Blog Archives

5 Tahun 9 Organisasi

17904275_10202977616359308_4577297568680944812_n

Waktu terlalu cepat berlalu, detik ke detik, menit ke menit, dan tahun ke tahun tak terasa rasanya menjadi seorang relawan atau biar agak kecenya itu volunteer hehe. Awal cerita menjadi seorang aktifis sosial ialah melihat sosok Alm. Bapak yang selalu memberi kepada sesama tanpa melihat perbedaan derajat. Bukan itu saja alasannya, menjadi aktifis sosial ini sebenarnya adalah pelarian karena saya tidak mempunyai teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya sudah terlalu melewati batas dan saya pun harus menjauh serta tidak ingin membuat keluarga saya kecewa. Hal itulah yang jadi alasan utama menjadi aktifis sosial, selain menambah teman, meluaskan relasi, mungkin ketemu jodoh barangkali wkwkwk

Awal menjadi seorang aktifis sosial dimulai saat bergabung dengan Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan (Rubel Sahaja) pada tanggal 23 Juni 2012. Rubel sahaja ialah organisasi yang peduli terhadap kehidupan anak-anak jalanan yang mempunyai kehidupan keras dan dekat dengan tindak kriminal. Anak jalanan paling sering dijumpai saat dipersimpangan jalan, mereka mencari sesuap nasi lewat nyanyian mereka dengan baju yang lusuh dan kotor. Hal ini yang menjadi turun derajat mereka dimata masyarakat yang mata hatinya tertutup. Diusia mereka yang rata-rata seharusnya mengecap bangku sekolah mereka hanya bisa mencari rezeki lewat bernyanyi. Kehadiran Rubel Sahaja yang membimbing dan mengajarkan mereka tentang belajar tulis, belajar baca, mengaji, berwudhu, dan lain-lain terhadap anak jalanan membuka mata saya untuk lebih percaya bahwa dunia ini memang keras dan penuh dengan perjuangan.

 

Selanjutnya ada berbagi nasi, organisasi yang mempunyai konsep unik & mudah diterapkan tetapi syarat akan makna tentang pembelajaran kehidupan. Kegiatan yang membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang tidur beralas bumi beratap langit. Banyak sekali cerita nyata yang membuat hati saya cukup tertampar karena dengan kesederhanaan mereka masih bisa bersyukur akan kehidupan yang mereka jalani. Awal bergabung itu tanggal 25 Maret 2013, 1 hari sebelum berkurangnya usia, ketika itu masih ada kang Abu Marlo dan kang Adjie Dygta. 16 Februari 2014, menjadi awal sebagai publikasi dan dokumentasi kegiatan untuk berbagi nasi. Ditahun 2014 saya harus memilih satu kegiatan antara Rubel dan berbagi nasi karena kegiatan ini ada hari sabtu kala itu, rubel jam 4 sore hingga maghrib dan berbagi nasi ada di jam 9 malam. Berbagi nasilah yang saya fokuskan dengan agenda memfoto kegiatan, mengedit, mengupload, dan mengirim hasil foto kegiatan kepada pejuang nasi yang lain. Sempat rehat karena seperangkat kamera dicuri orang, berat sangat berat karena kamera itu adalah jerih payah Almarhum Abah akan tetapi saya coba mengikhlaskannya karena itu juga adalah kesalahan saya juga.

Saat masih aktif di Berbagi nasi, ada salah satu relawan dari Rumah Bintang (Rubin) ikut keluyuran bersama berbagi nasi. Sambil menunggu pejuang nasi datang, saya berbincang dengan teh titi tentang rubin, dan disana sedang kekosongan kelas photography. Teh… menawarkan untuk mengajar disana dan langsung bertanya banyak tentang rubin ke mang niki (salah satu founder Rubin). 25 Juni 2014, pertama kali datang ke Rubin dan langsung berbincang banyak dengan mang niki tentang kelas photography. Sempat beberapa kali masuk mengisi kelas photography, dan ini ada hubungannya dengan berbagi nasi yaitu kehilangan seperangkat kamera yang membuat kelas photography pun harus dihentikan sementara. Diwaktu rehat inilah ketika tidak ada kamera waktu kampus pun semakin padat dan membuat saya harus fokus ke mata kuliah. Ketika kamera sudah ada gantinya, kelas photography pun tetap tidak bisa jalan karena faktor kuliah tetapi beberapa kali membantu dokumentasi saat anak-anak rubin performance mengisi disuatu acara. Selain itu, kegiatan yang saya suka ialah saat bulan Ramadhan yaitu anak-anak mengumpulkan 1000 sehari dan diakhir bulan puasa mereka akan memasak bersama-sama dan membagikannya kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada di jalanan serta mereka sudah mampu untuk mandiri. Luar biasa guys……

