Category Archives: BerbaginasiID

about berbaginasiID

5 Tahun 9 Organisasi

17904275_10202977616359308_4577297568680944812_n

Waktu terlalu cepat berlalu, detik ke detik, menit ke menit, dan tahun ke tahun tak terasa rasanya menjadi seorang relawan atau biar agak kecenya itu volunteer hehe. Awal cerita menjadi seorang aktifis sosial ialah melihat sosok Alm. Bapak yang selalu memberi kepada sesama tanpa melihat perbedaan derajat. Bukan itu saja alasannya, menjadi aktifis sosial ini sebenarnya adalah pelarian karena saya tidak mempunyai teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya sudah terlalu melewati batas dan saya pun harus menjauh serta tidak ingin membuat keluarga saya kecewa. Hal itulah yang jadi alasan utama menjadi aktifis sosial, selain menambah teman, meluaskan relasi, mungkin ketemu jodoh barangkali wkwkwk

Awal menjadi seorang aktifis sosial dimulai saat bergabung dengan Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan (Rubel Sahaja) pada tanggal 23 Juni 2012. Rubel sahaja ialah organisasi yang peduli terhadap kehidupan anak-anak jalanan yang mempunyai kehidupan keras dan dekat dengan tindak kriminal. Anak jalanan paling sering dijumpai saat dipersimpangan jalan, mereka mencari sesuap nasi lewat nyanyian mereka dengan baju yang lusuh dan kotor. Hal ini yang menjadi turun derajat mereka dimata masyarakat yang mata hatinya tertutup. Diusia mereka yang rata-rata seharusnya mengecap bangku sekolah mereka hanya bisa mencari rezeki lewat bernyanyi. Kehadiran Rubel Sahaja yang membimbing dan mengajarkan mereka tentang belajar tulis, belajar baca, mengaji, berwudhu, dan lain-lain terhadap anak jalanan membuka mata saya untuk lebih percaya bahwa dunia ini memang keras dan penuh dengan perjuangan.

 

Selanjutnya ada berbagi nasi, organisasi yang mempunyai konsep unik & mudah diterapkan tetapi syarat akan makna tentang pembelajaran kehidupan. Kegiatan yang membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang tidur beralas bumi beratap langit. Banyak sekali cerita nyata yang membuat hati saya cukup tertampar karena dengan kesederhanaan mereka masih bisa bersyukur akan kehidupan yang mereka jalani. Awal bergabung itu tanggal 25 Maret 2013, 1 hari sebelum berkurangnya usia, ketika itu masih ada kang Abu Marlo dan kang Adjie Dygta. 16 Februari 2014, menjadi awal sebagai publikasi dan dokumentasi kegiatan untuk berbagi nasi. Ditahun 2014 saya harus memilih satu kegiatan antara Rubel dan berbagi nasi karena kegiatan ini ada hari sabtu kala itu, rubel jam 4 sore hingga maghrib dan berbagi nasi ada di jam 9 malam. Berbagi nasilah yang saya fokuskan dengan agenda memfoto kegiatan, mengedit, mengupload, dan mengirim hasil foto kegiatan kepada pejuang nasi yang lain. Sempat rehat karena seperangkat kamera dicuri orang, berat sangat berat karena kamera itu adalah jerih payah Almarhum Abah akan tetapi saya coba mengikhlaskannya karena itu juga adalah kesalahan saya juga.

Saat masih aktif di Berbagi nasi, ada salah satu relawan dari Rumah Bintang (Rubin) ikut keluyuran bersama berbagi nasi. Sambil menunggu pejuang nasi datang, saya berbincang dengan teh titi tentang rubin, dan disana sedang kekosongan kelas photography. Teh… menawarkan untuk mengajar disana dan langsung bertanya banyak tentang rubin ke mang niki (salah satu founder Rubin). 25 Juni 2014, pertama kali datang ke Rubin dan langsung berbincang banyak dengan mang niki tentang kelas photography. Sempat beberapa kali masuk mengisi kelas photography, dan ini ada hubungannya dengan berbagi nasi yaitu kehilangan seperangkat kamera yang membuat kelas photography pun harus dihentikan sementara. Diwaktu rehat inilah ketika tidak ada kamera waktu kampus pun semakin padat dan membuat saya harus fokus ke mata kuliah. Ketika kamera sudah ada gantinya, kelas photography pun tetap tidak bisa jalan karena faktor kuliah tetapi beberapa kali membantu dokumentasi saat anak-anak rubin performance mengisi disuatu acara. Selain itu, kegiatan yang saya suka ialah saat bulan Ramadhan yaitu anak-anak mengumpulkan 1000 sehari dan diakhir bulan puasa mereka akan memasak bersama-sama dan membagikannya kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada di jalanan serta mereka sudah mampu untuk mandiri. Luar biasa guys……

