Category Archives: Kelas Inspirasi Bandung

5 Tahun 9 Organisasi

17904275_10202977616359308_4577297568680944812_n

Waktu terlalu cepat berlalu, detik ke detik, menit ke menit, dan tahun ke tahun tak terasa rasanya menjadi seorang relawan atau biar agak kecenya itu volunteer hehe. Awal cerita menjadi seorang aktifis sosial ialah melihat sosok Alm. Bapak yang selalu memberi kepada sesama tanpa melihat perbedaan derajat. Bukan itu saja alasannya, menjadi aktifis sosial ini sebenarnya adalah pelarian karena saya tidak mempunyai teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya sudah terlalu melewati batas dan saya pun harus menjauh serta tidak ingin membuat keluarga saya kecewa. Hal itulah yang jadi alasan utama menjadi aktifis sosial, selain menambah teman, meluaskan relasi, mungkin ketemu jodoh barangkali wkwkwk

Awal menjadi seorang aktifis sosial dimulai saat bergabung dengan Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan (Rubel Sahaja) pada tanggal 23 Juni 2012. Rubel sahaja ialah organisasi yang peduli terhadap kehidupan anak-anak jalanan yang mempunyai kehidupan keras dan dekat dengan tindak kriminal. Anak jalanan paling sering dijumpai saat dipersimpangan jalan, mereka mencari sesuap nasi lewat nyanyian mereka dengan baju yang lusuh dan kotor. Hal ini yang menjadi turun derajat mereka dimata masyarakat yang mata hatinya tertutup. Diusia mereka yang rata-rata seharusnya mengecap bangku sekolah mereka hanya bisa mencari rezeki lewat bernyanyi. Kehadiran Rubel Sahaja yang membimbing dan mengajarkan mereka tentang belajar tulis, belajar baca, mengaji, berwudhu, dan lain-lain terhadap anak jalanan membuka mata saya untuk lebih percaya bahwa dunia ini memang keras dan penuh dengan perjuangan.

 

Selanjutnya ada berbagi nasi, organisasi yang mempunyai konsep unik & mudah diterapkan tetapi syarat akan makna tentang pembelajaran kehidupan. Kegiatan yang membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang tidur beralas bumi beratap langit. Banyak sekali cerita nyata yang membuat hati saya cukup tertampar karena dengan kesederhanaan mereka masih bisa bersyukur akan kehidupan yang mereka jalani. Awal bergabung itu tanggal 25 Maret 2013, 1 hari sebelum berkurangnya usia, ketika itu masih ada kang Abu Marlo dan kang Adjie Dygta. 16 Februari 2014, menjadi awal sebagai publikasi dan dokumentasi kegiatan untuk berbagi nasi. Ditahun 2014 saya harus memilih satu kegiatan antara Rubel dan berbagi nasi karena kegiatan ini ada hari sabtu kala itu, rubel jam 4 sore hingga maghrib dan berbagi nasi ada di jam 9 malam. Berbagi nasilah yang saya fokuskan dengan agenda memfoto kegiatan, mengedit, mengupload, dan mengirim hasil foto kegiatan kepada pejuang nasi yang lain. Sempat rehat karena seperangkat kamera dicuri orang, berat sangat berat karena kamera itu adalah jerih payah Almarhum Abah akan tetapi saya coba mengikhlaskannya karena itu juga adalah kesalahan saya juga.