Beruang matahari, komunitas yang memfokuskan sosial terhadap anak-anak yatim piatu atau anak-anak panti asuh. Tak bisa berbicara banyak tentang kegiatan ini karena saya tidak mengikuti dari mulai acara gathering, hanya H-1 datang ke persiapan acara “Bearnival”. Saat hari H saya menjadi LO atau mentor anak-anak panti di Dome Enhai. Konsepnya seperti acara sirkus ada bianglala dan lain sebagainya. Selama mengikuti acara bearnival ini, konsep yang diusung sangat menarik dan mengasikan terutama bagi anak-anak panti. Panti yang saya mentori yaitu Panti penghafal quran yang ternyata adalah panti teman saya di Madrasah yaitu Enang lukman. Di tahun ini saya mengikutinya acara beruang matahari lagi mulai dari gathering hingga acara dengan tema “Out of the box”. Ingin tahu ceritanya, search di wordpress ini hehhe….follow atuh 😀

Selanjutnya ditahun 2016 ada Sekolah Alam DagoBandung. Lagi-lagi link didapat dari pertemuan relawan di Berbagi Nasi. Saya di ajak oleh salah satu pengajar disana untuk mengisi 1 materi dan menjadi  guru tamu disana. Awalnya bukan 1 hari saja tetapi 7x pertemuan, akan tetapi saya tidak bisa memastikan kalau 7x pertemuan.  Dihari saat mengisi materi, saya membawa materi tentang recycled materials atau mendaur ulang sampah menjadi hal yang dapat dipakai kembali. Materi itu dipakai karena sesuai dengan konsep sekolah mereka yang bertemakan tentang alam. Dihari pertama hanya tentang materi dan di minggu ke dua prakteknya, akan tetapi minggu kedua ternyata bentrok dan sangat disayangkan prakteknya di batalkan. Tetapi di tahun 2017 ini saya kembali dapat kabar lewat komen Instagram, salah satu akun sekolah alam mengisi komen agar saya main lagi ke sana untuk mengisi materi, mudah-mudahan bisa terlaksana dan mengajak beberapa yang mau dari kelas inspirasi bandung dan 1000 guru bandung.

 

Indonesia Mengajar menjadi salah satu langkah besar saya untuk membantu Pendidikan di pelosok Indonesia. Mengikuti perkembangan kabar hingga 3 bulan dan akhirnya keberuntungan bukan ada disaya untuk menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar XIII ini. Akan tetapi Proses yang cukup panjang hingga tahap Direct Assessment ini cukup disyukuri mengingat ada 9832 peserta yang mendaftar. Di tahap Direct Assessment ini, tahap dimana simulasi pengajaran dan wawancara menjadi titik penentu lolos atau tidaknya ketahap selanjutnya menjadi seorang pengajar muda. Tahap ini sungguh mengasikan dengan acting berkarakter anak-anak saat simulasi belajar. Intinya, meski tidak lolos sampai tahap Direct Assessment ini saya sangat bersyukur dan bertemu teman-teman baru yang sangat luar biasa.

 

 

Ini menjadi titik dimana mimpi bisa menjadi kenyataan, membuat sebuah rumah belajar dilingkungan rumah. Meski bukan menjadi founder melainkan co-founder rumah belajar barka. Awalnya, lingkungan rumah ini belajar disuatu wilayah diluar lingkungan sukajadi, salah satu pengerak berkata “kenapa dilingkungan sukajadi ini tidak ada salah satu pengajar dari muda-mudi anak asli sukajadi?”. Tercetuslah disana, mengajak beberapa anak-anak muda termasuk saya hihhii untuk mendirikan sebuah rumah belajar. Lalu saya bertukar pikiran dan meminta saran pendapat kepada mang niki bagaimana mendirikan sebuah rumah belajar. Problem internal dari pengajar adalah yang harus dipahami, banyak kendala yang harus dipecahkan dengan berjalannya rumah belajar barka itu sendiri sebagai contoh pendanaan dan kepercayaan  warga sekitar. Dari sisi pendanaan, mau tidak mau pendanaan ini hanya bisa didapat dari masing-masing pengajar dan kepercayaan warga untuk menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu lebih dari si pengajar.

