Author Archives: zakapramadhan

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 1

img_1813

Gambar dari berbagai sumber

Kelas inspirasi Bandung (KIBDG) merupakan wadah pendidikan yang masih berkaitan dengan Indonesia Mengajar. Titik perbedaanya ialah jika Indonesia Mengajar mencakup pendidikan di pelosok daerah dan mengabdi selama 1 tahun lamanya, sementara Kelas Inspirasi berbagi inspirasi lewat profesi selama 1 hari di suatu Sekolah Dasar di Kota Bandung. Awal mengikuti kelas inspirasi ini tidak terpikirkan sebelumnya, mendaftarnya saja mulai H-7 penutupan hahaha. Saat itu saya ingin memanfaatkan waktu kerja yang kosong karena Pak Koesno (leader Partner kerja)  akan menunaikan ibadah umroh pada tanggal 15-28 Februari 2017, itu pun jika terpilih menjadi relawan pengajar.

img_1817

Gambar dari berbagai sumber

Menunggu kurang lebih 12 hari, akhirnya email dari KIBDG pun datang dengan mempercayakan saya menjadi bagian keluarga besar Kelas Inspirasi Bandung. Bagi saya pribadi, KIBDG merupakan organisasi sosial yang ke-8 yang saya ikuti setelah Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan, Berbagi Nasi Bandung, Rumah Bintang, Beruang Matahari, Sekolah Alam Dago, Indonesia Mengajar (Direct Assessment), dan Rumah Belajar Barudak Karimah. Ini menjadi tantangan baru, 1 siklus menjadi inspirator layaknya guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) selama 1 hari penuh.

img_1807

Gambar dari hasil pribadi (nikon Coolpix s2800)

Pada tanggal 12 Februari 2017, acara KIBDG dilanjutkan dengan briefing dan pembagian kelompok. Rasa Antusias dengan acara ini karena bertemu banyak orang hebat dengan profesi yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yakni membangun mimpi anak Indonesia. Ketika sesi Briefing dimulai kami di beri tips & trik saat hari inspirasi nanti oleh panitia Kelas Inspirasi. Suasana menjadi cair  dengan canda tawa baik itu yang muda dan yang berpengalaman layaknya sebuah keluarga baru. Ketika sesi pembagian kelompok, saya bertemu dengan teman baru dengan dibimbing oleh kak El sebagai pendamping kelompok 42 untuk menginspirasi di SDN Cigondewah 01. Kelompok 42 ini di ketua oleh kang Ganjar Sugih yang nantinya akan menjadi penghubung antara perwakilan sekolah SDN Cigondewah 01 yaitu ibu juju dengan relawan pengajar & dokumentasi.

Rundown dimana sesi perkenalan antar anggota, strategi yang harus disiapkan, tips menghadapi karakter anak, dan lain-lain. Saat itu mata saya tertuju pada satu arah dan saya melihat dosen pembimbing mata kuliah kerja profesi yaitu Mang Jamal (salah satu dosen di Desain Interior Itenas). Ini pun menjadi ajang silaturahmi, antara saya dan orang yang saya kenal di acara briefing kelas inspirasi bandung seperti Mang Jamal (dosen Itenas) & Kak Andri (relawan Rubel Sahaja) dan katanya ada Kak Indah tapi saya tidak bertemu sampai acara selesai.

Grup Whatapps pun malamnya sudah di buat oleh Kak El, dan disana semua anggota baik sebagai pengajar atau dokumentasi saling sharing tentang apa yang harus dibuat pada saat hari inspirasi nanti seperti survey ke lokasi SDN Cigondewah 01, pembagian pengajar per kelas, dan lain-lain. Hal ini sangat penting  mengingat lokasi yang cukup jauh dan relawan pengajar & dokumentasi ada yang berdomisili di luar Kota Bandung.