Beruang matahari, komunitas yang memfokuskan sosial terhadap anak-anak yatim piatu atau anak-anak panti asuh. Tak bisa berbicara banyak tentang kegiatan ini karena saya tidak mengikuti dari mulai acara gathering, hanya H-1 datang ke persiapan acara “Bearnival”. Saat hari H saya menjadi LO atau mentor anak-anak panti di Dome Enhai. Konsepnya seperti acara sirkus ada bianglala dan lain sebagainya. Selama mengikuti acara bearnival ini, konsep yang diusung sangat menarik dan mengasikan terutama bagi anak-anak panti. Panti yang saya mentori yaitu Panti penghafal quran yang ternyata adalah panti teman saya di Madrasah yaitu Enang lukman. Di tahun ini saya mengikutinya acara beruang matahari lagi mulai dari gathering hingga acara dengan tema “Out of the box”. Ingin tahu ceritanya, search di wordpress ini hehhe….follow atuh 😀

Selanjutnya ditahun 2016 ada Sekolah Alam DagoBandung. Lagi-lagi link didapat dari pertemuan relawan di Berbagi Nasi. Saya di ajak oleh salah satu pengajar disana untuk mengisi 1 materi dan menjadi  guru tamu disana. Awalnya bukan 1 hari saja tetapi 7x pertemuan, akan tetapi saya tidak bisa memastikan kalau 7x pertemuan.  Dihari saat mengisi materi, saya membawa materi tentang recycled materials atau mendaur ulang sampah menjadi hal yang dapat dipakai kembali. Materi itu dipakai karena sesuai dengan konsep sekolah mereka yang bertemakan tentang alam. Dihari pertama hanya tentang materi dan di minggu ke dua prakteknya, akan tetapi minggu kedua ternyata bentrok dan sangat disayangkan prakteknya di batalkan. Tetapi di tahun 2017 ini saya kembali dapat kabar lewat komen Instagram, salah satu akun sekolah alam mengisi komen agar saya main lagi ke sana untuk mengisi materi, mudah-mudahan bisa terlaksana dan mengajak beberapa yang mau dari kelas inspirasi bandung dan 1000 guru bandung.

 

Indonesia Mengajar menjadi salah satu langkah besar saya untuk membantu Pendidikan di pelosok Indonesia. Mengikuti perkembangan kabar hingga 3 bulan dan akhirnya keberuntungan bukan ada disaya untuk menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar XIII ini. Akan tetapi Proses yang cukup panjang hingga tahap Direct Assessment ini cukup disyukuri mengingat ada 9832 peserta yang mendaftar. Di tahap Direct Assessment ini, tahap dimana simulasi pengajaran dan wawancara menjadi titik penentu lolos atau tidaknya ketahap selanjutnya menjadi seorang pengajar muda. Tahap ini sungguh mengasikan dengan acting berkarakter anak-anak saat simulasi belajar. Intinya, meski tidak lolos sampai tahap Direct Assessment ini saya sangat bersyukur dan bertemu teman-teman baru yang sangat luar biasa.

 

 

Ini menjadi titik dimana mimpi bisa menjadi kenyataan, membuat sebuah rumah belajar dilingkungan rumah. Meski bukan menjadi founder melainkan co-founder rumah belajar barka. Awalnya, lingkungan rumah ini belajar disuatu wilayah diluar lingkungan sukajadi, salah satu pengerak berkata “kenapa dilingkungan sukajadi ini tidak ada salah satu pengajar dari muda-mudi anak asli sukajadi?”. Tercetuslah disana, mengajak beberapa anak-anak muda termasuk saya hihhii untuk mendirikan sebuah rumah belajar. Lalu saya bertukar pikiran dan meminta saran pendapat kepada mang niki bagaimana mendirikan sebuah rumah belajar. Problem internal dari pengajar adalah yang harus dipahami, banyak kendala yang harus dipecahkan dengan berjalannya rumah belajar barka itu sendiri sebagai contoh pendanaan dan kepercayaan  warga sekitar. Dari sisi pendanaan, mau tidak mau pendanaan ini hanya bisa didapat dari masing-masing pengajar dan kepercayaan warga untuk menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu lebih dari si pengajar.