Kelas Inspirasi Bandung, menjadi organisasi yang ke 8 yang saya ikuti. Prosesnya sama seperti Indonesia Mengajar yakni menyaring relawan lewat formulir online di websitenya.  Perbedaanya adalah waktu yang tidak terlalu lama untuk menyaring relawan. Kelompok 42 di SDN Cigondewah inilah, saya mempresentasikan profesi saya sebagai desain interior. Awalnya merasa gugup berada di depan anak-anak karena bukan tipe yang cepat untuk beradaptasi. Rasa nyaman untuk menyampaikan materi baru dirasa setelah masuk kelas yang ke 3 dari 4 kelas yang saya masuki. Ini sungguh pelangalaman luar biasa menggantikan ½ hari penuh profesi guru, namun  disini bukan sebagai guru tetapi sebagai inspirator. Rekan inspirator pun sangat luar biasa mempersiapkan diri dengan membawa peralatan sesuai profesi masing-masing.

Organisasi yang baru-baru ini telah selesai kegiatannya ialah 1000 Guru Bandung dengan tema special Hardiknas. Serentak 1000 Guru yang tersebar di Indonesia membuat kegiatan ini. Awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini ahahha jarang pantau Instagram 1000 Guru Bandung. Kegiatan ini berbarengan dengan persiapan acara Beruang Matahari yang membuat saya keteteran membagi waktu, tetapi saya prioritaskan dulu untuk kegiatan 1000 Guru Bandung. Perjalanan menuju tempat lokasi dinilai cukup beresiko karena treking bebatuan, lumpur, dan jurang menjadi tantangan. Ketika hari hardiknas, acara pun sangat meriah banyak ilmu yang didapat, penampilan dari seni SDN Pangeureunan 5, Door Prize untuk warga sekitar, dan lain-lain. Sayang, Untuk acara traveling harus dibatalkan karena ada kendala kecil tetapi untuk keseluruhan acara sungguh luar biasa kebersamaannya.

Sungguh, 5 tahun yang berharga namun perlu diketahui bahwa menjadi relawan itu tidak semudah yang dibayangkan. Tidak ada niatan dari awal untuk terjun menjadi aktifis sosial, karena ini sungguh sebuah kecelakaan yang positif. Mengapa? Hal yang mendasar ialah saya tidak mempunyai seorang teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya yang dulu adalah teman sepermainan kini sudah sangat berubah dan masuk ke ranah geng m*t*r. Saya sudah beranggapan harus menjauh dan mencari teman baru.

Lewat berbagai oraganisasilah tujuan saya mencari banyaknya teman-teman yang luar biasa positif yang bisa membangun hal yang baru. Seluruh organisasi yang saya ikuti selama 5 tahun ini, banyak hal positif yang saya petik selain indahnya berbagi terhadap sesama. Pelajaran hidup itu tidak dapat diungkap dengan kata-kata karena banyak hikmah yang saya ambil dari berbagai organisasi ini. terima kasih untuk semua, kalian orang-orang yang luar biasa

4 tahun kebersamaan di Berbagi Nasi Bandung

Waktu terlalu cepat berlalu, 4 tahun sudah kebersamaan saya di komunitas yang berbagi nasi Bandung. Tepatnya pada tanggal 25 Maret 2013, saya bergabung dengan komunitas ini. Komunitas yang mengajarkan realita kehidupan orang-orang yang tidak seberuntung kita, mereka tulang banting mengais rezeki yang halal demi keluarganya atau untuk diri sendiri. Selain itu mereka pun tidak mempunyai tempat tinggal, ini sesuai dengan kutipan dari  komunitas ini yakni “tidur beralaskan bumi beratapkan langit”.  Perbandingan paling mudah seperti ini kita tidur di Kasur yaaaaannnng empuk dengan selimut tebal agar tubuh kita merasa hangat, sementara mereka tidur dengan sarung ataupun tenda biru bahkan ada yang tidur didalam  gerobak. Kita bisa makan 3x sehari sementara mereka tidak tentu bisa makan dalam sehari. Memang sebungkus nasi tidak akan mengubah kehidupan mereka tetapi dengan terisinya perut mereka yang kosong setidaknya mereka tidak kelaparan dimalam hari.