Saat masih aktif di Berbagi nasi, ada salah satu relawan dari Rumah Bintang (Rubin) ikut keluyuran bersama berbagi nasi. Sambil menunggu pejuang nasi datang, saya berbincang dengan teh titi tentang rubin, dan disana sedang kekosongan kelas photography. Teh… menawarkan untuk mengajar disana dan langsung bertanya banyak tentang rubin ke mang niki (salah satu founder Rubin). 25 Juni 2014, pertama kali datang ke Rubin dan langsung berbincang banyak dengan mang niki tentang kelas photography. Sempat beberapa kali masuk mengisi kelas photography, dan ini ada hubungannya dengan berbagi nasi yaitu kehilangan seperangkat kamera yang membuat kelas photography pun harus dihentikan sementara. Diwaktu rehat inilah ketika tidak ada kamera waktu kampus pun semakin padat dan membuat saya harus fokus ke mata kuliah. Ketika kamera sudah ada gantinya, kelas photography pun tetap tidak bisa jalan karena faktor kuliah tetapi beberapa kali membantu dokumentasi saat anak-anak rubin performance mengisi disuatu acara. Selain itu, kegiatan yang saya suka ialah saat bulan Ramadhan yaitu anak-anak mengumpulkan 1000 sehari dan diakhir bulan puasa mereka akan memasak bersama-sama dan membagikannya kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada di jalanan serta mereka sudah mampu untuk mandiri. Luar biasa guys……

Beruang matahari, komunitas yang memfokuskan sosial terhadap anak-anak yatim piatu atau anak-anak panti asuh. Tak bisa berbicara banyak tentang kegiatan ini karena saya tidak mengikuti dari mulai acara gathering, hanya H-1 datang ke persiapan acara “Bearnival”. Saat hari H saya menjadi LO atau mentor anak-anak panti di Dome Enhai. Konsepnya seperti acara sirkus ada bianglala dan lain sebagainya. Selama mengikuti acara bearnival ini, konsep yang diusung sangat menarik dan mengasikan terutama bagi anak-anak panti. Panti yang saya mentori yaitu Panti penghafal quran yang ternyata adalah panti teman saya di Madrasah yaitu Enang lukman. Di tahun ini saya mengikutinya acara beruang matahari lagi mulai dari gathering hingga acara dengan tema “Out of the box”. Ingin tahu ceritanya, search di wordpress ini hehhe….follow atuh 😀

Selanjutnya ditahun 2016 ada Sekolah Alam DagoBandung. Lagi-lagi link didapat dari pertemuan relawan di Berbagi Nasi. Saya di ajak oleh salah satu pengajar disana untuk mengisi 1 materi dan menjadi  guru tamu disana. Awalnya bukan 1 hari saja tetapi 7x pertemuan, akan tetapi saya tidak bisa memastikan kalau 7x pertemuan.  Dihari saat mengisi materi, saya membawa materi tentang recycled materials atau mendaur ulang sampah menjadi hal yang dapat dipakai kembali. Materi itu dipakai karena sesuai dengan konsep sekolah mereka yang bertemakan tentang alam. Dihari pertama hanya tentang materi dan di minggu ke dua prakteknya, akan tetapi minggu kedua ternyata bentrok dan sangat disayangkan prakteknya di batalkan. Tetapi di tahun 2017 ini saya kembali dapat kabar lewat komen Instagram, salah satu akun sekolah alam mengisi komen agar saya main lagi ke sana untuk mengisi materi, mudah-mudahan bisa terlaksana dan mengajak beberapa yang mau dari kelas inspirasi bandung dan 1000 guru bandung.

 

Indonesia Mengajar menjadi salah satu langkah besar saya untuk membantu Pendidikan di pelosok Indonesia. Mengikuti perkembangan kabar hingga 3 bulan dan akhirnya keberuntungan bukan ada disaya untuk menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar XIII ini. Akan tetapi Proses yang cukup panjang hingga tahap Direct Assessment ini cukup disyukuri mengingat ada 9832 peserta yang mendaftar. Di tahap Direct Assessment ini, tahap dimana simulasi pengajaran dan wawancara menjadi titik penentu lolos atau tidaknya ketahap selanjutnya menjadi seorang pengajar muda. Tahap ini sungguh mengasikan dengan acting berkarakter anak-anak saat simulasi belajar. Intinya, meski tidak lolos sampai tahap Direct Assessment ini saya sangat bersyukur dan bertemu teman-teman baru yang sangat luar biasa.