Kelas Inspirasi Bandung, menjadi organisasi yang ke 8 yang saya ikuti. Prosesnya sama seperti Indonesia Mengajar yakni menyaring relawan lewat formulir online di websitenya.  Perbedaanya adalah waktu yang tidak terlalu lama untuk menyaring relawan. Kelompok 42 di SDN Cigondewah inilah, saya mempresentasikan profesi saya sebagai desain interior. Awalnya merasa gugup berada di depan anak-anak karena bukan tipe yang cepat untuk beradaptasi. Rasa nyaman untuk menyampaikan materi baru dirasa setelah masuk kelas yang ke 3 dari 4 kelas yang saya masuki. Ini sungguh pelangalaman luar biasa menggantikan ½ hari penuh profesi guru, namun  disini bukan sebagai guru tetapi sebagai inspirator. Rekan inspirator pun sangat luar biasa mempersiapkan diri dengan membawa peralatan sesuai profesi masing-masing.

Organisasi yang baru-baru ini telah selesai kegiatannya ialah 1000 Guru Bandung dengan tema special Hardiknas. Serentak 1000 Guru yang tersebar di Indonesia membuat kegiatan ini. Awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini ahahha jarang pantau Instagram 1000 Guru Bandung. Kegiatan ini berbarengan dengan persiapan acara Beruang Matahari yang membuat saya keteteran membagi waktu, tetapi saya prioritaskan dulu untuk kegiatan 1000 Guru Bandung. Perjalanan menuju tempat lokasi dinilai cukup beresiko karena treking bebatuan, lumpur, dan jurang menjadi tantangan. Ketika hari hardiknas, acara pun sangat meriah banyak ilmu yang didapat, penampilan dari seni SDN Pangeureunan 5, Door Prize untuk warga sekitar, dan lain-lain. Sayang, Untuk acara traveling harus dibatalkan karena ada kendala kecil tetapi untuk keseluruhan acara sungguh luar biasa kebersamaannya.

Sungguh, 5 tahun yang berharga namun perlu diketahui bahwa menjadi relawan itu tidak semudah yang dibayangkan. Tidak ada niatan dari awal untuk terjun menjadi aktifis sosial, karena ini sungguh sebuah kecelakaan yang positif. Mengapa? Hal yang mendasar ialah saya tidak mempunyai seorang teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya yang dulu adalah teman sepermainan kini sudah sangat berubah dan masuk ke ranah geng m*t*r. Saya sudah beranggapan harus menjauh dan mencari teman baru.

Lewat berbagai oraganisasilah tujuan saya mencari banyaknya teman-teman yang luar biasa positif yang bisa membangun hal yang baru. Seluruh organisasi yang saya ikuti selama 5 tahun ini, banyak hal positif yang saya petik selain indahnya berbagi terhadap sesama. Pelajaran hidup itu tidak dapat diungkap dengan kata-kata karena banyak hikmah yang saya ambil dari berbagai organisasi ini. terima kasih untuk semua, kalian orang-orang yang luar biasa

4 tahun kebersamaan di Berbagi Nasi Bandung

Waktu terlalu cepat berlalu, 4 tahun sudah kebersamaan saya di komunitas yang berbagi nasi Bandung. Tepatnya pada tanggal 25 Maret 2013, saya bergabung dengan komunitas ini. Komunitas yang mengajarkan realita kehidupan orang-orang yang tidak seberuntung kita, mereka tulang banting mengais rezeki yang halal demi keluarganya atau untuk diri sendiri. Selain itu mereka pun tidak mempunyai tempat tinggal, ini sesuai dengan kutipan dari  komunitas ini yakni “tidur beralaskan bumi beratapkan langit”.  Perbandingan paling mudah seperti ini kita tidur di Kasur yaaaaannnng empuk dengan selimut tebal agar tubuh kita merasa hangat, sementara mereka tidur dengan sarung ataupun tenda biru bahkan ada yang tidur didalam  gerobak. Kita bisa makan 3x sehari sementara mereka tidak tentu bisa makan dalam sehari. Memang sebungkus nasi tidak akan mengubah kehidupan mereka tetapi dengan terisinya perut mereka yang kosong setidaknya mereka tidak kelaparan dimalam hari.