4 tahun, kurun waktu yang tidak sebentar tetapi terasa baru kemarin saya bergabung dengan komunitas ini. Kalau dibilang ngga 4 tahun banget Karena banyaknya absen dengan alasan padatnya kuliah dan menjalani 2 komunitas (rubel sahaja) dalam 1 pekan membuat waktu dan tenaga begitu terkuras. Peran saya disana cukup dibilang berat sebagai publikasi dan dokumentasi dimana setelah berbagi nasi selesai saya tidak lantas tidur tetapi hasil dokumentasinya lalu saya edit dengan memilah milih foto lalu posting di twitter, dan kirim ke grup media sosial. Ini adalah bentuk totalitas saya bila ada disebuah kelompok atau komunitas tertentu, bukan mencari sensasi tetapi inilah bentuk professional saya . Banyak hal yang tidak terduga selama menjadi publikasi dan dokumentasi seperti seperangkat kamera hilang karena dicuri orang, yah namanya musibah ngga bisa diterka hanya bisa berdoa “semoga hasil curian itu bermanfaat dan tanggung sendiri nanti diakhirat”.

Beberapa bulan belakangan memang dibilang sudah tidak aktif diberbagi nasi tetapi jangan salah saya masih berkomunikasi dengan dapur umumnya dan berkontribusi juga. Hal ini yang tahu hanya bagian dari dapur umum bagaimana saya berkontribusi disaat saya jarang berbagi nasi dan keluyuran membagikan nasi. Titik dimana saya terlalu banyak kegiatan menjadi alasan, di hari minggu pagi saya harus datang untuk mengajar di sebuah rumah belajar yang saya dan pengurus masjid dirikan. Hal ini tentu menguras tenaga dan kesehatan jika saya ikut berbagi nasi, tetapi banyak hal yang saya bisa berikan diluar kehadiran saya di berbagi nasi seperti halnya broadcast kegiatan berbagi nasi atau memberitahu dari mulut ke mulut. Dalam hal ini, saya turut berdoa agar komunitas ini tetap berjalan dengan baik, semoga yang pernah ikut berkontribusi di berbagi nasi pun dapat rezeki yang tergantikan oleh Allah SWT. You rock guys, berbagi nasi…berbagi nasi…berbagi nasi, sanguan bray !!!!!!!

Hari Inspirasi di SD Cigondewah 01

H-4 sebelum Hari Inspirasi, saya membuat konsep untuk anak-anak tentang profesi sebagai desain interior yaitu membuat denah kecil ruangan kelas, perspektifnya, dan juga maketnya.PR yang membuat waktu terkuras yaaaa membuat maketnya itu looh :’). Selain itu saya membawa sketsa wajah dan vrctor face, ini bertujuan bukan untuk pamer tetapi agar anak-anak lebih mengembangkan lagi bagi yang suka menggambar dan  jangan terpaku pada gambar kartun saja. Back to maket,  Bergegas membeli persenjataan maket sambil ngeprint layout denah kecil ruangan kelas di dekat kampus ITENAS. Untung poster 3×1 meter sudah jadi dihari itu juga, jadi focus untuk membuat maket dan materi lain dengan lebih terkonsep. Dalam waktu 24 jam progress maket sudah mendekati selesai. Manajemen waktu menjadi kunci, ini yang sering saya lakukan agar lebih sesuai dengan jadwal yang telah dipikirkan. Proses maket diakhir-akhir  terkendala dengan miniatur kursi yang ukurannya sangat kecil, yaaaa terpaksa nyomot dari maket tugas akhir dulu hahaha…. Dan akhirnya di H-2 maket sudah selesai sehingga saya lebih memikirkan alur pengajaran untuk dikelas nanti.

