. Rasa nyaman untuk menyampaikan materi baru dirasa setelah masuk kelas yang ke 3 dari 4 kelas yang saya masuki. Ini sungguh pelangalaman luar biasa menggantikan ½ hari penuh profesi guru, namun  disini bukan sebagai guru tetapi sebagai inspirator. Rekan inspirator pun sangat luar biasa mempersiapkan diri dengan membawa peralatan sesuai profesi masing-masing.

Organisasi yang baru-baru ini telah selesai kegiatannya ialah 1000 Guru Bandung dengan tema special Hardiknas. Serentak 1000 Guru yang tersebar di Indonesia membuat kegiatan ini. Awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini ahahha jarang pantau Instagram 1000 Guru Bandung. Kegiatan ini berbarengan dengan persiapan acara Beruang Matahari yang membuat saya keteteran membagi waktu, tetapi saya prioritaskan dulu untuk kegiatan 1000 Guru Bandung. Perjalanan menuju tempat lokasi dinilai cukup beresiko karena treking bebatuan, lumpur, dan jurang menjadi tantangan. Ketika hari hardiknas, acara pun sangat meriah banyak ilmu yang didapat, penampilan dari seni SDN Pangeureunan 5, Door Prize untuk warga sekitar, dan lain-lain. Sayang, Untuk acara traveling harus dibatalkan karena ada kendala kecil tetapi untuk keseluruhan acara sungguh luar biasa kebersamaannya.

Sungguh, 5 tahun yang berharga namun perlu diketahui bahwa menjadi relawan itu tidak semudah yang dibayangkan. Tidak ada niatan dari awal untuk terjun menjadi aktifis sosial, karena ini sungguh sebuah kecelakaan yang positif. Mengapa? Hal yang mendasar ialah saya tidak mempunyai seorang teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya yang dulu adalah teman sepermainan kini sudah sangat berubah dan masuk ke ranah geng m*t*r. Saya sudah beranggapan harus menjauh dan mencari teman baru.

Lewat berbagai oraganisasilah tujuan saya mencari banyaknya teman-teman yang luar biasa positif yang bisa membangun hal yang baru. Seluruh organisasi yang saya ikuti selama 5 tahun ini, banyak hal positif yang saya petik selain indahnya berbagi terhadap sesama. Pelajaran hidup itu tidak dapat diungkap dengan kata-kata karena banyak hikmah yang saya ambil dari berbagai organisasi ini. terima kasih untuk semua, kalian orang-orang yang luar biasa

Out of The Box

Setelah mengikuti kegiatan “Bearpreaneur” Bersama beruang matahari di Panti Asuhan Babussalam, panitia berbincang akan adanya kegiatan dibulan puasa nanti. Sama seperti tahun sebelumnya Beruang Matahari membuat acara buka bareng sama anak panti. Saat ditengah perbincangan, saya ditawari menjadi divisi logistic dan dalam pikiran saya masih ragu karena harus diakui terlalu banyak kegiatan nanti dibulan puasa tapi saya ngga pikir panjang, saya langsung terima menjadi bagian divisi logistic….intinya mah kumaha ke ae daah. Setelah perbincangan selesai tentang kegiatan di panti Babussalam, saya dimasukan ke grup beruang matahari. Dihari itu juga saya sedang menunggu kabar kepastian lolos atau tidaknya menjadi bagian 1000 Guru Bandung untuk TNT10 spesial Hardiknas.

IMG_3144

Sore hari, saya check email masuk dan Alhamdulillah saya lolos untuk menjadi bagian volunteer 1000 Guru Bandung Traveling and Teaching ke SDN Pangeureunan 5. Rasa senang iya ada, rasa bingung ada juga wkwkwkk setelah tadi siang di Panti Babussalam saya dimasukan ke dalam kepanitiaan Beruang Matahari. Dalam Pikiran saya apakah bisa fokus kedua kegiatan tersebut dalam 1 waktu. Setelah dijalani beberapa hari dan ternyata saling rolling antara persiapan 1000 Guru Bandung dan Beruang Matahari, terus berubah strategi dalam pembagian waktu keduanya wkwkwk parah beudlaaah pokonya. Setelah kegiatan 1000 Guru Bandung selesai, saya memang akan fokus ke persiapan di divisi logistic tapiiiiiiiiiii……….H-37 sebelum acara Beruang Matahari, saya dapat kabar dari bos bahwa ada kerjaan di Jakarta dan pengerjaannya itu1 bulan. Kabar ini semakin semrawut untuk persiapan Beruang Matahari, apalagi ditunjuk sebagai Koordinator Logistik.

Beberapa hari saya berpikir ulang untuk menjadikan kak Adi sebagai Koord. Logistik menggantikan peran saya yang harus ke Jakarta. Posisi yang sangat sulit untuk persiapan ini karena tuntutan pekerjaan. Sebelum ke Jakarta, saya pun  meminta maaf kepada Kak Ilham sebagai pengerak seluruh divisi, karena ini posisi yang rumit dan harus dilakukan pergantian koord. Logistik. selama di Jakarta, saya tidak bisa berbuat banyak untuk divisi logistic tetapi saya mencoba sebisa mungkin untuk membantu acara ini. Pada akhirnya, H-1 baru saya bisa gabung untuk rapat persiapan acara “out of the box”. ..parah beud kan XD. Disesi rapat saya diskusi Bersama divisi logistic dan divisi lain untuk kelangsungan acara besok harinya.

Seperti biasanya, jika ada acara apapun saya tidak bisa tidur hingga pagi hari karena takut ketiduran wkkwkwk. Jam 9 panitia harus sudah briefing dan tidak disangka ada miss communication yaitu anak-anak jalanan sudah dalam perjalanan, padahal dalam rundown anak-anak jalanan itu hadir di Pendopo jam 3 sore. Jam 10-15 adalah jam untuk kegiatan anak-anak panti untuk mendapatkan cooking class Dari ECCB ENHAI. Dalam persiapan tersebut panitia mengeluarkan tenaga ekstra karena disamping anak-anak jalanan yang sudah datang dan Liasion Organizer (LO) yang minim pertiap divisi. Namun semua itu dapat di back up oleh beberapa divisi yang langsung terjun untuk menjadi LO. Dadakan. Acara di STP Dome Enhai telah selesai, akhirnya anak-anak panti dan anak-anak jalanan konvoi Bersama VCB Community untuk langsung merapat ke Pendopo Bandung.