Artikel selanjutnya: Survey ke SDN Cigondewah 01 😀

Advertisements

Kegiatan di Akhir Pekan

dsc_4416

Karimah Belajar ialah salah satu tempat belajar non formal yang berada di Sukajadi. Berawal dari anak-anak yang diberi materi pembelajaran oleh orang diluar Sukajadi, salah satu pengurus Masjid Al-Hikmah berpikir “Mengapa dari sekian banyak pemuda di Sukajadi tidak ada pemateri?”. Hal inilah yang membuat berdirinya Karimah Belajar dengan pemateri asli anak-anak Sukajadi, akan tetapi kami tidak menutup kemungkinan pemateri dari luar Sukajadi untuk berbagi ilmu dengan anak-anak. Banyaknya pemateri akan memudahkan kami untuk mencari sisi potensi dari masing-masing anak-anak dan akan kami dukung sesuai bakat yang mereka miliki.

img_1395

Setiap hari Minggu kami berkumpul di Masjid Al-Hikmah pada pukul 09.00 untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru dari pemateri. Jika pada rumah belajar pada umumnya memiliki ciri khas dalam hal belajar, karimah Belajar pun memberi sentuhan rohani sebelum belajar dimulai. Kami selalu memulai dengan cara shalat dhuha sebelum belajar, hal yang unik bagi saya (admin) melihat anak-anak Sukajadi seperti ini mulai belajar tanpa melupakan Allah SWT sebagai penciptanya. Pada dasarnya,  5 tahun menjadi relawan baru kali ini cara sebuah rumah belajar sebelum memulai materi ialah melakukan shalat dhuha. Sungguh sangat bersyukur bisa melakukan tersebut disaat usia mereka masih sangat muda dan mendapat materi yang bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak bisa mengetahui potensi yang mereka miliki, dapat mandiri, bertutur kata dengan baik, berakhlak mulia, cerdas, dan mampu bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan.

Awal-awal berdirinya Karimah Belajar menjadi tantangan bagi semua pemateri asli Sukajadi. Banyak sekali masalah internal yang harus perlahan-lahan diperbaiki dan terutama dampak bagi anak-anak. Tantangan paling dasar ialah materi yang harus dipersiapkan untuk anak-anak minimal seminggu sekali dan pemateri yang bisa hadir. Dalam kurun waktu hampir 2 bulan, Alhamdulillah seminggu sekali tidak ada yang bocor atau selalu terganti dengan pemateri yang lain untuk memberi ilmu-ilmu yang mereka miliki. Kegiatan belajar kami tidak hanya mata pelajaran yang selalu ada disekolah, melainkan materi-materi yang berhubungan dengan hobi pun dapat menjadi materi. Selain materi belajar, kami pun sisipkan games-games yang ceria agar sejenak melepas penat dari berbagai materi yang diberikan.

Doakan kami(pemateri) agar mampu memberi hal yang terbaik untuk anak-anak, mendapat kesempatan kesehatan disetiap minggu untuk memberi materi, dan kami pun tidak membatasi bagi yang ingin memberi materi kepada anak-anak diluar area Sukajadi layaknya Rumah Bintang yang sudah 13 tahun membimbing anak-anak.  Amin ya rabbal’alaminin

Membangun Mimpi dan Harapan

unnamed-2

Dunia anak-anak memang begitu indah dan berkesan, dimana banyaknya keceriaan ketika bermain dengan teman-temannya. Senyum dan tawa itulah yang mereka tahu karena dunia mereka belum mengenal dunia itu sangatlah keras. Membedakan antara 15-20 tahun silam, mungkin masih terdengar musik anak-anak yang begitu sederhana dan mudah diingat. Lalu ada masih adanya game zaman anak yang begitu terkenal, kalo Bahasa Sunda mah ucing sumput, tatar ucingan, bebentengan, cingciripit, pa ciwit ciwit lutung, dll. Setuju, banyak yang bilang dunia anak-anak itu sangatlah menyenangkan.

Tahun ke tahun silih berganti, dunia anak-anak semakin tenggelam oleh waktu. Faktor perkembangan dunia yang begitu mengalir cepat membuat semua semakin berbeda. Dunia orang dewasa kini menggeser dunia anak-anak yang seharusnya penuh pendidikan dan perhatian dari lingkungan sekitar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman yang turut berperan dalam membangun karakter anak. Tidak ada yang salah akan hal ini karena ini sudah dirancang oleh Allah SWT dengan sebaik mungkin.

Berkaca pada kisah nyata yang saya alami.”Saya memiliki sahabat yang dari kecil selalu bermain bersama. Setelah beranjak dewasa, pola pikir kami berubah seiring dengan waktu dan karakter masing-masing. Faktor lingkungan menjadi hal yang berperan besar dalam membentuk karakter serta perilaku seseorang. Pada saat itu Kota Bandung sedang marak dengan adanya geng motor dan salah satu sahabat saya menjadi bagian geng motor tersebut. Semenjak saat itu, saya tidak pernah berkomunikasi dengan sahabat saya lagi karena dia sudah berubah dari segi perilaku dan saya takut terbawa olehnya. Saya tidak memiliki teman di sekitar rumah yang pada akhirnya membuat saya tidak mempunyai tempat untuk berbagi cerita, karena kami terbiasa sharing cerita dan masalah kami sehari-hari. Hal ini menjadi penyebab saya mencari teman di tempat lain. Saya akhirnya memutuskan bergabung dalam beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial seperti rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.” (copy paste dari pertanyaan Indonesia Mengajar XIII).