 

 

Ini menjadi titik dimana mimpi bisa menjadi kenyataan, membuat sebuah rumah belajar dilingkungan rumah. Meski bukan menjadi founder melainkan co-founder rumah belajar barka. Awalnya, lingkungan rumah ini belajar disuatu wilayah diluar lingkungan sukajadi, salah satu pengerak berkata “kenapa dilingkungan sukajadi ini tidak ada salah satu pengajar dari muda-mudi anak asli sukajadi?”. Tercetuslah disana, mengajak beberapa anak-anak muda termasuk saya hihhii untuk mendirikan sebuah rumah belajar. Lalu saya bertukar pikiran dan meminta saran pendapat kepada mang niki bagaimana mendirikan sebuah rumah belajar. Problem internal dari pengajar adalah yang harus dipahami, banyak kendala yang harus dipecahkan dengan berjalannya rumah belajar barka itu sendiri sebagai contoh pendanaan dan kepercayaan  warga sekitar. Dari sisi pendanaan, mau tidak mau pendanaan ini hanya bisa didapat dari masing-masing pengajar dan kepercayaan warga untuk menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu lebih dari si pengajar.

Kelas Inspirasi Bandung, menjadi organisasi yang ke 8 yang saya ikuti. Prosesnya sama seperti Indonesia Mengajar yakni menyaring relawan lewat formulir online di websitenya.  Perbedaanya adalah waktu yang tidak terlalu lama untuk menyaring relawan. Kelompok 42 di SDN Cigondewah inilah, saya mempresentasikan profesi saya sebagai desain interior. Awalnya merasa gugup berada di depan anak-anak karena bukan tipe yang cepat untuk beradaptasi. Rasa nyaman untuk menyampaikan materi baru dirasa setelah masuk kelas yang ke 3 dari 4 kelas yang saya masuki. Ini sungguh pelangalaman luar biasa menggantikan ½ hari penuh profesi guru, namun  disini bukan sebagai guru tetapi sebagai inspirator. Rekan inspirator pun sangat luar biasa mempersiapkan diri dengan membawa peralatan sesuai profesi masing-masing.

Organisasi yang baru-baru ini telah selesai kegiatannya ialah 1000 Guru Bandung dengan tema special Hardiknas. Serentak 1000 Guru yang tersebar di Indonesia membuat kegiatan ini. Awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini ahahha jarang pantau Instagram 1000 Guru Bandung. Kegiatan ini berbarengan dengan persiapan acara Beruang Matahari yang membuat saya keteteran membagi waktu, tetapi saya prioritaskan dulu untuk kegiatan 1000 Guru Bandung. Perjalanan menuju tempat lokasi dinilai cukup beresiko karena treking bebatuan, lumpur, dan jurang menjadi tantangan. Ketika hari hardiknas, acara pun sangat meriah banyak ilmu yang didapat, penampilan dari seni SDN Pangeureunan 5, Door Prize untuk warga sekitar, dan lain-lain. Sayang, Untuk acara traveling harus dibatalkan karena ada kendala kecil tetapi untuk keseluruhan acara sungguh luar biasa kebersamaannya.

Sungguh, 5 tahun yang berharga namun perlu diketahui bahwa menjadi relawan itu tidak semudah yang dibayangkan. Tidak ada niatan dari awal untuk terjun menjadi aktifis sosial, karena ini sungguh sebuah kecelakaan yang positif. Mengapa? Hal yang mendasar ialah saya tidak mempunyai seorang teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya yang dulu adalah teman sepermainan kini sudah sangat berubah dan masuk ke ranah geng m*t*r. Saya sudah beranggapan harus menjauh dan mencari teman baru.