Keberlangsungan persiapan di pendopo pun ternyata minim, sehingga divisi dekor,dokumentasi, dan logistic sedikit kewalahan. Persiapan belum selesai, konvoi VCB Bersama anak-anak telah datang sehingga panitia lebih cepat bergegas mempersiapkan acara di pendopo ini. Banyak rundown acara yang tidak sesuai tetapi itu wajar karena hal itu pasti akan terjadi disuatu event apapun. Selama dipendopo, anak-anak akan tampil untuk panti-panti yang lain selain itu anak-anak dapat ilmu dari kak angger sebagai salah satu perwakilan dari dusdusduk bagaimana mengolah kardus menjadi hal yang bernilai tinggi. Acara buka puasa, anak-anak pun dapat di koordinir dengan baik, teu rusuh lah pokokna mah…hehe. Rundown acara telah rampung hingga selesai meski tidak tepat waktu hingga acara penyerahan plakat kepada beberapa panti dan komunitas anak jalanan serta surprise untuk founder Beruang Matahari yang ke 5 berupa pemotongan kue dan diakhir acara kita berfoto Bersama.

1000 Guru Bandung TNT10 SDN Pangeureunan 5

_MG_6786

Dokumentasi Kak Deni

1000 Guru Bandung menjadi target selanjutnya setelah beberapa bulan lalu mengikuti kelas inspirasi 5 di SDN Cigondewah 01. Awal mula sebenarnya saya jarang kepoin IG 1000 Guru Bandung, tapi berkat grup “fastabiqul khairat” akhirnya saya coba untuk mendaftar. 16 April menjadi pengumuman siapa yang menjadi bagian dari TNT10 ke SDN Pangeureunan 5 berbarengan dengan kegiatan Beruang Matahari di Panti Asuhan Babussalam. Saya kira dapat kabar lewat pesan masuk email ternyata jam 19.30 ditelepon langsung oleh pihak 1000 Guru Bandung dan dinyatakan lolos TNT10 dengan tema Hardiknas serentak oleh 1000 Guru se-Indonesia. 1000 Guru pun menjadi persinggahan organisasi yang ke-9 sebagai organisasi sosial dalam 5 tahun terakhir, sebenarnya 10 tapi itu diluar organisasi non sosial yaitu N-wae freestyle soccer. Dalam acara ini 1000 Guru Bandung bekerja sama dengan VES (Vitara Escudo Sidekick) community sebagai partner dan frisian flag sebagai sponsor.

Jauh hari sebelum Technical Meeting ( TM ) TNT10, saya harus akui bahwa saya tidak memporsir kegiatan segi waktu. Setelah pembagian kelompok itulah waktu dan pikiran menjadi terbagi antara 1000 Guru Bandung dan Beruang Matahari tetapi itu konsekuensi yang harus dijalani dan ini kegiatan yang saya sukai. Pembagian tugas saat TM untuk volunteer sudah dibagi seperti pembuatan name tag, bibit tanaman, hadiah, dan lain-lain. H-1, packing belum dipersiapkan, sisa name tag  belum diprint, bibit pohon belum dibeli, haduh euy…wkwkwk. Larut malam akhirnya saya dapat peralatan gunung dari sahabat yang sama-sama suka  tracking dan print sisa name tag yang masih kurang. Setelah itu kelar dipagi harinya saya memang ada niat untuk Back to School ke SDN Cigondewah 01 untuk memberi kenang-kenangan dengan maksud membakar semangat dan niat baik dari relawan kelompok 42 yang masih wacana tentang tema back to school. Semoga ampuh untuk terealisasinya back to school kelompok 42 ini… maaf ya gais. Kelar??? Belum juga, bibit pohon belum beli wkwk. Bergegaslah pergi ke jln. Sersan bajuri untuk beli bibit pohon, dan ternyata dompet ketinggalan -.-“….untung ga ada Razia. Balik ke rumah untuk ambil dompet, ganti tujuan ke daerah jln. Gunung batu dan akhirnya dapet.. hadeuh ini deket rumah.

Waktu menunjukan 14.30 dan cuaca mulai tidak bersahabat, saya memutuskan naik angkot yang tadinya bakal diantar oleh teman. Sesampainya di Carefour Kiaracondong jam 15.40, saya mencari para volunteer 1000 Guru Bandung dan ternyata saya datang terlalu subuh… wkwkwk pejuang subuh. Sekian lama menanti satu per satu volunteer berdatangan dan disaat itulah saya kepikiran lupa bawa charger kamera wkwk persiapan minim, ya sudahlah irit foto ini mah. Selama menanti para volunteer menyiapakan diskusi materi untuk keesokan harinya. Dalam agenda kita bakal pergi ke lokasi setelah maghrib dan ternyata baru pergi sekitar jam 10 malam dan kebagian no.16. Hal lucu dalam perjalanan ialah semua tidak tau daerah Bandung, lah saya asli Bandung wwkkwk maklum kalau ada yang nanya jalan mending pake aplikasi hp aja  hahaha. Akhirnya perjalanan dimulai, sesampainya gapura wilayah Desa Pangeureunan. Tracking lumpur dan bebatuan menyulitkan mobil kami, karakter mobil yang ceper dan ban yang bukan berkarakter offroad itu yang membuat kami kewalahan. Ditengah perjalan pun tangki mobil kami pun bocor dan untungnya tim VES tau cara mengatasinya.  Akhirnya mobil kami datang pukul sekitar jam 5 subuh dan kami tidak mempunyai waktu lebih untuk beristirahat. Waktu mendekati jam 7, semua volunteer bersiap-siap untuk mengikuti acara upacara Hardiknas di SDN Pangeureunan 5.