4 tahun, kurun waktu yang tidak sebentar tetapi terasa baru kemarin saya bergabung dengan komunitas ini. Kalau dibilang ngga 4 tahun banget Karena banyaknya absen dengan alasan padatnya kuliah dan menjalani 2 komunitas (rubel sahaja) dalam 1 pekan membuat waktu dan tenaga begitu terkuras. Peran saya disana cukup dibilang berat sebagai publikasi dan dokumentasi dimana setelah berbagi nasi selesai saya tidak lantas tidur tetapi hasil dokumentasinya lalu saya edit dengan memilah milih foto lalu posting di twitter, dan kirim ke grup media sosial. Ini adalah bentuk totalitas saya bila ada disebuah kelompok atau komunitas tertentu, bukan mencari sensasi tetapi inilah bentuk professional saya . Banyak hal yang tidak terduga selama menjadi publikasi dan dokumentasi seperti seperangkat kamera hilang karena dicuri orang, yah namanya musibah ngga bisa diterka hanya bisa berdoa “semoga hasil curian itu bermanfaat dan tanggung sendiri nanti diakhirat”.

Beberapa bulan belakangan memang dibilang sudah tidak aktif diberbagi nasi tetapi jangan salah saya masih berkomunikasi dengan dapur umumnya dan berkontribusi juga. Hal ini yang tahu hanya bagian dari dapur umum bagaimana saya berkontribusi disaat saya jarang berbagi nasi dan keluyuran membagikan nasi. Titik dimana saya terlalu banyak kegiatan menjadi alasan, di hari minggu pagi saya harus datang untuk mengajar di sebuah rumah belajar yang saya dan pengurus masjid dirikan. Hal ini tentu menguras tenaga dan kesehatan jika saya ikut berbagi nasi, tetapi banyak hal yang saya bisa berikan diluar kehadiran saya di berbagi nasi seperti halnya broadcast kegiatan berbagi nasi atau memberitahu dari mulut ke mulut. Dalam hal ini, saya turut berdoa agar komunitas ini tetap berjalan dengan baik, semoga yang pernah ikut berkontribusi di berbagi nasi pun dapat rezeki yang tergantikan oleh Allah SWT. You rock guys, berbagi nasi…berbagi nasi…berbagi nasi, sanguan bray !!!!!!!

Membagikan Nasi serentak se-Indonesia

12

Di hari perayaan HUT RI ke 71, Gerakan Berbagi Nasi di pelosok Indonesia serentak membagikan nasi pada tanggal 17 Agustus 2016. Rencana awal ialah 1945 nasi bungkus, tetapi diluar perkiraan dengan total 2852 nasi bungkus. Hatur nuhun para perjuang nasi seNusantara. Berikut adalah list total dari beberapa kota di Indonesia :

1. Magelang 193
2. surabaya 171
3. Kudus 160
4. Bengkulu 56
5. Makassar 150
6. Batam 50
7. Lampung & Pringsewu 171 😁
8. Singkawang 17 pas 😆
9. Jakarta 160
10. Bekasi 139
11. Pontianak 119
12. Semarang 95
13.Solo 56
14. Salatiga 100
15. Mojokerto 71
16. Jombang 60
17. Cikarang 205
18. Bandung 180
19. Jogja 106
20. Tulungagung 168
21. Tasikmalaya 25
22. Depok 50
23. Bogor 130
24. Subang 45
25. Kediri 175

Di Berbagi Nasi Bandung sendiri kedatangan tamu dari Berbagi Nasi Magelang. Hatur nuhun sudah berkunjung di kota Bandung. Tujuan merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 71 ialah memerdekakan orang-orang yang beratapkan langit beralaskan bumi dengan sebungkus nasi, hanya sebagian kecil yang bisa kami lakukan. Memerdekakan mereka atas rasa lapar yang dirasakan di malam hari.

Berikut adalah kegiatan kami Berbagi Nasi Bandung saat membagikan anasi pada perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Sanguan Brayyy !!!