Proses print konsep masih harus dilakukan pada H-1 hari inspirasi bolak balik antara rumah ke jln. Pahlawan serta membantu teh jinnie membuat layout bahan pengajaran dan harus pergi lagi ke Dipatiukur pada malam harinya. Semua telah rampung dimalam itu dari segi persiapan, materi, konsep dan lain-lain, kendalanya adalah waktu kumpul jam 06.00 di SDN Cigondewah 01. Seperti dahulu, saya terbiasa untuk begadang (hal yang tidak baik sih) tapi kalo ngga bakalan bablas tidur -.-“ wkkwkwk.. Diwaktu malam, saya mengisi waktu dengan menonton Kelas Inspirasi Bandung sebelumnya yang membuat rasa ini semakin bergairah untuk bertemu dengan anak-anak di sekolah pada pagi harinya. Selain menonton Kelas Inspirasi saya pun mencari-cari trik ice breaking yang mudah agar pada saat anak-anak mulai bosan trik ini dapat berjalan.

Pada jam 05.00 setelah shalat subuh saya bergegas untuk pergi ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh, nyatanya terlalu cepat pergi dari rumah wkkwkwk jam 05.15 sudah sampai… haduuuhh. Menunggu relawan lain datang sambil ngopi untuk menghangatkan badan. Jam 05.45 relawan akhirnya berdatangan dan langsung bersiap-siap untuk memasang poster 3 x 1 serta menempelkan nomor ruangan. Disesi sebelum opening ada salah satu anak yang menghampiri ruangan para relawan dan  ingin berkenalan dengan para relawan, sepertinya tidak sabar ingin mendapat inspirasi dari para relawan. 5 menit sebelum opening kami pun menyiapkan diri serta berdoa untuk kelangsungan acara agar dilancarkan. I’m really excited but really nervous too, itu yang saya rasakan sebelum opening dimulai. Padahal sudah beberapa kali ngajar tapi entah ini rasanya berbeda.

dscf4667-copy

Dokumentasi dari Kang Nuy

Opening pun dimulai, dengan sambutan kepala sekolah serta senam pinguin baik itu relawan, anak-anak serta gurunya pun ikutan biar sehat dan gembira. Opening sudah saatnya eksekusi dari setiap relawan dengan profesi masing-masing dengan durasi 45 menit. Masuklah saya ke kelas pertama di kelas 6C, awal-awal cukup keteteran Karena ritme materi yang terlalu cepat sehingga disisa waktu kita belajar menggambar sebuah ruangan satu titik hilang. Dikelas 6C ini ada salah satu anak yang excited  Karena cita-cita ingin menjadi arsitek, ini masih ada hubungannya juga dengan profesi desain interior. 45 menit pun berakhir dan saya pun istirahat sejenak . pukul jam 09.00 langsung saya bergegas ke kelas 4A. Berbeda dengan kelas sebelumnya, kelas ini sedikit aktif dan ritme materi pun mulai tertata dengan baik sehingga saya sudah merasa enjoy dengan suasana kelas. Mereka lebih suka ketika saya menampilkan maket ruangan kelas, yaaa emang kaya mainan sih ahhahha. Mulai di kelas inilah saya merasa sudah menemukan ritme dan alur materi.  Namun waktu yang diberikan hanya 30 menit Karena menyesuaikan waktu di sekolah ini.

dsc-1-21

Dokumentasi dari Kang Pandito

Pada pukul 10.00 saya pun langsung mendatangi kelas 4B, disini ternyata anak-anaknya lebih aktif lagi disbanding 2 kelas sebelumnya. Ketika menampilkan hobi freestyle soccer ada permintaan anak untuk atraksi, haddeeuuhhh ini kelas bukan lapangan. Mau ngga mau harus hahaha tapi yang mudah saja, saya hanya menampilkan trik head stall (menyeimbangkan bola di kepala).  Materi pun dilanjutkan, sama seperti kelas 4A di kelas ini antusias pada maket yang saya bawa dan salah satu anak ingin mempunyai maket tersebut namun saya jawab “nanti kakak titipkan ke ibu guru sebagai hadiah yaa jadi kalian bisa lihat maketnya”… binggung atuh jawab naon bisi salah deuih :’(. Saat jam telah berakhir salah satu anak bilang “yaaah kak jangan pergi dulu”. Semua memeluk seakan saya tidak diperbolehkan keluar kelas, ini momen paling haru dan saya pun menawarkan gimana kalau foto bersama ya, kakak harus ke kelas berikutnya. Akhirnya mereka mau, tetapi kondisi keluar kelas pun saya tetap dipeluk erat oleh mereka…. So Sweet banget.  Selesai foto bersama mereka pun mengambilkan bahan materi saya yang ditinggal dikelas. Saya pikir kelas ini sungguh aktif, baik-baik anaknya, dan mudah dipahami. Setelah jam selesai akhirnya saya langsung ke kelas 5B, posisinya hampir sama dengan kelas 4B saya harus atraksi freestyle soccer lagi kwkwkkwk.. dan pertanyaan yang sama “kak boleh ngga maketnya buat aku?”. Waktu 5 menit sebelum jam selesai ternyata harus sudah selesai menempelkan cita-cita anak-anak di poster pohon harapan sehingga saya mempercepat materi agar anak-anak bisa menulis cita-citanya dan menempelkannya di poster tersebut.