Berawal dari tidak mempunyai teman dilingkungan rumah inilah saya mendapat pelajaran berharga dari berbagai komunitas sosial di Bandung. “Saya terpikir mengapa tidak membuat rumah belajar layaknya rumah bintang  dilingkungan rumah?”. Namun saya harus belajar bagaimana membangun dari awal membuat suatu organisasi. Lalu saya mencanangkan pertengahan tahun 2018 untuk memulai proyek saya ini.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan terutama saya menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Namun Allah SWT berkendak lain, salah satu guru mengaji mengajak saya untuk mengajar anak-anak di akhir pekan. Lewat komunikasi media sosial kami bercerita dan pada saat itu saya sedang di Jakarta. Setelah panjang lebar berbincang, guru mengaji saya mempercayakan saya untuk mengatur seluruh kegiatan dan sistem intern yang baik. Sebenarnya sih ini PR besar bagi saya hehehe

Pulang ke Bandung, lantas saya berbincang dengan founder rumah bintang bagaimana terbentuknya rumah belajar yang mayoritas anak-anak dari lingkungan rumah. Hampir 1 jam lamanya berbincang, saya dapat sedikit pelajaran yaitu semua komponen yang ada nanti akan muncul dengan sendirinya, jalani saja mengikuti waktu. Waktu yang akan menjawab semua pertanyaan ini. Hal ini menjadi tantangan bagi saya untuk membuat lingkungan saya ini menjadi lebih baik mulai dari anak-anak.

Saya sangat berharap, proyek ini dapat berjalan dengan baik karena saya sangat ingin membangun kembali lingkungan saya yang dahulu aktif mulai dari anak-anak lewat kreatifitas dan imajinasi yang mereka punya. Harapan besar Bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak lewat generasi ke generasi. Maka dari itu, awal proses terbentuknya rumah belajar ini memang banyak hambatan dan rintangan, namun berharap dapat belajar dari hal ini agar lebih baik kedepannya.

“we want to save the future generation of children from today until the future”

Pengalaman berharga dari seleksi Indonesia Mengajar XIII

IMG_0935

Awalnya tidak pernah terpikir untuk mengikuti sebuah kegiatan yang memperebutkan satu tempat dari ribuan orang yang mengikuti suatu acara besar. Namun, satu dan lain hal menjadi prioritas karena visi dan misi Indonesia Mengajar sangat berbeda dengan yang lain. Program Indonesia Mengajar mempunyai peran penting dalam perkembangan pendidikan di Indonesia yang mengutamakan pendidikan di pelosok daerah. Saya mempunyai beberapa teman yang sudah menjalankan tugas sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar yaitu kak Laura Valencia, Kak Halimatusaidah, dan Kak Andri. Motivasi saya bergabung menjadi semakin kuat sebagai seorang calon Pengajar Muda. Indonesia Mengajar adalah peluang besar saya  untuk  memperkenalkan metode baru dalam mengajar khususnya dibidang matematika dan seni. Saya berpendapat Ilmu yang saya peroleh tidak akan berguna jika hanya untuk diri sendiri,

5 tahun mendapat pengalaman dibidang sosial, banyak sekali cerita tentang orang-orang yang mempunyai keterbatasan akan tetapi mereka tetap bersyukur dengan apa yang mereka kerjakan/tidak mengeluh. Hal ini membuat saya semakin yakin ingin mencari pengalaman di Indonesia Mengajar sebagai pengajar muda bukan dari hal finansial tetapi dari seberapa bisa saya dapat memberikan andil terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tahap pertama, saya mengisi berbagai form data pribadi, pengalaman di suatu organisasi kampus atau luar kampus dan yang terpenting ialah essai Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Pada saat itu saya mengesampingkan essai terlebih dahulu, karena essai ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengisinya. Setelah form data pribadi dan pengalam organisasi telah rampung, saya mengisi essai dengan penuh ketelitian. Satu minggu sebelum bulan Juni 2016 penutupan Calon Pengajar muda ditutup saya sudah menyelesaikan seluruh aplikasi Calon Pengajar muda Indonesia Mengajar.