Pagi itu volunteer sudah bergegas ke sekolah, dari kejauhan anak-anak sudah berkumpul dilapangan untuk mengikuti upacara. Ini sungguh mengingatkan saya ke sekolah dulu yang setiap hari senin selalu ada kegiatan upacara dengan baju dan celana putih-putih dengan topi merah. Setelah upacara selesai, ada persembahan pentas seni yang dilakukan oleh anak-anak seperti pencak silat. Persembahan pentas seni selesai, saatnya anak-anak masuk kelas untuk mendapatkan ilmu dari volunteer 1000 Guru Bandung dengan konsep fun teaching. Selama dikelas 4, volunteers saling bergantian untuk memberikan materi dengan tema lingkungan bersih dan tokoh Hardiknas. Selain itu kami pun memikirkan yel-yel kelas 4 serta pentas seni yang nantinya bakal ditampilkan disore nanti. Sebelum habis pemberian materi anak-anak akan menempelkan mimpi dan cita-cita mereka di pohon harapan. Jam 1 siang dilanjutkan dengan games, door prize kepada warga Desa Pangeureunan, pengobatan gratis serta pentas seni. Saat Games, kelas 4 menjadi juara 1 loooh, kelas 4 memang istimewa . acara pun selesai dan kami pun berfoto bersama dengan anak-anak serta foto khusus seluruh volunteers 1000 Guru Bandung.

Malam harinya, dilanjutkan dengan acara makrab untuk mempererat sesama volunteer. Sesi perkenalan, penghargaan kepada volunteer dengan berbagai kategori,  dan tukar kado menjadi acara dimalam itu. Sesi ini merupakan sesi paling saya suka dan sangat menghibur membuat saya tidak kuat menahan tawa. Di momen ini sayangnya saya tidak bisa melawak dan malah gugup, maklum saja saya hanya suka dibelakang layar. Acara Makrab selesai para volunteer pun bergegas untuk tidur karena pagi harinya mereka akan traveling ke 2 tempat.  Dipagi harinya, kita makan bersama seperti biasanya dan ada beberapa orang yang akan pergi duluan temasuk saya untuk menghampiri salah satu personil VES yang mengalami kerusakan ditengah perjalanan kemarin.  Perjalanan dimulai untuk menghampiri personil VES tersebut dan disaat itu anak-anak menghampiri tempat kami menginap karena mereka tahu bahwa para volunteer 1000 Guru Bandung akan pulang hari ini. Setelah sampai dilokasi para mekanik mesin VES pun terus berupaya untuk mengejar waktu di rundown acara, namun sayang kerusakan mobil cukup serius dan harus membeli kebutuhan mesin ke bengkel. Sambil menunggu kami pun membuat mie, susu, dan kopi sebagai selingan waktu. Waktu sudah sangat siang, perbaikan mobil belum juga selesai.

Disaat salah satu mobil VES dalam perbaikan kami pun explore tempat di Desa Pangeureunan dan ada 1 tempat yang cukup bagus viewsnya yaitu daerah bukit teletabies. Sepanjang siang hingga menjelang maghrib para volunteers pun mengisi waktu dengan berfoto bersama diberbagai spot. Ini pun menjadi ajang PDKT antara volunteer hahhaa maklum ada yang jomblo termasuk saya jomblo fisabilillah wkkwkw. Selain explore bukit teletabies, di sore hari ada games yang disediakan panitia yaitu games kecedasan. Games yang membuat greget itu ketika ada pertanyaan sinetron dan lagu wkkwkw saya jarang nonton tipi, apalagi lagu wkkwkw tetapi ini pun menjadi pengisi waktu yang menghibur. Games selesai kami pun masih menunggu personil VES yang masih dalam perbaikan. Disaat itulah ada beberapa volunteer yang ngegrup, ada yang sendiri-sendiri, dan lain-lain. Saat akan mendokumentasikan volunteer yang ngegrup, saya pun kena bagiannya wkkwwk mereka ingin tahu 10 organisasi yang pernah saya ikuti dan saya jelaskan 1 per 1 organisasi tersebut. Waktu menunjukan maghrib dan kami harus mencari tempat untuk makan malam dan masjid akhirnya kami duluan jalan sambil menunggu personil VES yang masih dalam tahap perbaikan.

DSC-5547

Sekian lama menunggu salah satu personil VES, akhirnya selesai juga perbaikan mobilnya dan beristirahat sejenak untuk mengisi perut yang kosong. Kami pun pulang ke meeting point di carefour Kiaracondong jam 20.30 dan tiba sekitar jam 10.30 malam. Disanalah akhir pertemuan kami bersama volunteer TNT10 selama 2 hari 3 malam. Meskipun 2 agenda tidak terlaksana, bagi saya pribadi sudah cukup senang dan bahagia merasakan kebersamaan di 1000 Guru Bandung ini. Bukit teletabies pun menjadi pengganti yang ideal bagi para volunteer untuk sekedar foto-foto dan PDKT-an….ahiew.

Pada intinya, saya dapat keluarga baru lagi,  Semoga TNT10 ini lebih baik dalam sisi kekeluargaan dan kekompakan. Selain itu, hal yang saya dapatkan ialah semangat anak-anak SDN Pangeureunan 5, akses jalan yang begitu sulit dan jauh namun beberapa anak dengan semangat tinggi ingin meraih ilmu rela setiap hari melewati jalur itu. Terima kasih 1000 Guru Bandung atas pengalaman yang luar biasa ini. Terutama Kak Iyay sebagai pendamping kelas 4 yang katanya banyak hatersnya ahaha terima kasih, Kak rere yang kece abis berjuang demi TNT10 ini, kak muti yang berulang tahun di hari terakhir TNT10 “Barakallah fii Umrik ya kak“, kak daus,kak deni, PJ TNT10 yang tidak disebutkan (hilap namina wkkkwk) dan semua Volunteers TNT10, smua emezing. Hatur Nuhun 1000 Guru Bandung

DSC-5538

Dokumentasi Kak Deni

Mimpi anak SDN Pangeureunan sangat terbuka lebar, meskipun cita-cita mereka terbilang umum tetapi tidak ada salahnya untuk tetap berusaha meraih mimpi itu karena mimpi meraih cita-cita itu tanpa batas.