3 tahun Berbagi Nasi Bandung

12552951_10201440646336018_7402200468400508351_n-crop

25 maret 2013 menjadi awal bergabungnya saya menjadi bagian di berbagi nasi. Konsep yang diusung oleh berbagi nasi ini sangatlah unik dan banyak memberi banyak pelajaran tentang hidup. Tanggal 25 maret dipilih karena hari itu adalah H-1 saya bertambah usia, sehingga sangatlah tepat bagaimana cara saya mensyukuri hidup yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan cara berbagi terhadap sesama. Namun setelah itu absen selama 8 bulan karena disibukkan oleh waktu kuliah. Awal 2014 menjadi kembalinya saya ke berbagi nasi dengan niat yang lebih kuat dan lebih semangat untuk berbagi terhadap sesama. Diawali dengan adanya meeting berbaginasi 2014 dengan berbagai konsep yang akan membahas perbaikan intern dari kegiatan berbagi nasi tersebut. Hasil  meeting itulah saya diangkat dan dipercaya menjadi dokumentasi dan publikasi kegiatan berbagi nasi.

_DSC7570

Minggu ke minggu telah berlalu, banyak moment yang tidak bisa dikatakan dengan kata yang tepat karena moment ini adalah melihat cara mereka (Red; homeless) berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka demi keluarganya. Makan bagi sebagian orang mungkin dapat 3 kali sehari dengan makanan yang enak dan lezat, sementara mereka yang berada dijalan ketika diberikan sebungkus nasi dengan makanan lauk pauk seadanya mereka sangat bahagia. Banyak moment yang saya syukuri dan mendapat pengalaman hebat ketika diberbagi nasi, seperti halnya mereka (Red; homeless) sudah dapatkan nasi dari relawan nasi akan tetapi meminta kembali ke relawan yang lain. Namun hal ini sangat disayangkan, begitu nasi habis ada saja yang tidak kebagian nasi.

this gentleman suffered a sudden attack of illness, and teams berbagi nasi to take it to RSHS. Hopefully, Ridwan Kamil and Dinsos can help this gentleman that we don't know the identity of his name because we can't even speak clearly,Ya Rabb give recovery to him, Amen, Ya rabb

Gambar diatas  adalah ketika mengantarkan seorang bapak yang tiba-tiba kejang dijalan, dan tim berbagi nasi lantas membawanya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut agar kondisi bapak ini lebih baik. Lantas tim pun mentweet dinsos Bandung untuk mendapat perawatan selanjutnya.

bapak ini mengalami stroke dan sudah sulit berbicara dengan jelas

Gambar diatas adalah seorang bapak lanjut usia mengidap stroke yang membuat kami ketika berkomunikasi agak susah untuk diterjemahkan karena asalnya bukan dari Bandung akan tetapi tim berusaha untuk mencari keluarganya yang entah dimana.

as

Gambar diatas adalah seorang bapak yang memiliki istri dan 3 orang anak. Bapak ini asli orang orang ciwidey yang merantau ke Kota Bandung untuk mencari nafkah, istri dan 2 orang anaknya kini telah tiada karena menjadi korban tanah longsor yang meratakan rumahnya dengan tanah. Saat itu bapak dan 1 anak tidak ada dirumah, kini bapak mencari penghasilan menjadi seorang pemulung dan anaknya menjadi seorang pelayan disalah satu toko di Bandung.

_DSC4458DSC_3592

Sempat 2x menjadi relawan terhadap korban banjir Baleendah dan subang untuk memberi bantuan terhadap mereka yang rumahnya terendam dengan ketinggian 3 meter akibat cuaca yang terus diguyur hujan.

_DSC0013 _DSC0008

kegiatan yang sering dilakukan ketika bulan puasa datang ialah mentiadakan kegiatan seminggu sekali berbagi nasi / menonaktifkan sementara kegiatan berbagi nasi di malam hari. kegiatan ini diganti menjadi berbagi takjil untuk mereka / masyarakat yang masih dijalan atau dalam perjalanan pulang dan saat itulah kami berbagi makanan ringan untuk sekedar berbuka puasa ketika masyarakat masih berada dijalan.