Pada saat pengiriman aplikasi tersebut, saya termasuk pendaftar ke 1594. Rasa kaget ternyata saya termasuk pendaftar yang ke 1500-an, saya berpikir “bisa lolos atau tidak ya untuk tahap ini”. Pikiran itu selalu muncul karena banyaknya pendaftar yang ingin berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia. Optimis dan yakin, hanya itu modal saya untuk lolos ke tahap berikutnya. Pada tanggal  27 Juni 2016 saya mendapat Email dari recruitment Indonesia Mengajar yang mengumumkan seleksi tahap I yang isinya “Selamat karena anda lolos proses seleksi tahap pertama”.  Perasaan senang yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata karena saya bisa lolos di tahap I Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan  XIII ini. Lalu saya melihat di website asli Indonesia mengajar, nama saya berada di nomor 217 dari 9832 pendaftar Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Rasa tidak percaya saya bisa masuk dari 217 besar untuk seleksi tahap II nanti di Jakarta.

Sebelum pelaksanaan seleksi tahap II di Jakarta, saya mendapat email dari recruitment Indonesia Mengajar untuk mengisi kuisioner dan kasus studi yang harus dikirim sebelum tanggal dan jam yang ditentukan. Kalau tidak dikirim maka akan dianggap mengundurkan diri dari seleksi tahap II Calon  Pengajar Muda Indonesia XIII. Sesegera mungkin saya bergerak cepat mengisi kuisioner dan kasus studi yang dikirim oleh tim Indonesia Mengajar. Setelah selesai mengirimkan kuisioner dan kasus studi saya mendapat email kembali dari tim Indonesia Mengajar dan saya mendapat bagian seleksi tahap II di Jakarta pada tanggal 04 Agustus 2016 namun untuk lokasinya belum ditentukan dimana untuk seleksi Direct Assessment ini. Seleksi Direct Assessment ini saya kebagian untuk simulasi mengajar untuk kelas 2 yaitu “Sumber Energi dalam kehidupan sehari-hari”.

Beberapa hari sebelum seleksi tahap II dilaksanakan saya mendapat email untuk lokasi dimana seleksi Direct Assessment ini berlangsung. Pada saat, H-1 sebelum seleksi saya berangkat dari Bandung ke Jakarta untuk  menginap di rumah saudara, mengingat waktu pelaksanaan seleksi ini full day dari jam 07.00-hingga selesai. Tanggal 04 Agustus 2016 menjadi tanggal dimana saya seleksi Direct Assessment di IPMI, International Business School. Disana saya mendapat teman baru dari berbagai daerah di Indonesia, senang sekali bertemu dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama yakni ingin berkontribusi dalam pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan di pelosok daerah. Seleksi yang diadakan full day ini diantaranya tes akademik, tes graphic, group discussion, wawancara & interview, dan simulasi belajar.

Pada saat itu. simulasi belajar menjadi tes yang paling seru karena para Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar menjadi karakter anak-anak pada umumnya. Ada yang suka belajar, ada yang ngga mau belajar, suka nangis, ada yang ngompol dicelana (saya kebagian itu sih 😛 hahaha), tiba-tiba ada yang berjualan saat jam belajar, ada orang tua murid yang ngajak pulang untuk membantu sawahnya, dan lain-lain. Simulasi ini merupakan simulasi yang berguna dan nyata nantinya saat menjadi pengajar muda di suatu daerah terpencil. Kebersamaan bersama teman baru begitu cepat berlalu saat seleksi Direct Assessment di IPMI. Satu hari bersama mereka sudah menjadi keluarga baru bagi saya karena saya hanya mempunyai teman diluar rumah. Wajar jika saya bilang begitu karena saya benar-benar tidak punyai teman rumah karena teman-teman saya dulu sudah terjerumus ke perilaku-perilaku menyimpang. Teman-teman baru Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar menambah relasi dan menambah teman setelah rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.