BEARPRENEUR PANTI ASUHAN BABUSSALAM

Kali kedua saya mengikuti kegiatan beruang matahari setelah acara BEARNIVAL di tahun 2015 . Kali ini beruang matahari menemani anak-anak di Panti Asuhan Babussalam dengan tema “BEARPRENEUR”. Bearpreneur ialah kegiatan yang diusung beruang matahari untuk mendekatkan dan memberi pengetahuan tentang dunia bisnis kepada anak-anak Panti Asuhan Babussalam. Pada saat postingan itu tertuju tanggal 16 April 2017, kebetulan hari minggu memang tidak ada kegiatan dan saya berniat untuk ke sana.

Pada hari minggu saya berangkat pukul 07.30 padahal acara dimulai jam 08.00. Sebenernya terhitung dekat sih jarak rumah ke Dago hehe… sebelum pergi saya pakai GPS terlebih dahulu, maklum ngga tau arah jalan wkkwwk kalo ada yang nanya nama jalan pasti saya bingung jawabnya padahal kalo diliat di google daerahnya tau kwkwkwkkw maklum. Sesampainya lokasi saya tidak melihat satu pun orang yang memakai kaos beruang matahari, mungkin emang karakter orang-orang Indonesia ya hehhe.. di rundown jam seginin dimulainya mayan telat hehe. Akhirnya saya ngopi dulu di warung sekitar panti asuhan sambil nunggu kakak-kakak bears.

Waktu menunjukan pukul 08.10 akhirnya beberapa kakak-kakak bears datang dan langsung ke tempat berkumpulnya anak-anak. Eh ternyata acara dimulai jam 09.30 wkwkkwkw….. mengisi waktu dengan ngobrol sejenak dengan para kakak-kakak bears tentang acara dan gathering untuk bulan puasa nanti. Setelah lumayan berbincang, akhirnya acara Bearpreneur dimulai dengan diisi oleh pemateri dari ITB yaitu kang kampret ( poho euy namina :’D ) . Selama sesi presentasi anak-anak begitu serius mendengarkan materi yang diberikan kang kampret. Saat sesi pertanyaan ada salah satu anak yang sudah memulai bisnis yaitu usaha ternak bebek dan salah satu Quote dari MC kakak bears yaitu kang janna membuat saya tertawa yaitu “cintailah prosesnya, jangan bebeknya”. Ini menjadi best quote of the day katanya .

Materi selanjutnya setelah jam istrirahat ialah anak-anak menerapkan ide-ide brilian sebagai simulasi tentang dunia bisnis. Anak-anak dibagi ke dalam 5 kelompok dengan dibantu oleh mentor termasuk saya yang menjadi mentor *padahal mah ngga begitu ngerti tentang dunia bisnis wkkwkwk… waktu yang diberikan hanya 30 menit dan disana saya membantu anak-anak untuk memberikan ide-ide yang nantinya akan dipresentasikan namun sayangnya anak-anak yang saya mentori banyak bercandanya tetapi saya maklumi dan saya terus memberi arahan. 30 menit sudah berlalu dan saatnya anak-anak mulai mempresentasikan hasil diskusinya. Beberapa kelompok mempunyai karakter yang berbeda-beda dan salah satunya yang saya suka ialah bisnis memandikan jenazah yang mempunyai 3 penjualan jasa yaitu premium, gold, dan biasa. (sa ae uy barudak kwkwkwk but it’s  good idea namanya juga simulasi bisnis).

Sesi presentasi selesai dengan dibagikannya hadiah dengan kategori best preneur, best concept, dan skor penjualan tertinggi. Namun itu semua bukan membedakan mana kelompok yang paling bagus atau jelek tetapi agar anak-anak tau tentang dunia bisnis. Acara ditutup dengan foto bersama dengan kakak-kakak bears dan diakhiri dengan saling bersalam-salaman. Acara selesai dan akhirnya evaluasi acara dan berbincang lanjut tentang acara nanti di ulang tahun beruang matahari yang ke 5. Inti dari kegiatan ini saya senang bisa membantu kakak-kakak bears dalam acara Bearpreneur sekalian tidak lupa untuk menjalin silaturahim 😀 .

4 tahun kebersamaan di Berbagi Nasi Bandung

Waktu terlalu cepat berlalu, 4 tahun sudah kebersamaan saya di komunitas yang berbagi nasi Bandung. Tepatnya pada tanggal 25 Maret 2013, saya bergabung dengan komunitas ini. Komunitas yang mengajarkan realita kehidupan orang-orang yang tidak seberuntung kita, mereka tulang banting mengais rezeki yang halal demi keluarganya atau untuk diri sendiri. Selain itu mereka pun tidak mempunyai tempat tinggal, ini sesuai dengan kutipan dari  komunitas ini yakni “tidur beralaskan bumi beratapkan langit”.  Perbandingan paling mudah seperti ini kita tidur di Kasur yaaaaannnng empuk dengan selimut tebal agar tubuh kita merasa hangat, sementara mereka tidur dengan sarung ataupun tenda biru bahkan ada yang tidur didalam  gerobak. Kita bisa makan 3x sehari sementara mereka tidak tentu bisa makan dalam sehari. Memang sebungkus nasi tidak akan mengubah kehidupan mereka tetapi dengan terisinya perut mereka yang kosong setidaknya mereka tidak kelaparan dimalam hari.

4 tahun, kurun waktu yang tidak sebentar tetapi terasa baru kemarin saya bergabung dengan komunitas ini. Kalau dibilang ngga 4 tahun banget Karena banyaknya absen dengan alasan padatnya kuliah dan menjalani 2 komunitas (rubel sahaja) dalam 1 pekan membuat waktu dan tenaga begitu terkuras. Peran saya disana cukup dibilang berat sebagai publikasi dan dokumentasi dimana setelah berbagi nasi selesai saya tidak lantas tidur tetapi hasil dokumentasinya lalu saya edit dengan memilah milih foto lalu posting di twitter, dan kirim ke grup media sosial. Ini adalah bentuk totalitas saya bila ada disebuah kelompok atau komunitas tertentu, bukan mencari sensasi tetapi inilah bentuk professional saya . Banyak hal yang tidak terduga selama menjadi publikasi dan dokumentasi seperti seperangkat kamera hilang karena dicuri orang, yah namanya musibah ngga bisa diterka hanya bisa berdoa “semoga hasil curian itu bermanfaat dan tanggung sendiri nanti diakhirat”.