DSC_0347 DSC_0314

Gambar diatas merupakan gambar ketika sinergi antar kegiatan sosial dengan komunitas lain untuk menyatukan gagasan/ menyalurkan ide-ide kreatif mereka demi satu tujuan yang sama yakni membantu sesama manusia yang terkena musibah atau hal-hal lainnya yang bersifat kegiatan positif.

DSC_0124

Sempat Absen lama dari akhir februari hingga awal januari 2016 karena  saya harus fokus Pra Tugas Akhir dan Tugas Akhir yang nanti akan dihadapi. Setelah selesai sidang Tugas Akhir, saya kembali ke berbagi nasi bukan sebagai dokumentasi dan publikasi berbagi nasi lagi tetapi sebagai relawan yang membagikan nasi kepada orang yang berhak untuk diberikan nasi bungkus.

Hari ke hari, minggu ke minggu, tahun ke tahun silih berganti, tak terasa sudah 3 tahun menjadi bagian berbagi nasi Bandung. Banyak perubahan dari seluruh aspek dari awal saya bergabung hingga saat ini. Relawan silih berganti datang dan pergi, namun hal itu perlu dimaklumi karena pasti ada waktunya untuk fokus pada kehidupan masing-masing. Pada Akhirnya, saya pun akan seperti mereka dan tidak akan ada diberbagi nasi lagi namun entah kapan karena bagi saya berbagi nasi ini memberi banyak pengalaman dan pelajaran tentang hidup. Kenapa saya harus berhenti dari berbagi nasi? Bukan berhenti tapi banyak kegiatan-kegiatan positif selanjutnya yang masih berhubungan dengan kegiatan sosial yang perlu saya ikuti untuk mendapat pengalaman dan pelajaran hidup yang baru dari kegiatan tersebut.

(25 maret 2013-25 maret 2016)

 

dokumentasi berbaginasiID tembus 2000 foto

Seorang yang ditunjuk dan dipercayai untuk menjadi bagian dalam suatu organisasi / komunitas adalah suatu hal yang membahagiakan karena kepercayaan orang lain terhadap orang yang ditunjuk untuk menjabat dalam suatu organisasi. Ketika awal mengikuti komunitas berbaginasiID, komunitas yang berbasis sosial ini hanya bermodalkan membawa kamera dengan skill yang tidak terlalu bisa menggunakan kamera DSLR dalam kondisi Low Light. Inilah ketika foto ketika mengikuti kegiatan berbaginasiID pertama kali bersama Abu Marlo dan Adjie “Dygta”, dan dihari itu pula menjadi hari yang sangat spesial karena bertambahnya umurku menjadi 17 tahun ekh 21 tahun hahahahaha

Seiring waktu berjalan, meski vakum 8 bulan karena sesuatu hal yang tak bisa diungkapkan. Maka tahun 2013, bertekad untuk konsisten pada dunia sosial, saat itu masih mengikuti 2 komunitas yakni Rumah Belajar Sahaja Ciroyom sabtu jam 4 sore dan berbaginasiID sabtu jam 9 malam. Begitu padat ketika sabtu datang, tapi berbagi pada sesama menjadi pengobat ketika lelah mendera karena kepuasan moril saat membantu sesama. Waktu terus bergulir dan disitu pula saya tetap berlatih untuk dapat menguasai kondisi Low Light. Dan kini dengan segala usaha dan kerja keras, pada tanggal 29 Januari  2015, dokumentasi berbaginasiID tembus ke angka 2000 foto. Dan ini adalah foto dokumentasi ke 2000 untuk berbaginasiID, semoga dapat berlanjut untuk kedepannya dan untuk berbaginasi di seluruh Indonesia tetap semangat untuk menebar kebaikan pada sesama meski hanya dengan sebungkus nasi, salam sanguan style untuk keluarga besar berbaginasi seluruh Indonesia 😀

Big Family of BerbaginasiID

THIS WILL BRING A MEMORY

THEY NEVER REALLY LEAVE YOU

THIS IS BERBAGINASIID

WE MISS EVERY WEEK WE MEET YOU

FOUND A BEST FRIEND WHO HAVE THE SAME THINKING

WE’RE ALWAYS BEEN CRAZY ABOUT ANYTHING

FROM RICE FEEL INTO THE HEART

FUNNY MOMENT

I AM THANKFUL TO THE MEMORY OF THOSE GREAT MOMENTS WHEN WE ARE TOGETHER

THANK YOU FOR ALL THE TIME THAT WE’VE BEEN THROUGH. ALL WE NEED ISN’T JUST A BEST FRIEND, BUT ALSO A BIG FAMILY  OF BERBAGINASIID