Setelah tahap Direct Assessment ini, saya menunggu kabar apakah saya lolos atau tidak ke tahap berikutnya. Beberapa hari berselang setelah tahap DA, beberapa teman saya sudah mendapat email dari tim IM untuk tes kesehatan yang artinya teman saya itu telah lolos tahap Direct Assessment. Hari demi hari, saya menunggu akhirnya email itu datang pada tanggal 19 Agustus 2016 dari tim Indonesia Mengajar. Email itu berisikan “dengan berat hari kami harus menyampaikan bahwa Zaka Pratama Ramadhan belum berkesempatan untuk menjadi Pengajar Muda”. Saya tidak berkecil hati karena saya tidak lolos ke tahap berikutnya karena saya sudah merasa bangga dengan pencapaian lolos ke tahap II (Direct Assessment). Tidak mudah memang masuk ke 217 peserta dari total 9832 pendaftar, tetapi  itu akan menjadi pengalaman tersendiri untuk langkah selanjutnya.

Saya ucapkan terima kasih kepada tim Indonesia Mengajar yang telah memberi kesempatan lolos ke tahap Direct Assessment, Pak Iyus Kusnaedi selaku dosen saya di ITENAS Desain INTERIOR, Ibu Pras Prasetyaningtyas selaku Guru Bahasa Inggris di MAN 1 Bandung, dan mang Niki Suryaman selaku pendiri Rumah Bintang, serta doa dari teman-teman Desain Interior “BISON” 2011 dan teman-teman MAN 1 Bandung 2010 yang sudah mendoakan saya sampai pada tahap Direct Assessment ini. Tidak lupa juga support dari teman terdekat saya Febri Nurfianto, Muhammad Yoke, Susi Fitriani, dan teman-teman di Berbagi Nasi Bandung. Saya mengambil kesimpulan bahwa sukses ataupun gagal akan didapat dari banyaknya pengalaman yang telah dilalui oleh seseorang. Jika hasil itu manis maka tetap merendah dan tetap menjadi orang yang sederhana dan jika hasil itu pahit maka bangun dan bangkit kembali dari keterpurukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.  Salam hangat untuk semua 😀

This slideshow requires JavaScript.

Membagikan Nasi serentak se-Indonesia

12

Di hari perayaan HUT RI ke 71, Gerakan Berbagi Nasi di pelosok Indonesia serentak membagikan nasi pada tanggal 17 Agustus 2016. Rencana awal ialah 1945 nasi bungkus, tetapi diluar perkiraan dengan total 2852 nasi bungkus. Hatur nuhun para perjuang nasi seNusantara. Berikut adalah list total dari beberapa kota di Indonesia :

1. Magelang 193
2. surabaya 171
3. Kudus 160
4. Bengkulu 56
5. Makassar 150
6. Batam 50
7. Lampung & Pringsewu 171 😁
8. Singkawang 17 pas 😆
9. Jakarta 160
10. Bekasi 139
11. Pontianak 119
12. Semarang 95
13.Solo 56
14. Salatiga 100
15. Mojokerto 71
16. Jombang 60
17. Cikarang 205
18. Bandung 180
19. Jogja 106
20. Tulungagung 168
21. Tasikmalaya 25
22. Depok 50
23. Bogor 130
24. Subang 45
25. Kediri 175

Di Berbagi Nasi Bandung sendiri kedatangan tamu dari Berbagi Nasi Magelang. Hatur nuhun sudah berkunjung di kota Bandung. Tujuan merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 71 ialah memerdekakan orang-orang yang beratapkan langit beralaskan bumi dengan sebungkus nasi, hanya sebagian kecil yang bisa kami lakukan. Memerdekakan mereka atas rasa lapar yang dirasakan di malam hari.

Berikut adalah kegiatan kami Berbagi Nasi Bandung saat membagikan anasi pada perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Sanguan Brayyy !!!

3 tahun Berbagi Nasi Bandung

12552951_10201440646336018_7402200468400508351_n-crop

25 maret 2013 menjadi awal bergabungnya saya menjadi bagian di berbagi nasi. Konsep yang diusung oleh berbagi nasi ini sangatlah unik dan banyak memberi banyak pelajaran tentang hidup. Tanggal 25 maret dipilih karena hari itu adalah H-1 saya bertambah usia, sehingga sangatlah tepat bagaimana cara saya mensyukuri hidup yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan cara berbagi terhadap sesama. Namun setelah itu absen selama 8 bulan karena disibukkan oleh waktu kuliah. Awal 2014 menjadi kembalinya saya ke berbagi nasi dengan niat yang lebih kuat dan lebih semangat untuk berbagi terhadap sesama. Diawali dengan adanya meeting berbaginasi 2014 dengan berbagai konsep yang akan membahas perbaikan intern dari kegiatan berbagi nasi tersebut. Hasil  meeting itulah saya diangkat dan dipercaya menjadi dokumentasi dan publikasi kegiatan berbagi nasi.