Lewat berbagai oraganisasilah tujuan saya mencari banyaknya teman-teman yang luar biasa positif yang bisa membangun hal yang baru. Seluruh organisasi yang saya ikuti selama 5 tahun ini, banyak hal positif yang saya petik selain indahnya berbagi terhadap sesama. Pelajaran hidup itu tidak dapat diungkap dengan kata-kata karena banyak hikmah yang saya ambil dari berbagai organisasi ini. terima kasih untuk semua, kalian orang-orang yang luar biasa

Hari Inspirasi di SD Cigondewah 01

H-4 sebelum Hari Inspirasi, saya membuat konsep untuk anak-anak tentang profesi sebagai desain interior yaitu membuat denah kecil ruangan kelas, perspektifnya, dan juga maketnya.PR yang membuat waktu terkuras yaaaa membuat maketnya itu looh :’). Selain itu saya membawa sketsa wajah dan vrctor face, ini bertujuan bukan untuk pamer tetapi agar anak-anak lebih mengembangkan lagi bagi yang suka menggambar dan  jangan terpaku pada gambar kartun saja. Back to maket,  Bergegas membeli persenjataan maket sambil ngeprint layout denah kecil ruangan kelas di dekat kampus ITENAS. Untung poster 3×1 meter sudah jadi dihari itu juga, jadi focus untuk membuat maket dan materi lain dengan lebih terkonsep. Dalam waktu 24 jam progress maket sudah mendekati selesai. Manajemen waktu menjadi kunci, ini yang sering saya lakukan agar lebih sesuai dengan jadwal yang telah dipikirkan. Proses maket diakhir-akhir  terkendala dengan miniatur kursi yang ukurannya sangat kecil, yaaaa terpaksa nyomot dari maket tugas akhir dulu hahaha…. Dan akhirnya di H-2 maket sudah selesai sehingga saya lebih memikirkan alur pengajaran untuk dikelas nanti.

Proses print konsep masih harus dilakukan pada H-1 hari inspirasi bolak balik antara rumah ke jln. Pahlawan serta membantu teh jinnie membuat layout bahan pengajaran dan harus pergi lagi ke Dipatiukur pada malam harinya. Semua telah rampung dimalam itu dari segi persiapan, materi, konsep dan lain-lain, kendalanya adalah waktu kumpul jam 06.00 di SDN Cigondewah 01. Seperti dahulu, saya terbiasa untuk begadang (hal yang tidak baik sih) tapi kalo ngga bakalan bablas tidur -.-“ wkkwkwk.. Diwaktu malam, saya mengisi waktu dengan menonton Kelas Inspirasi Bandung sebelumnya yang membuat rasa ini semakin bergairah untuk bertemu dengan anak-anak di sekolah pada pagi harinya. Selain menonton Kelas Inspirasi saya pun mencari-cari trik ice breaking yang mudah agar pada saat anak-anak mulai bosan trik ini dapat berjalan.

Pada jam 05.00 setelah shalat subuh saya bergegas untuk pergi ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh, nyatanya terlalu cepat pergi dari rumah wkkwkwk jam 05.15 sudah sampai… haduuuhh. Menunggu relawan lain datang sambil ngopi untuk menghangatkan badan. Jam 05.45 relawan akhirnya berdatangan dan langsung bersiap-siap untuk memasang poster 3 x 1 serta menempelkan nomor ruangan. Disesi sebelum opening ada salah satu anak yang menghampiri ruangan para relawan dan  ingin berkenalan dengan para relawan, sepertinya tidak sabar ingin mendapat inspirasi dari para relawan. 5 menit sebelum opening kami pun menyiapkan diri serta berdoa untuk kelangsungan acara agar dilancarkan. I’m really excited but really nervous too, itu yang saya rasakan sebelum opening dimulai. Padahal sudah beberapa kali ngajar tapi entah ini rasanya berbeda.