 

Berbagi pengobatan

DSC_3506 DSC_3593 DSC_3592 DSC_3558 DSC_3524DSC_3500

#latepost

Posko Banjir Bandung Selatan

Team @berbaginasiID (berbaginasi.com) berkerjasama dengan Yayasan Berbagi Satu Nusantara dan para jejaringnya akan turun membantu korban banjir Bandung selatan pasca Bencana.

Target Lokasi :
1. Rw 06. Kp. Cibadak kel. Andir
2. Rw 07. Kp. Muara kel. Andir

Aktifitas :
1. Posko kesehatan
– target 1.000 pasien
2 dapur umum
– target 1.000 nasi bukus per hari

Tanggal eksekusi
3-5 Januari 2015

Posko induk :
Rumah bapak Nana (kopo)

Kerja bareng :
– VCB DRU
– Volkswagen Club Bandung
– yayasan Tri kusuma bangsa
– Numberone Broadcasting School
– Rotary Club Bandung (Disaster Relief Bandung)
– Rotaract Bandung
BerbagiNasi.com
– Bandung Food Truck
– Persatuan dokter kulit Bandung
– Dharma Wanita Persatuan Forkappsi
– Al masoem
– Satgas poltekes
– Yayasan Berbagi Satu Nusantara

Contact person:
Danang 082115510033

Yayasan Berbagi Satu Nusantara
Rek. Mandiri 132-00-2014111-6

Terimanasi
Www.berbaginasi.com
Follow @berbaginasiID

Yayasan Berbagi Satu Nusantara
Follow @berbagisatunusa
BerbagiSatuNusantara.org

Lets Rawks !!

\m/

Eating leftover meals from food production

Apa yang kalian rasakan jika melihat kehidupan mereka???

Singkat cerita, beliau ini adalah orang yang memakan makanan sisa yang ia pungut dari tong sampah. Disaat kita bingung menghabiskan makanan di cafe atau di restoran, beliau tidak sega-segan memakan sisa makan dari tong sampah. Memang seperti tidak mungkin,  beliau memang mempunyai gangguan jiwa seperti di ketahui orang-orang sekitar menjuluki ibu ini dengan nama nini gayot. jika kalian tahu, beliau bahkan meminum air selokan dan di masukan kedalam botol plastik. Sisa makanan yang beliau pungut dan air minum yang di ambil dari selokan, beliau masak kembali makanan dan air tersebut untuk memenuhi perutnya yang kosong.

Yang menjadi pertanyaan ? mengapa warga sekitar tidak peduli dengan nasib ibu ini. Jangan dulu bertanya pada pemerintah, terlalu jauh bahkan seakan tidak peduli dengan nasib orang-orang yang berada di jalanan. Apakan dengan singkat cerita nyata ini, menyentuh hati kalian untuk membantu sesama? jika tersentuh, mulailah dari sekitar rumah anda, jadikan hidup ini lebih berarti dengan membantu sesama.

Translate Indonesia to English

Eating leftover meals from food production. What do you feel when you see their lives?

Shortly tell, she is someone who takes the leftover foods that she took from the dump while we are confused how to eat all the food we’ve ordered in cafe or restaurant, she did not hesitate to eat the leftover foods from the dump. Actually she got a mental disorder. People has been calling her “nenek gayot” or “granma gayot”. she also drink water from sewerage, and put it into a plastic bottle. She even cook the leftover foods and the water from sewerage that she got for her to fiil her empty stomach.

The question is, why there’s no one care about her? Why people around her seems like they’re not trying to help her? Don’t ask the goverment yet, they don’t even seem like they’re concern about people like them. Is this real story able to touch and move people’s heart? If you feel touched, try to help people around you. Let’s make our life more meaningful by helping other!