Beberapa bulan belakangan memang dibilang sudah tidak aktif diberbagi nasi tetapi jangan salah saya masih berkomunikasi dengan dapur umumnya dan berkontribusi juga. Hal ini yang tahu hanya bagian dari dapur umum bagaimana saya berkontribusi disaat saya jarang berbagi nasi dan keluyuran membagikan nasi. Titik dimana saya terlalu banyak kegiatan menjadi alasan, di hari minggu pagi saya harus datang untuk mengajar di sebuah rumah belajar yang saya dan pengurus masjid dirikan. Hal ini tentu menguras tenaga dan kesehatan jika saya ikut berbagi nasi, tetapi banyak hal yang saya bisa berikan diluar kehadiran saya di berbagi nasi seperti halnya broadcast kegiatan berbagi nasi atau memberitahu dari mulut ke mulut. Dalam hal ini, saya turut berdoa agar komunitas ini tetap berjalan dengan baik, semoga yang pernah ikut berkontribusi di berbagi nasi pun dapat rezeki yang tergantikan oleh Allah SWT. You rock guys, berbagi nasi…berbagi nasi…berbagi nasi, sanguan bray !!!!!!!

Hari Inspirasi di SD Cigondewah 01

H-4 sebelum Hari Inspirasi, saya membuat konsep untuk anak-anak tentang profesi sebagai desain interior yaitu membuat denah kecil ruangan kelas, perspektifnya, dan juga maketnya.PR yang membuat waktu terkuras yaaaa membuat maketnya itu looh :’). Selain itu saya membawa sketsa wajah dan vrctor face, ini bertujuan bukan untuk pamer tetapi agar anak-anak lebih mengembangkan lagi bagi yang suka menggambar dan  jangan terpaku pada gambar kartun saja. Back to maket,  Bergegas membeli persenjataan maket sambil ngeprint layout denah kecil ruangan kelas di dekat kampus ITENAS. Untung poster 3×1 meter sudah jadi dihari itu juga, jadi focus untuk membuat maket dan materi lain dengan lebih terkonsep. Dalam waktu 24 jam progress maket sudah mendekati selesai. Manajemen waktu menjadi kunci, ini yang sering saya lakukan agar lebih sesuai dengan jadwal yang telah dipikirkan. Proses maket diakhir-akhir  terkendala dengan miniatur kursi yang ukurannya sangat kecil, yaaaa terpaksa nyomot dari maket tugas akhir dulu hahaha…. Dan akhirnya di H-2 maket sudah selesai sehingga saya lebih memikirkan alur pengajaran untuk dikelas nanti.

Proses print konsep masih harus dilakukan pada H-1 hari inspirasi bolak balik antara rumah ke jln. Pahlawan serta membantu teh jinnie membuat layout bahan pengajaran dan harus pergi lagi ke Dipatiukur pada malam harinya. Semua telah rampung dimalam itu dari segi persiapan, materi, konsep dan lain-lain, kendalanya adalah waktu kumpul jam 06.00 di SDN Cigondewah 01. Seperti dahulu, saya terbiasa untuk begadang (hal yang tidak baik sih) tapi kalo ngga bakalan bablas tidur -.-“ wkkwkwk.. Diwaktu malam, saya mengisi waktu dengan menonton Kelas Inspirasi Bandung sebelumnya yang membuat rasa ini semakin bergairah untuk bertemu dengan anak-anak di sekolah pada pagi harinya. Selain menonton Kelas Inspirasi saya pun mencari-cari trik ice breaking yang mudah agar pada saat anak-anak mulai bosan trik ini dapat berjalan.

Pada jam 05.00 setelah shalat subuh saya bergegas untuk pergi ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh, nyatanya terlalu cepat pergi dari rumah wkkwkwk jam 05.15 sudah sampai… haduuuhh. Menunggu relawan lain datang sambil ngopi untuk menghangatkan badan. Jam 05.45 relawan akhirnya berdatangan dan langsung bersiap-siap untuk memasang poster 3 x 1 serta menempelkan nomor ruangan. Disesi sebelum opening ada salah satu anak yang menghampiri ruangan para relawan dan  ingin berkenalan dengan para relawan, sepertinya tidak sabar ingin mendapat inspirasi dari para relawan. 5 menit sebelum opening kami pun menyiapkan diri serta berdoa untuk kelangsungan acara agar dilancarkan. I’m really excited but really nervous too, itu yang saya rasakan sebelum opening dimulai. Padahal sudah beberapa kali ngajar tapi entah ini rasanya berbeda.

dscf4667-copy

Dokumentasi dari Kang Nuy

Opening pun dimulai, dengan sambutan kepala sekolah serta senam pinguin baik itu relawan, anak-anak serta gurunya pun ikutan biar sehat dan gembira. Opening sudah saatnya eksekusi dari setiap relawan dengan profesi masing-masing dengan durasi 45 menit. Masuklah saya ke kelas pertama di kelas 6C, awal-awal cukup keteteran Karena ritme materi yang terlalu cepat sehingga disisa waktu kita belajar menggambar sebuah ruangan satu titik hilang. Dikelas 6C ini ada salah satu anak yang excited  Karena cita-cita ingin menjadi arsitek, ini masih ada hubungannya juga dengan profesi desain interior. 45 menit pun berakhir dan saya pun istirahat sejenak . pukul jam 09.00 langsung saya bergegas ke kelas 4A. Berbeda dengan kelas sebelumnya, kelas ini sedikit aktif dan ritme materi pun mulai tertata dengan baik sehingga saya sudah merasa enjoy dengan suasana kelas. Mereka lebih suka ketika saya menampilkan maket ruangan kelas, yaaa emang kaya mainan sih ahhahha. Mulai di kelas inilah saya merasa sudah menemukan ritme dan alur materi.  Namun waktu yang diberikan hanya 30 menit Karena menyesuaikan waktu di sekolah ini.