_DSC7570

Minggu ke minggu telah berlalu, banyak moment yang tidak bisa dikatakan dengan kata yang tepat karena moment ini adalah melihat cara mereka (Red; homeless) berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka demi keluarganya. Makan bagi sebagian orang mungkin dapat 3 kali sehari dengan makanan yang enak dan lezat, sementara mereka yang berada dijalan ketika diberikan sebungkus nasi dengan makanan lauk pauk seadanya mereka sangat bahagia. Banyak moment yang saya syukuri dan mendapat pengalaman hebat ketika diberbagi nasi, seperti halnya mereka (Red; homeless) sudah dapatkan nasi dari relawan nasi akan tetapi meminta kembali ke relawan yang lain. Namun hal ini sangat disayangkan, begitu nasi habis ada saja yang tidak kebagian nasi.

this gentleman suffered a sudden attack of illness, and teams berbagi nasi to take it to RSHS. Hopefully, Ridwan Kamil and Dinsos can help this gentleman that we don't know the identity of his name because we can't even speak clearly,Ya Rabb give recovery to him, Amen, Ya rabb

Gambar diatas  adalah ketika mengantarkan seorang bapak yang tiba-tiba kejang dijalan, dan tim berbagi nasi lantas membawanya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut agar kondisi bapak ini lebih baik. Lantas tim pun mentweet dinsos Bandung untuk mendapat perawatan selanjutnya.

bapak ini mengalami stroke dan sudah sulit berbicara dengan jelas

Gambar diatas adalah seorang bapak lanjut usia mengidap stroke yang membuat kami ketika berkomunikasi agak susah untuk diterjemahkan karena asalnya bukan dari Bandung akan tetapi tim berusaha untuk mencari keluarganya yang entah dimana.

as

Gambar diatas adalah seorang bapak yang memiliki istri dan 3 orang anak. Bapak ini asli orang orang ciwidey yang merantau ke Kota Bandung untuk mencari nafkah, istri dan 2 orang anaknya kini telah tiada karena menjadi korban tanah longsor yang meratakan rumahnya dengan tanah. Saat itu bapak dan 1 anak tidak ada dirumah, kini bapak mencari penghasilan menjadi seorang pemulung dan anaknya menjadi seorang pelayan disalah satu toko di Bandung.

_DSC4458DSC_3592

Sempat 2x menjadi relawan terhadap korban banjir Baleendah dan subang untuk memberi bantuan terhadap mereka yang rumahnya terendam dengan ketinggian 3 meter akibat cuaca yang terus diguyur hujan.

_DSC0013 _DSC0008

kegiatan yang sering dilakukan ketika bulan puasa datang ialah mentiadakan kegiatan seminggu sekali berbagi nasi / menonaktifkan sementara kegiatan berbagi nasi di malam hari. kegiatan ini diganti menjadi berbagi takjil untuk mereka / masyarakat yang masih dijalan atau dalam perjalanan pulang dan saat itulah kami berbagi makanan ringan untuk sekedar berbuka puasa ketika masyarakat masih berada dijalan.

DSC_0347 DSC_0314

Gambar diatas merupakan gambar ketika sinergi antar kegiatan sosial dengan komunitas lain untuk menyatukan gagasan/ menyalurkan ide-ide kreatif mereka demi satu tujuan yang sama yakni membantu sesama manusia yang terkena musibah atau hal-hal lainnya yang bersifat kegiatan positif.

DSC_0124

Sempat Absen lama dari akhir februari hingga awal januari 2016 karena  saya harus fokus Pra Tugas Akhir dan Tugas Akhir yang nanti akan dihadapi. Setelah selesai sidang Tugas Akhir, saya kembali ke berbagi nasi bukan sebagai dokumentasi dan publikasi berbagi nasi lagi tetapi sebagai relawan yang membagikan nasi kepada orang yang berhak untuk diberikan nasi bungkus.

Hari ke hari, minggu ke minggu, tahun ke tahun silih berganti, tak terasa sudah 3 tahun menjadi bagian berbagi nasi Bandung. Banyak perubahan dari seluruh aspek dari awal saya bergabung hingga saat ini. Relawan silih berganti datang dan pergi, namun hal itu perlu dimaklumi karena pasti ada waktunya untuk fokus pada kehidupan masing-masing. Pada Akhirnya, saya pun akan seperti mereka dan tidak akan ada diberbagi nasi lagi namun entah kapan karena bagi saya berbagi nasi ini memberi banyak pengalaman dan pelajaran tentang hidup. Kenapa saya harus berhenti dari berbagi nasi? Bukan berhenti tapi banyak kegiatan-kegiatan positif selanjutnya yang masih berhubungan dengan kegiatan sosial yang perlu saya ikuti untuk mendapat pengalaman dan pelajaran hidup yang baru dari kegiatan tersebut.