dscf4667-copy

Dokumentasi dari Kang Nuy

Opening pun dimulai, dengan sambutan kepala sekolah serta senam pinguin baik itu relawan, anak-anak serta gurunya pun ikutan biar sehat dan gembira. Opening sudah saatnya eksekusi dari setiap relawan dengan profesi masing-masing dengan durasi 45 menit. Masuklah saya ke kelas pertama di kelas 6C, awal-awal cukup keteteran Karena ritme materi yang terlalu cepat sehingga disisa waktu kita belajar menggambar sebuah ruangan satu titik hilang. Dikelas 6C ini ada salah satu anak yang excited  Karena cita-cita ingin menjadi arsitek, ini masih ada hubungannya juga dengan profesi desain interior. 45 menit pun berakhir dan saya pun istirahat sejenak . pukul jam 09.00 langsung saya bergegas ke kelas 4A. Berbeda dengan kelas sebelumnya, kelas ini sedikit aktif dan ritme materi pun mulai tertata dengan baik sehingga saya sudah merasa enjoy dengan suasana kelas. Mereka lebih suka ketika saya menampilkan maket ruangan kelas, yaaa emang kaya mainan sih ahhahha. Mulai di kelas inilah saya merasa sudah menemukan ritme dan alur materi.  Namun waktu yang diberikan hanya 30 menit Karena menyesuaikan waktu di sekolah ini.

dsc-1-21

Dokumentasi dari Kang Pandito

Pada pukul 10.00 saya pun langsung mendatangi kelas 4B, disini ternyata anak-anaknya lebih aktif lagi disbanding 2 kelas sebelumnya. Ketika menampilkan hobi freestyle soccer ada permintaan anak untuk atraksi, haddeeuuhhh ini kelas bukan lapangan. Mau ngga mau harus hahaha tapi yang mudah saja, saya hanya menampilkan trik head stall (menyeimbangkan bola di kepala).  Materi pun dilanjutkan, sama seperti kelas 4A di kelas ini antusias pada maket yang saya bawa dan salah satu anak ingin mempunyai maket tersebut namun saya jawab “nanti kakak titipkan ke ibu guru sebagai hadiah yaa jadi kalian bisa lihat maketnya”… binggung atuh jawab naon bisi salah deuih :’(. Saat jam telah berakhir salah satu anak bilang “yaaah kak jangan pergi dulu”. Semua memeluk seakan saya tidak diperbolehkan keluar kelas, ini momen paling haru dan saya pun menawarkan gimana kalau foto bersama ya, kakak harus ke kelas berikutnya. Akhirnya mereka mau, tetapi kondisi keluar kelas pun saya tetap dipeluk erat oleh mereka…. So Sweet banget.  Selesai foto bersama mereka pun mengambilkan bahan materi saya yang ditinggal dikelas. Saya pikir kelas ini sungguh aktif, baik-baik anaknya, dan mudah dipahami. Setelah jam selesai akhirnya saya langsung ke kelas 5B, posisinya hampir sama dengan kelas 4B saya harus atraksi freestyle soccer lagi kwkwkkwk.. dan pertanyaan yang sama “kak boleh ngga maketnya buat aku?”. Waktu 5 menit sebelum jam selesai ternyata harus sudah selesai menempelkan cita-cita anak-anak di poster pohon harapan sehingga saya mempercepat materi agar anak-anak bisa menulis cita-citanya dan menempelkannya di poster tersebut.

dscf4706-copy

4 kelas sudah didatangi, dan ini waktunyanya untuk closing. Di seluruh akhir kelas, saya berpesan bahwa kalian harus eksplore lagi kembangkan lagi potensi kalian lebih satu bidang, jangan malas, dan  rajinlah belajar. Mata saya tertuju pada gerbang sekolah, anak-anak yang kebagian sekolah siang tidak kebagian hari inspirasi dari para relawan, itu yang membuat hati saya merasa kasihan tetapi bagaimana pun waktu yang disediakan hanya dari jam 07 sampai jam 12 siang. Waktunya closing dan kami pun berpamitan dengan anak-anak layaknya lebaran +/- 400 anak menyalami para relawan dan guru untuk pulang ke rumah masing-masing. Di akhir waktu sebelum berpamitan dengan guru-guru SDN Cigondewah 01 kami pun berfoto bersama untuk kenang-kenangan serta sebagai janji saya memberikan maket ruang kelas kepada salah satu guru daaaaannnnn kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01 pun selesai.