dsc-1-21

Dokumentasi dari Kang Pandito

Pada pukul 10.00 saya pun langsung mendatangi kelas 4B, disini ternyata anak-anaknya lebih aktif lagi disbanding 2 kelas sebelumnya. Ketika menampilkan hobi freestyle soccer ada permintaan anak untuk atraksi, haddeeuuhhh ini kelas bukan lapangan. Mau ngga mau harus hahaha tapi yang mudah saja, saya hanya menampilkan trik head stall (menyeimbangkan bola di kepala).  Materi pun dilanjutkan, sama seperti kelas 4A di kelas ini antusias pada maket yang saya bawa dan salah satu anak ingin mempunyai maket tersebut namun saya jawab “nanti kakak titipkan ke ibu guru sebagai hadiah yaa jadi kalian bisa lihat maketnya”… binggung atuh jawab naon bisi salah deuih :’(. Saat jam telah berakhir salah satu anak bilang “yaaah kak jangan pergi dulu”. Semua memeluk seakan saya tidak diperbolehkan keluar kelas, ini momen paling haru dan saya pun menawarkan gimana kalau foto bersama ya, kakak harus ke kelas berikutnya. Akhirnya mereka mau, tetapi kondisi keluar kelas pun saya tetap dipeluk erat oleh mereka…. So Sweet banget.  Selesai foto bersama mereka pun mengambilkan bahan materi saya yang ditinggal dikelas. Saya pikir kelas ini sungguh aktif, baik-baik anaknya, dan mudah dipahami. Setelah jam selesai akhirnya saya langsung ke kelas 5B, posisinya hampir sama dengan kelas 4B saya harus atraksi freestyle soccer lagi kwkwkkwk.. dan pertanyaan yang sama “kak boleh ngga maketnya buat aku?”. Waktu 5 menit sebelum jam selesai ternyata harus sudah selesai menempelkan cita-cita anak-anak di poster pohon harapan sehingga saya mempercepat materi agar anak-anak bisa menulis cita-citanya dan menempelkannya di poster tersebut.

dscf4706-copy

4 kelas sudah didatangi, dan ini waktunyanya untuk closing. Di seluruh akhir kelas, saya berpesan bahwa kalian harus eksplore lagi kembangkan lagi potensi kalian lebih satu bidang, jangan malas, dan  rajinlah belajar. Mata saya tertuju pada gerbang sekolah, anak-anak yang kebagian sekolah siang tidak kebagian hari inspirasi dari para relawan, itu yang membuat hati saya merasa kasihan tetapi bagaimana pun waktu yang disediakan hanya dari jam 07 sampai jam 12 siang. Waktunya closing dan kami pun berpamitan dengan anak-anak layaknya lebaran +/- 400 anak menyalami para relawan dan guru untuk pulang ke rumah masing-masing. Di akhir waktu sebelum berpamitan dengan guru-guru SDN Cigondewah 01 kami pun berfoto bersama untuk kenang-kenangan serta sebagai janji saya memberikan maket ruang kelas kepada salah satu guru daaaaannnnn kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01 pun selesai.

“Kelas inspirasi Bandung 5 merupakan organisiasi yang ke 8 dalam 5 tahun terakhir menjadi seorang aktifis sosial. Dikelas Inspirasi inilah ada hal yang berbeda yang tak bisa diungkap setelah menjalani seharian penuh menggantikan peran  guru. Hal yang saya petik ialah peran guru merupakan pusat ilmu, sehingga pantas bila guru adalah pahlawan bangsa yang hebat. Mereka tidak kenal lelah mendidik anak-anak dari yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang yang tahu akan ilmu. Bukan saya saja yang menginspirasi banyak hal tetapi anak-anak pun telah menginspirasi saya dalam hal apapun. Terima kasih untuk seluruh guru di Indonesia, kalianlah pahlawan sesungguhnya dan anak-anak yang telah menginspirasi banyak hal, semoga percikan ini dapat membuat asa meraih mimpi kalian semakin kuat dan nyata”.

kelompok-42

“10 hari berkenalan dengan para inspirator hebat dan langsung bergerak membuat progam anak-anak untuk hari inspirasi dengan waktu relatif singkat sungguh sangat berkesan. Rasa kekeluargaan menjadi lebih terasa berkat kerja sama yang cukup apik meski banyaknya kendala. Semoga perkenalan yang singkat ini menjadi awal menjadi keluarga baru yang terus terjalin silaturahmi antar inspirator.”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 2

img_1855

Dokumentasi dari Kang Egi

Briefing kelas inspirasi kemarin (12 Februari 2017) sudah dipecah dan saya kebagian di kelompok 42 untuk hari inspirasi di SDN Cigondewah 01. Kami pun awal-awal agak keteteran dengan progress yang dibilang telat panas hahaha Karena sang pembimbing kita teh EL selalu memberi progress kelompok lain tetapi itu membuat kami lebih termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Tanggal 15 Februari 2017, telah ditentukan digrup WA untuk survey tempat ke SDN Cigondewah 01. Cerita unik saat survey pun tertuang bahwa saya terlampau jauh melebihi lokasi kwkwkwwkkw Karena lokasi SDN Cigondewah yang kurang tahu dan harus putar arah mengikuti feeling. Beberapa menit berselang, akhirnya saya sampai di SDN Cigondewah dengan langsung memasuki ruang guru yang disana sudah ada kang Ganjar dan Kang Egi yang sedang berbincang dengan Ibu Juju (Salah satu  guru di SDN Cigondewah). Kedatangan kami untuk survey ini tentunya untuk mengetahui seberapa banyak murid yang bersekolah di SD ini, berapa kelas yang kami bisa singgahi, serta mengetahui luas area sekolah ini.