( thank’s to my best friend @wibbyson )

berbaginasiID sinergi berbaginasiSBG

dipertengahan area sawah (Musibah banjir di Subang)

dipertengahan area sawah (Musibah banjir di Subang)

08/03/2014

Team berbaginasiID (Bandung) sinergi dengan berbaginasiSBG (Subang) untuk memberi pengobatan gratis kepada korban banjir di Kab.Subang. Akses jalan yang tidak begitu lancar karena jalanan rusak berat yang membuat team berbaginasiID dan berbaginasiSBG lumayan tersendat. Jauh sebelum ke tempat tujuan, di pertengahan jalan mobil kami sudah tergenang banjir yang membuat laju mobil harus di perlambat karena arah jalan tidak begitu terlihat. Jika dilihat ada seorang ibu-ibu yang nekat menerobos jalan di area pertengahan sawah, banjir yang tergenang setinggi lutut orang dewasa. Memang, intensitas curah hujan saat itu begitu tinggi sehingga rawan masyarakat disana terkena penyakit seperti demam berdarah, Leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau disebut (ISPA), Penyakit Kulit, Penyakit Saluran Cerna Lain, Perburukan Penyakit Kronis yang Mungkin Sudah Diderita, dan lain-lain.

Kami tergerak untuk membantu sesama bersinergi dengan komunitas lain dengan membagikan pengobatan gratis dan sembako. Dokter pun sudah disiapkan dan yang lainnya bertugas sebagai apoteker.  sekitar 100 warga lebih datang untuk mendapat pengobatan gratis mulai dari orang dewasa, lanjut usia sampai anak-anak. Lokasi itu sendiri memang sangat rawan, bagai mana tidak mereka sendiri tidak menjaga lingkungannya dengan baik, selokan kecil pun banyak sampah terutama plastik. Semoga ini bisa menjadi contoh agar tidak terjadi lagi yang namanya banjir oleh orang yang suka membuang sampah sembarangan, perhatikanlah mulai dari yang kecil seperti selokan atau membuat kerja bakti baik seminggu sekali atau sebulan sekali. Semoga daerah yang terkena bencana banjir bisa setidaknya mencegah datangnya banjir kembali dengan peduli terhadap sekitar rumahnya :D.

Berbagi tajil @berbaginasiID

05072014 Bandung
Laporan #berbagitajil bahwa 225 bungkus nasi, 350 bungkus tajil, 4 dus air mineral kemasan, 14 dus air teh dalam kemasan sudah selesai dibagikan di jl purnawarman no 8 (sesudah BEC) oleh para pejuangnasi yg rela berkorban tenaga, waktu & jiwa untuk berbagi.

Target nya masih sama, org yg berada di angkot, pejalan kaki, pengendara motor, karyawan, kuli bangunan, orang yg minta-minta, pemulung dll semua butuh tajil ketika adzan hendak berkumandang. Semoga berkah selalu.

“Tak Ada balasan kebaikan selain kebaikan (pula)”

———————————————————————————————

bikin ngabuburit Nya menjadi berkah..
Mari menginspirasi & berbuat kebaikan dimulai dari diri sendiri & lingkungan sekitar. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan.. hey ho! let’s go!

Jadwal #berbaginasi alternative puasa:

•Setiap Kamis & Sabtu, rutin #berbagitajil setiap jam 17:00-18:00. Minggu depan atau hari kamis tgl 12 juli 2014 kita ada di jl.Sancang 06 Lodaya-Bandung dalam acara undangan Talk Show bareng @sanfestBDG (Mesjid Raya Mujahidin)

• #berbagimakansiang setiap hari Rabu jam 12-13 di Rumah Singgah, ged kemuning RSHS. orang sakit tidak wajib berpuasa ya. 

note: berbaginasi malam di bank danamon merdeka ditiadakan.
mengapa #berbaginasi malam ditiadakan?
1. spy bs beribadah tarawih dng khusuk
2. target gelandangan & pengemis (musiman) bertambah ketika ramadhan, jd banyak yg modus memanfaatkan kebaikan org di bln ramadhan.
3. banyak kegiatan sejenis ketika malam hari (sahur on the road).

Syarat:
-1. bawa tajil/nasi bungkus (tidak wajib)
-2. bawa tenaga buat bantu distribusi
-3. bantu BC ini, spy syarat 1 & 2 jd bertambah.

cp: danang -pin 76b62332 /082115510033. David 085956397799/ 2b381493. Adrian 085721513025. zaka 085222433770-741DA9CA

u/ info kegiatan:
follow @berbaginasiID
www.berbaginasi.com