(25 maret 2013-25 maret 2016)

 

Guru Tamu di Sekolah Alam Dago Bandung

IMG_0131

Sebuah Kehormatan ditunjuk menjadi guru tamu di Sekolah Alam Dago Bandung untuk mengisi mata pelajaran Seni Keterampilan. Berbekal dari pertemuan di Berbagi Nasi Bandung, Sinergi antar relawan pun terbentuk dan berbincang tentang latar belakang Sekolah Alam Dago Bandung dengan salah satu wali kelas, Pak Wahyudin. Hal ini menjadi menarik untuk dilewatkan 😀

Ya, Menjadi seorang guru/dosen memang tidak mudah. Hal ini saya rasakan ketika menjadi guru tamu di sekolah alam. Padahal ini baru sekilas perkenalan saja tentang “recycled materials” dan tidak punya basic guru malahan. Tak bisa diucapkan dengan kata-kata tentang jasa seorang guru / dosen apalagi jasa mamah dan alm. bapak. Hal inilah yang menjadi rasa yang tak bisa diungkap, bagaimana pun ilmu apapun yang kita miliki haruslah dibagikan kepada orang lain karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

IMG_0132

Sekilas Deskripsi tentang Sekolah alam, Sekolah Alam Dago Bandung merupakan sekolah berbasis non-formal yang bergerak dibidang pendidikan yang memberikan/memfasilitasi siswa/i yang mempunyai kebutuhan khusus. Kebutuhan khusus disini seperti keterbatasan fisik, kurangnya perhatian orang tua, down syndrome, autis, dan lain-lain. Pada umumnya, siswa/I yang dididik disini adalah siswa yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan pada umumnya (formal). Pendidikan bagaimana pun sangatlah penting untuk didapat semua orang, iitu merupakan hak bukan lagi sebuah kewajiban.

Hal ini menjawab semua keraguan, bahwa orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus pun tidak harus dibedakan dengan orang normal lainnya. kita pun sama, hanya saja mereka perlu bimbingan khusus agar tetap terjaga dari segi perhatian. Tak perlu membeda-bedakan, karena semua ini hanya titipan Tuhan untuk kita dan tak perlu ada yang dibanggakan. Maka dari itu, hal yang perlu ditanamkan dan diterapkan ialah mencoba untuk tetap peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar mulai dari hal kecil.

IMG_0125

Jazakallah Pak Wahyudin yang memberi saya pengalaman menjadi seorang guru di Sekolah Alam Dago Bandung. Tentu ini menjadi pengalaman baru bahwa menjadi seorang guru harus benar-benar ada rasa cinta dan kasih sayang yang lebih ketika memberikan ilmu kepada adik-adik terutama pada anak yang mempunyai kebutuhan khusus. Terima Kasih, Sekolah Alam Dago Bandung

Beruang Matahari : B3ARNIVAL “CARING FOR ORPHANS” @ Ramadhan Mubarok (versi INA)

CJZchkpUAAAn0se

Beruang Matahari adalah komunitas yang peduli terhadap anak-anak yatim piatu. Kemarin (11 juli 2015) merupakan hari yang berbahagia untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama, yakni berbagi kebahagiaan dengan anak yatim sambil berbuka puasa bersama. kemeriahan ini terbukti dengan 1000 anak yatim dengan 30 anak panti asuhan se-kota Bandung di STP (Sekolah Tingg Pariwisata) Bandung.

DSC_6796

Kegiatan buka puasa bersama dengan Anak yatim ini yang diberi nama B3ARNIVAL diselenggarakan dalam rangka ulang tahun komunitas Beruang Matahari yang ke 3 di Dome STP MALABAR BANDUNG. Acara B3ARNIVAL ini mengambil konsep karnival sehingga anak-anak bisa bermain seperti layaknya berada di wahana karnival pada umumnya. permainan yang diberikan seperti tembak balon, bermain bola basket (bola plastik sih sebenernya  :P), belajar fotography, belajar origami, dan lain-lain. tak luput wahana permainan yang ada di karnival seperti naik bianglala ada di sana. Bebas mau naik berapa kali, tinggal seberapa kuat tuluy kukurilingan (lieur pastina mah :P).