Hasil survey diketahui bahwa murid yang akan mendapat inspirasi dari relawan sebanyak +/- 400 murid dari kelas 1 s/d kelas 6 kecuali kelas 3 yang sekolah siang. Jadwal kami di sekolah ini hanya mulai dari jam 7 hingga jam 12 siang, sehingga untuk kelas siang tidak kebagian untuk mendapat inspirasi dari relawan kelas inspirasi. Ruangan yang dapat dipakai sebenarnya ada 10 ruangan, akan tetapi 1 ruangan rusak dan belum diperbaiki. SDN Cigondewah ini daya tampung siswa terbilang kurang mumpuni dan beberapa fasilitas pun harus digabung seperti ruang kepala sekolah yang bergabung dengan perpustakaan. Selain itu, survey kami itu bermaksud untuk mengetahui kondisi sekolah dan bertanya tentang karakter anak-anak di SDN Cigondewah serta mengukur dan mengetahui posisi untuk spanduk yang akan dibentangkan di sekolah  ini. Salah satu Inspirator yaitu teh Jinnie bersama kang Ricky yang sudah beberapa kali mengikuti Kelas Inspirasi dan membantu kami untuk membuat pemetaan kelas para inspirator. Sempat untuk berkeliling sekolah memasuki ruangan kelas, rasanya seperti kembali ke jaman SD dulu mengingatkan banyak cerita dengan teman-teman seperjuangan SD.

Keesokan harinya, first meeting kelompok 42 di salah satu café di Kota Bandung untuk membahas pemetaan kelas dan pembagian tugas baik itu para inspirator atau fotographer/videographer. Suasana tidak terlalu flat saat meeting, selingan candaan membuat suasana cair dan rasa kekeluargaan menjadi satu padahal baru beberapa hari kenal dengan sahabat  baru. Pemetaan kelas masih belum sepenuhnya setuju Karena beberapa relawan ada yang sama profesinya di salah satu kelas, sehingga pemetaan harus di ulang kembali demi pemerataan profesi di setiap kelas. Waktu terlalu cepat berlalu tiba-tiba jam 21.30 aja dari jam 17.00 mulai meeting hahha itulah pembahasan yang dibawah santai tetapi tetap serius untuk membuat program kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Hasil dari meeting bahwa beberapa ada yang ditugaskan untuk membuat 400 topi dari koran bekas, 400 nametag yang dibagi menjadi 100 ke 4 relawan, penentuan MC saat opening & closing, ada juga yang membuat poster pohon harapan yang tadinya bakal 1 poster besar akan tetapi diubah menjadi perkelas. Hal itu bertujuan agar anak-anak saat naik kelas, pohon harapan itu bisa menjadi pengingat bahwa mereka mempunyai mimpi besar untuk menggapai cita-citanya.

Selang beberapa hari kemudian, seorang inspirator membuat ide tari pinguin dari salah satu video clip di youtube dengan memakai topi pinguin. Hal itu membuat seluruh relawan setuju dengan ide tersebut dan kami yang dibandung harus latihan tari pinguin tersebut dengan lokasi yang berbeda Karena kendala kami hanyalah perbedaan tempat, ada relawan yang di Jakarta dan di Yogyakarta juga. Kendala tersebut bukan menjadi penghalang untuk membuat program yang sekreatif mungkin demi kelancaran acara kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Selain itu ada juga yel-yel yang dibuat oleh relawan 3 Diva  😀 di Jakarta, mereka pun fisrt meeting di salah satu cafe membuat sebuah yel-yel SDN Cigondewah 01 dan video tutorial bagi relawan lain yang di Bandung dan Yogyakarta… SIIIP deeeh.  Ini liriknya (Pake lirik segala laaaaahhh  -.-) hahhaha

“Angkat jempol kananmu, angkat jempol kirimu

Putarkanlah badanmu, dan goyang-goyangkan

Tebarkan semangatmu dan gapai citamu

Demi masa depan….. Yeeeeeeaaaaaahhhh”

img_1965

vector dari berbagai sumber

H-3 Beberapa aspek penting sudah mulai selesai,  seperti poster 3×1, poster pohon harapan, namertag para relawan, topi untuk anak-anak  dan nametagnya. Hal yang masih menjadi pertimbangan hanyalah pemetaan kelas yang masih  belum rampung sehingga H-2  diadakan kembali meeting untuk hasil yang lebih baik di tempat ngumpul yang sama. Tidak seperti meeting pertama beberapa relawan ada yang berhalangan hadir Karena suatu alasan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan serta ada yang kurang sehat juga… itu tuh teh EL(pembimbing kelompok 42) yang kayanya kepikiran disuruh jadi leader tari pinguin 😛 (peace teh El). Meski demikian, kelangsungan acara meeting tetap dilaksanakan sampai video call dengan teh selvy tentang opening yang masih jadi perdebatan. Pertanyaan yang bikin was-was relawan yang di Jakarta pas hari H itu gimana? Sama siapa ke sekolahnya? Bawa oleh-oleh ga…ups itu ngga termasuk :p. Setelah berbincang cukup lama, ditentukanlah Kang Hendra yang bakal menjemput relawan dari Jakarta di simpang Dago. semua clear  termasuk pemetaan kelas pada jam 21.30 relawan akhirnya pulang agar persiapan lebih matang pada H-1 hari inspirasi.

Next artikel “HARI INSPIRASI DI SDN CIGONDEWAH 01”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 1

img_1813

Gambar dari berbagai sumber

Kelas inspirasi Bandung (KIBDG) merupakan wadah pendidikan yang masih berkaitan dengan Indonesia Mengajar. Titik perbedaanya ialah jika Indonesia Mengajar mencakup pendidikan di pelosok daerah dan mengabdi selama 1 tahun lamanya, sementara Kelas Inspirasi berbagi inspirasi lewat profesi selama 1 hari di suatu Sekolah Dasar di Kota Bandung. Awal mengikuti kelas inspirasi ini tidak terpikirkan sebelumnya, mendaftarnya saja mulai H-7 penutupan hahaha. Saat itu saya ingin memanfaatkan waktu kerja yang kosong karena Pak Koesno (leader Partner kerja)  akan menunaikan ibadah umroh pada tanggal 15-28 Februari 2017, itu pun jika terpilih menjadi relawan pengajar.