dscf4706-copy

4 kelas sudah didatangi, dan ini waktunyanya untuk closing. Di seluruh akhir kelas, saya berpesan bahwa kalian harus eksplore lagi kembangkan lagi potensi kalian lebih satu bidang, jangan malas, dan  rajinlah belajar. Mata saya tertuju pada gerbang sekolah, anak-anak yang kebagian sekolah siang tidak kebagian hari inspirasi dari para relawan, itu yang membuat hati saya merasa kasihan tetapi bagaimana pun waktu yang disediakan hanya dari jam 07 sampai jam 12 siang. Waktunya closing dan kami pun berpamitan dengan anak-anak layaknya lebaran +/- 400 anak menyalami para relawan dan guru untuk pulang ke rumah masing-masing. Di akhir waktu sebelum berpamitan dengan guru-guru SDN Cigondewah 01 kami pun berfoto bersama untuk kenang-kenangan serta sebagai janji saya memberikan maket ruang kelas kepada salah satu guru daaaaannnnn kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01 pun selesai.

“Kelas inspirasi Bandung 5 merupakan organisiasi yang ke 8 dalam 5 tahun terakhir menjadi seorang aktifis sosial. Dikelas Inspirasi inilah ada hal yang berbeda yang tak bisa diungkap setelah menjalani seharian penuh menggantikan peran  guru. Hal yang saya petik ialah peran guru merupakan pusat ilmu, sehingga pantas bila guru adalah pahlawan bangsa yang hebat. Mereka tidak kenal lelah mendidik anak-anak dari yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang yang tahu akan ilmu. Bukan saya saja yang menginspirasi banyak hal tetapi anak-anak pun telah menginspirasi saya dalam hal apapun. Terima kasih untuk seluruh guru di Indonesia, kalianlah pahlawan sesungguhnya dan anak-anak yang telah menginspirasi banyak hal, semoga percikan ini dapat membuat asa meraih mimpi kalian semakin kuat dan nyata”.

kelompok-42

“10 hari berkenalan dengan para inspirator hebat dan langsung bergerak membuat progam anak-anak untuk hari inspirasi dengan waktu relatif singkat sungguh sangat berkesan. Rasa kekeluargaan menjadi lebih terasa berkat kerja sama yang cukup apik meski banyaknya kendala. Semoga perkenalan yang singkat ini menjadi awal menjadi keluarga baru yang terus terjalin silaturahmi antar inspirator.”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 2

img_1855

Dokumentasi dari Kang Egi

Briefing kelas inspirasi kemarin (12 Februari 2017) sudah dipecah dan saya kebagian di kelompok 42 untuk hari inspirasi di SDN Cigondewah 01. Kami pun awal-awal agak keteteran dengan progress yang dibilang telat panas hahaha Karena sang pembimbing kita teh EL selalu memberi progress kelompok lain tetapi itu membuat kami lebih termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Tanggal 15 Februari 2017, telah ditentukan digrup WA untuk survey tempat ke SDN Cigondewah 01. Cerita unik saat survey pun tertuang bahwa saya terlampau jauh melebihi lokasi kwkwkwwkkw Karena lokasi SDN Cigondewah yang kurang tahu dan harus putar arah mengikuti feeling. Beberapa menit berselang, akhirnya saya sampai di SDN Cigondewah dengan langsung memasuki ruang guru yang disana sudah ada kang Ganjar dan Kang Egi yang sedang berbincang dengan Ibu Juju (Salah satu  guru di SDN Cigondewah). Kedatangan kami untuk survey ini tentunya untuk mengetahui seberapa banyak murid yang bersekolah di SD ini, berapa kelas yang kami bisa singgahi, serta mengetahui luas area sekolah ini.