DSC_6805

Acara pun sangat meriah mulai dari awal hingga akhir, para panitia pun ikut semangat melihat respon anak-anak yang sangat bahagia hingga saatnya acara penutupan yakni meniup kue ulang tahun beruang matahari ke 3 yang ditiup bersama anak-anak yatim dan para panitia. hal ini membuat saya sangat bahagia baik itu dari kinerja para volunteers B3ARNIVAL, sponsor yang menyokong acaranya, dan terlebih adalah kebahagiaan anak-anak yatim.

DSC_68111

IMG_20150712_183008

Walaupun baru bergabung pertama kali di beruang matahari, rasa kekeluargaan mereka sungguh berasa, patut diacungi jempol. Ini menjadikan kebahagiaan buat saya juga karena mendapat keluarga baru yang menjadikan beruang matahari menjadi keluarga komunitas ke 5 setelah N-wae Freestyle Soccer, Rumah Belajar Sahaja, BerbaginasiID, dan Rumah Bintang (Rubin Bandung). Banyak teman itu bahagia 😀 !!! hidup lebih berarti jika saling peduli dan saling berbagi kepada sesama. kita ngga punya apa-apa yang harus disombongkan, karena semua hanyalah titipan dari Allah SWT

“Beruang Matahari : B3ARNIVAL “CARING FOR ORPHANS” @ Ramadhan Mubarok (versi English)”

Coming soon 😀

dokumentasi berbaginasiID tembus 2000 foto

Seorang yang ditunjuk dan dipercayai untuk menjadi bagian dalam suatu organisasi / komunitas adalah suatu hal yang membahagiakan karena kepercayaan orang lain terhadap orang yang ditunjuk untuk menjabat dalam suatu organisasi. Ketika awal mengikuti komunitas berbaginasiID, komunitas yang berbasis sosial ini hanya bermodalkan membawa kamera dengan skill yang tidak terlalu bisa menggunakan kamera DSLR dalam kondisi Low Light. Inilah ketika foto ketika mengikuti kegiatan berbaginasiID pertama kali bersama Abu Marlo dan Adjie “Dygta”, dan dihari itu pula menjadi hari yang sangat spesial karena bertambahnya umurku menjadi 17 tahun ekh 21 tahun hahahahaha

Seiring waktu berjalan, meski vakum 8 bulan karena sesuatu hal yang tak bisa diungkapkan. Maka tahun 2013, bertekad untuk konsisten pada dunia sosial, saat itu masih mengikuti 2 komunitas yakni Rumah Belajar Sahaja Ciroyom sabtu jam 4 sore dan berbaginasiID sabtu jam 9 malam. Begitu padat ketika sabtu datang, tapi berbagi pada sesama menjadi pengobat ketika lelah mendera karena kepuasan moril saat membantu sesama. Waktu terus bergulir dan disitu pula saya tetap berlatih untuk dapat menguasai kondisi Low Light. Dan kini dengan segala usaha dan kerja keras, pada tanggal 29 Januari  2015, dokumentasi berbaginasiID tembus ke angka 2000 foto. Dan ini adalah foto dokumentasi ke 2000 untuk berbaginasiID, semoga dapat berlanjut untuk kedepannya dan untuk berbaginasi di seluruh Indonesia tetap semangat untuk menebar kebaikan pada sesama meski hanya dengan sebungkus nasi, salam sanguan style untuk keluarga besar berbaginasi seluruh Indonesia 😀

Big Family of BerbaginasiID

THIS WILL BRING A MEMORY

THEY NEVER REALLY LEAVE YOU

THIS IS BERBAGINASIID

WE MISS EVERY WEEK WE MEET YOU

FOUND A BEST FRIEND WHO HAVE THE SAME THINKING

WE’RE ALWAYS BEEN CRAZY ABOUT ANYTHING

FROM RICE FEEL INTO THE HEART

FUNNY MOMENT

I AM THANKFUL TO THE MEMORY OF THOSE GREAT MOMENTS WHEN WE ARE TOGETHER

THANK YOU FOR ALL THE TIME THAT WE’VE BEEN THROUGH. ALL WE NEED ISN’T JUST A BEST FRIEND, BUT ALSO A BIG FAMILY  OF BERBAGINASIID