img_1817

Gambar dari berbagai sumber

Menunggu kurang lebih 12 hari, akhirnya email dari KIBDG pun datang dengan mempercayakan saya menjadi bagian keluarga besar Kelas Inspirasi Bandung. Bagi saya pribadi, KIBDG merupakan organisasi sosial yang ke-8 yang saya ikuti setelah Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan, Berbagi Nasi Bandung, Rumah Bintang, Beruang Matahari, Sekolah Alam Dago, Indonesia Mengajar (Direct Assessment), dan Rumah Belajar Barudak Karimah. Ini menjadi tantangan baru, 1 siklus menjadi inspirator layaknya guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) selama 1 hari penuh.

img_1807

Gambar dari hasil pribadi (nikon Coolpix s2800)

Pada tanggal 12 Februari 2017, acara KIBDG dilanjutkan dengan briefing dan pembagian kelompok. Rasa Antusias dengan acara ini karena bertemu banyak orang hebat dengan profesi yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yakni membangun mimpi anak Indonesia. Ketika sesi Briefing dimulai kami di beri tips & trik saat hari inspirasi nanti oleh panitia Kelas Inspirasi. Suasana menjadi cair  dengan canda tawa baik itu yang muda dan yang berpengalaman layaknya sebuah keluarga baru. Ketika sesi pembagian kelompok, saya bertemu dengan teman baru dengan dibimbing oleh kak El sebagai pendamping kelompok 42 untuk menginspirasi di SDN Cigondewah 01. Kelompok 42 ini di ketua oleh kang Ganjar Sugih yang nantinya akan menjadi penghubung antara perwakilan sekolah SDN Cigondewah 01 yaitu ibu juju dengan relawan pengajar & dokumentasi.

Rundown dimana sesi perkenalan antar anggota, strategi yang harus disiapkan, tips menghadapi karakter anak, dan lain-lain. Saat itu mata saya tertuju pada satu arah dan saya melihat dosen pembimbing mata kuliah kerja profesi yaitu Mang Jamal (salah satu dosen di Desain Interior Itenas). Ini pun menjadi ajang silaturahmi, antara saya dan orang yang saya kenal di acara briefing kelas inspirasi bandung seperti Mang Jamal (dosen Itenas) & Kak Andri (relawan Rubel Sahaja) dan katanya ada Kak Indah tapi saya tidak bertemu sampai acara selesai.

Grup Whatapps pun malamnya sudah di buat oleh Kak El, dan disana semua anggota baik sebagai pengajar atau dokumentasi saling sharing tentang apa yang harus dibuat pada saat hari inspirasi nanti seperti survey ke lokasi SDN Cigondewah 01, pembagian pengajar per kelas, dan lain-lain. Hal ini sangat penting  mengingat lokasi yang cukup jauh dan relawan pengajar & dokumentasi ada yang berdomisili di luar Kota Bandung.

Artikel selanjutnya: Survey ke SDN Cigondewah 01 😀

Kegiatan di Akhir Pekan

dsc_4416

Karimah Belajar ialah salah satu tempat belajar non formal yang berada di Sukajadi. Berawal dari anak-anak yang diberi materi pembelajaran oleh orang diluar Sukajadi, salah satu pengurus Masjid Al-Hikmah berpikir “Mengapa dari sekian banyak pemuda di Sukajadi tidak ada pemateri?”. Hal inilah yang membuat berdirinya Karimah Belajar dengan pemateri asli anak-anak Sukajadi, akan tetapi kami tidak menutup kemungkinan pemateri dari luar Sukajadi untuk berbagi ilmu dengan anak-anak. Banyaknya pemateri akan memudahkan kami untuk mencari sisi potensi dari masing-masing anak-anak dan akan kami dukung sesuai bakat yang mereka miliki.

img_1395

Setiap hari Minggu kami berkumpul di Masjid Al-Hikmah pada pukul 09.00 untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru dari pemateri. Jika pada rumah belajar pada umumnya memiliki ciri khas dalam hal belajar, karimah Belajar pun memberi sentuhan rohani sebelum belajar dimulai. Kami selalu memulai dengan cara shalat dhuha sebelum belajar, hal yang unik bagi saya (admin) melihat anak-anak Sukajadi seperti ini mulai belajar tanpa melupakan Allah SWT sebagai penciptanya. Pada dasarnya,  5 tahun menjadi relawan baru kali ini cara sebuah rumah belajar sebelum memulai materi ialah melakukan shalat dhuha. Sungguh sangat bersyukur bisa melakukan tersebut disaat usia mereka masih sangat muda dan mendapat materi yang bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak bisa mengetahui potensi yang mereka miliki, dapat mandiri, bertutur kata dengan baik, berakhlak mulia, cerdas, dan mampu bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan.

Awal-awal berdirinya Karimah Belajar menjadi tantangan bagi semua pemateri asli Sukajadi. Banyak sekali masalah internal yang harus perlahan-lahan diperbaiki dan terutama dampak bagi anak-anak. Tantangan paling dasar ialah materi yang harus dipersiapkan untuk anak-anak minimal seminggu sekali dan pemateri yang bisa hadir. Dalam kurun waktu hampir 2 bulan, Alhamdulillah seminggu sekali tidak ada yang bocor atau selalu terganti dengan pemateri yang lain untuk memberi ilmu-ilmu yang mereka miliki. Kegiatan belajar kami tidak hanya mata pelajaran yang selalu ada disekolah, melainkan materi-materi yang berhubungan dengan hobi pun dapat menjadi materi. Selain materi belajar, kami pun sisipkan games-games yang ceria agar sejenak melepas penat dari berbagai materi yang diberikan.

Doakan kami(pemateri) agar mampu memberi hal yang terbaik untuk anak-anak, mendapat kesempatan kesehatan disetiap minggu untuk memberi materi, dan kami pun tidak membatasi bagi yang ingin memberi materi kepada anak-anak diluar area Sukajadi layaknya Rumah Bintang yang sudah 13 tahun membimbing anak-anak.  Amin ya rabbal’alaminin