“Kelas inspirasi Bandung 5 merupakan organisiasi yang ke 8 dalam 5 tahun terakhir menjadi seorang aktifis sosial. Dikelas Inspirasi inilah ada hal yang berbeda yang tak bisa diungkap setelah menjalani seharian penuh menggantikan peran  guru. Hal yang saya petik ialah peran guru merupakan pusat ilmu, sehingga pantas bila guru adalah pahlawan bangsa yang hebat. Mereka tidak kenal lelah mendidik anak-anak dari yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang yang tahu akan ilmu. Bukan saya saja yang menginspirasi banyak hal tetapi anak-anak pun telah menginspirasi saya dalam hal apapun. Terima kasih untuk seluruh guru di Indonesia, kalianlah pahlawan sesungguhnya dan anak-anak yang telah menginspirasi banyak hal, semoga percikan ini dapat membuat asa meraih mimpi kalian semakin kuat dan nyata”.

kelompok-42

“10 hari berkenalan dengan para inspirator hebat dan langsung bergerak membuat progam anak-anak untuk hari inspirasi dengan waktu relatif singkat sungguh sangat berkesan. Rasa kekeluargaan menjadi lebih terasa berkat kerja sama yang cukup apik meski banyaknya kendala. Semoga perkenalan yang singkat ini menjadi awal menjadi keluarga baru yang terus terjalin silaturahmi antar inspirator.”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 2

img_1855

Dokumentasi dari Kang Egi

Briefing kelas inspirasi kemarin (12 Februari 2017) sudah dipecah dan saya kebagian di kelompok 42 untuk hari inspirasi di SDN Cigondewah 01. Kami pun awal-awal agak keteteran dengan progress yang dibilang telat panas hahaha Karena sang pembimbing kita teh EL selalu memberi progress kelompok lain tetapi itu membuat kami lebih termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Tanggal 15 Februari 2017, telah ditentukan digrup WA untuk survey tempat ke SDN Cigondewah 01. Cerita unik saat survey pun tertuang bahwa saya terlampau jauh melebihi lokasi kwkwkwwkkw Karena lokasi SDN Cigondewah yang kurang tahu dan harus putar arah mengikuti feeling. Beberapa menit berselang, akhirnya saya sampai di SDN Cigondewah dengan langsung memasuki ruang guru yang disana sudah ada kang Ganjar dan Kang Egi yang sedang berbincang dengan Ibu Juju (Salah satu  guru di SDN Cigondewah). Kedatangan kami untuk survey ini tentunya untuk mengetahui seberapa banyak murid yang bersekolah di SD ini, berapa kelas yang kami bisa singgahi, serta mengetahui luas area sekolah ini.

Hasil survey diketahui bahwa murid yang akan mendapat inspirasi dari relawan sebanyak +/- 400 murid dari kelas 1 s/d kelas 6 kecuali kelas 3 yang sekolah siang. Jadwal kami di sekolah ini hanya mulai dari jam 7 hingga jam 12 siang, sehingga untuk kelas siang tidak kebagian untuk mendapat inspirasi dari relawan kelas inspirasi. Ruangan yang dapat dipakai sebenarnya ada 10 ruangan, akan tetapi 1 ruangan rusak dan belum diperbaiki. SDN Cigondewah ini daya tampung siswa terbilang kurang mumpuni dan beberapa fasilitas pun harus digabung seperti ruang kepala sekolah yang bergabung dengan perpustakaan. Selain itu, survey kami itu bermaksud untuk mengetahui kondisi sekolah dan bertanya tentang karakter anak-anak di SDN Cigondewah serta mengukur dan mengetahui posisi untuk spanduk yang akan dibentangkan di sekolah  ini. Salah satu Inspirator yaitu teh Jinnie bersama kang Ricky yang sudah beberapa kali mengikuti Kelas Inspirasi dan membantu kami untuk membuat pemetaan kelas para inspirator. Sempat untuk berkeliling sekolah memasuki ruangan kelas, rasanya seperti kembali ke jaman SD dulu mengingatkan banyak cerita dengan teman-teman seperjuangan SD.

Keesokan harinya, first meeting kelompok 42 di salah satu café di Kota Bandung untuk membahas pemetaan kelas dan pembagian tugas baik itu para inspirator atau fotographer/videographer. Suasana tidak terlalu flat saat meeting, selingan candaan membuat suasana cair dan rasa kekeluargaan menjadi satu padahal baru beberapa hari kenal dengan sahabat  baru. Pemetaan kelas masih belum sepenuhnya setuju Karena beberapa relawan ada yang sama profesinya di salah satu kelas, sehingga pemetaan harus di ulang kembali demi pemerataan profesi di setiap kelas. Waktu terlalu cepat berlalu tiba-tiba jam 21.30 aja dari jam 17.00 mulai meeting hahha itulah pembahasan yang dibawah santai tetapi tetap serius untuk membuat program kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Hasil dari meeting bahwa beberapa ada yang ditugaskan untuk membuat 400 topi dari koran bekas, 400 nametag yang dibagi menjadi 100 ke 4 relawan, penentuan MC saat opening & closing, ada juga yang membuat poster pohon harapan yang tadinya bakal 1 poster besar akan tetapi diubah menjadi perkelas. Hal itu bertujuan agar anak-anak saat naik kelas, pohon harapan itu bisa menjadi pengingat bahwa mereka mempunyai mimpi besar untuk menggapai cita-citanya.

Selang beberapa hari kemudian, seorang inspirator membuat ide tari pinguin dari salah satu video clip di youtube dengan memakai topi pinguin. Hal itu membuat seluruh relawan setuju dengan ide tersebut dan kami yang dibandung harus latihan tari pinguin tersebut dengan lokasi yang berbeda Karena kendala kami hanyalah perbedaan tempat, ada relawan yang di Jakarta dan di Yogyakarta juga. Kendala tersebut bukan menjadi penghalang untuk membuat program yang sekreatif mungkin demi kelancaran acara kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Selain itu ada juga yel-yel yang dibuat oleh relawan 3 Diva  😀 di Jakarta, mereka pun fisrt meeting di salah satu cafe membuat sebuah yel-yel SDN Cigondewah 01 dan video tutorial bagi relawan lain yang di Bandung dan Yogyakarta… SIIIP deeeh.  Ini liriknya (Pake lirik segala laaaaahhh  -.-) hahhaha

“Angkat jempol kananmu, angkat jempol kirimu

Putarkanlah badanmu, dan goyang-goyangkan

Tebarkan semangatmu dan gapai citamu

Demi masa depan….. Yeeeeeeaaaaaahhhh”

img_1965

vector dari berbagai sumber

H-3 Beberapa aspek penting sudah mulai selesai,  seperti poster 3×1, poster pohon harapan, namertag para relawan, topi untuk anak-anak  dan nametagnya. Hal yang masih menjadi pertimbangan hanyalah pemetaan kelas yang masih  belum rampung sehingga H-2  diadakan kembali meeting untuk hasil yang lebih baik di tempat ngumpul yang sama. Tidak seperti meeting pertama beberapa relawan ada yang berhalangan hadir Karena suatu alasan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan serta ada yang kurang sehat juga… itu tuh teh EL(pembimbing kelompok 42) yang kayanya kepikiran disuruh jadi leader tari pinguin 😛 (peace teh El). Meski demikian, kelangsungan acara meeting tetap dilaksanakan sampai video call dengan teh selvy tentang opening yang masih jadi perdebatan. Pertanyaan yang bikin was-was relawan yang di Jakarta pas hari H itu gimana? Sama siapa ke sekolahnya? Bawa oleh-oleh ga…ups itu ngga termasuk :p. Setelah berbincang cukup lama, ditentukanlah Kang Hendra yang bakal menjemput relawan dari Jakarta di simpang Dago. semua clear  termasuk pemetaan kelas pada jam 21.30 relawan akhirnya pulang agar persiapan lebih matang pada H-1 hari inspirasi.

Next artikel “HARI INSPIRASI DI SDN CIGONDEWAH 01”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 1

img_1813

Gambar dari berbagai sumber

Kelas inspirasi Bandung (KIBDG) merupakan wadah pendidikan yang masih berkaitan dengan Indonesia Mengajar. Titik perbedaanya ialah jika Indonesia Mengajar mencakup pendidikan di pelosok daerah dan mengabdi selama 1 tahun lamanya, sementara Kelas Inspirasi berbagi inspirasi lewat profesi selama 1 hari di suatu Sekolah Dasar di Kota Bandung. Awal mengikuti kelas inspirasi ini tidak terpikirkan sebelumnya, mendaftarnya saja mulai H-7 penutupan hahaha. Saat itu saya ingin memanfaatkan waktu kerja yang kosong karena Pak Koesno (leader Partner kerja)  akan menunaikan ibadah umroh pada tanggal 15-28 Februari 2017, itu pun jika terpilih menjadi relawan pengajar.

img_1817

Gambar dari berbagai sumber

Menunggu kurang lebih 12 hari, akhirnya email dari KIBDG pun datang dengan mempercayakan saya menjadi bagian keluarga besar Kelas Inspirasi Bandung. Bagi saya pribadi, KIBDG merupakan organisasi sosial yang ke-8 yang saya ikuti setelah Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan, Berbagi Nasi Bandung, Rumah Bintang, Beruang Matahari, Sekolah Alam Dago, Indonesia Mengajar (Direct Assessment), dan Rumah Belajar Barudak Karimah. Ini menjadi tantangan baru, 1 siklus menjadi inspirator layaknya guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) selama 1 hari penuh.

img_1807

Gambar dari hasil pribadi (nikon Coolpix s2800)

Pada tanggal 12 Februari 2017, acara KIBDG dilanjutkan dengan briefing dan pembagian kelompok. Rasa Antusias dengan acara ini karena bertemu banyak orang hebat dengan profesi yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yakni membangun mimpi anak Indonesia. Ketika sesi Briefing dimulai kami di beri tips & trik saat hari inspirasi nanti oleh panitia Kelas Inspirasi. Suasana menjadi cair  dengan canda tawa baik itu yang muda dan yang berpengalaman layaknya sebuah keluarga baru. Ketika sesi pembagian kelompok, saya bertemu dengan teman baru dengan dibimbing oleh kak El sebagai pendamping kelompok 42 untuk menginspirasi di SDN Cigondewah 01. Kelompok 42 ini di ketua oleh kang Ganjar Sugih yang nantinya akan menjadi penghubung antara perwakilan sekolah SDN Cigondewah 01 yaitu ibu juju dengan relawan pengajar & dokumentasi.

Rundown dimana sesi perkenalan antar anggota, strategi yang harus disiapkan, tips menghadapi karakter anak, dan lain-lain. Saat itu mata saya tertuju pada satu arah dan saya melihat dosen pembimbing mata kuliah kerja profesi yaitu Mang Jamal (salah satu dosen di Desain Interior Itenas). Ini pun menjadi ajang silaturahmi, antara saya dan orang yang saya kenal di acara briefing kelas inspirasi bandung seperti Mang Jamal (dosen Itenas) & Kak Andri (relawan Rubel Sahaja) dan katanya ada Kak Indah tapi saya tidak bertemu sampai acara selesai.

Grup Whatapps pun malamnya sudah di buat oleh Kak El, dan disana semua anggota baik sebagai pengajar atau dokumentasi saling sharing tentang apa yang harus dibuat pada saat hari inspirasi nanti seperti survey ke lokasi SDN Cigondewah 01, pembagian pengajar per kelas, dan lain-lain. Hal ini sangat penting  mengingat lokasi yang cukup jauh dan relawan pengajar & dokumentasi ada yang berdomisili di luar Kota Bandung.

Artikel selanjutnya: Survey ke SDN Cigondewah 01 😀