Hasil survey diketahui bahwa murid yang akan mendapat inspirasi dari relawan sebanyak +/- 400 murid dari kelas 1 s/d kelas 6 kecuali kelas 3 yang sekolah siang. Jadwal kami di sekolah ini hanya mulai dari jam 7 hingga jam 12 siang, sehingga untuk kelas siang tidak kebagian untuk mendapat inspirasi dari relawan kelas inspirasi. Ruangan yang dapat dipakai sebenarnya ada 10 ruangan, akan tetapi 1 ruangan rusak dan belum diperbaiki. SDN Cigondewah ini daya tampung siswa terbilang kurang mumpuni dan beberapa fasilitas pun harus digabung seperti ruang kepala sekolah yang bergabung dengan perpustakaan. Selain itu, survey kami itu bermaksud untuk mengetahui kondisi sekolah dan bertanya tentang karakter anak-anak di SDN Cigondewah serta mengukur dan mengetahui posisi untuk spanduk yang akan dibentangkan di sekolah  ini. Salah satu Inspirator yaitu teh Jinnie bersama kang Ricky yang sudah beberapa kali mengikuti Kelas Inspirasi dan membantu kami untuk membuat pemetaan kelas para inspirator. Sempat untuk berkeliling sekolah memasuki ruangan kelas, rasanya seperti kembali ke jaman SD dulu mengingatkan banyak cerita dengan teman-teman seperjuangan SD.

Keesokan harinya, first meeting kelompok 42 di salah satu café di Kota Bandung untuk membahas pemetaan kelas dan pembagian tugas baik itu para inspirator atau fotographer/videographer. Suasana tidak terlalu flat saat meeting, selingan candaan membuat suasana cair dan rasa kekeluargaan menjadi satu padahal baru beberapa hari kenal dengan sahabat  baru. Pemetaan kelas masih belum sepenuhnya setuju Karena beberapa relawan ada yang sama profesinya di salah satu kelas, sehingga pemetaan harus di ulang kembali demi pemerataan profesi di setiap kelas. Waktu terlalu cepat berlalu tiba-tiba jam 21.30 aja dari jam 17.00 mulai meeting hahha itulah pembahasan yang dibawah santai tetapi tetap serius untuk membuat program kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Hasil dari meeting bahwa beberapa ada yang ditugaskan untuk membuat 400 topi dari koran bekas, 400 nametag yang dibagi menjadi 100 ke 4 relawan, penentuan MC saat opening & closing, ada juga yang membuat poster pohon harapan yang tadinya bakal 1 poster besar akan tetapi diubah menjadi perkelas. Hal itu bertujuan agar anak-anak saat naik kelas, pohon harapan itu bisa menjadi pengingat bahwa mereka mempunyai mimpi besar untuk menggapai cita-citanya.

Selang beberapa hari kemudian, seorang inspirator membuat ide tari pinguin dari salah satu video clip di youtube dengan memakai topi pinguin. Hal itu membuat seluruh relawan setuju dengan ide tersebut dan kami yang dibandung harus latihan tari pinguin tersebut dengan lokasi yang berbeda Karena kendala kami hanyalah perbedaan tempat, ada relawan yang di Jakarta dan di Yogyakarta juga. Kendala tersebut bukan menjadi penghalang untuk membuat program yang sekreatif mungkin demi kelancaran acara kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Selain itu ada juga yel-yel yang dibuat oleh relawan 3 Diva  😀 di Jakarta, mereka pun fisrt meeting di salah satu cafe membuat sebuah yel-yel SDN Cigondewah 01 dan video tutorial bagi relawan lain yang di Bandung dan Yogyakarta… SIIIP deeeh.  Ini liriknya (Pake lirik segala laaaaahhh  -.-) hahhaha

“Angkat jempol kananmu, angkat jempol kirimu

Putarkanlah badanmu, dan goyang-goyangkan

Tebarkan semangatmu dan gapai citamu

Demi masa depan….. Yeeeeeeaaaaaahhhh”

img_1965

vector dari berbagai sumber

H-3 Beberapa aspek penting sudah mulai selesai,  seperti poster 3×1, poster pohon harapan, namertag para relawan, topi untuk anak-anak  dan nametagnya. Hal yang masih menjadi pertimbangan hanyalah pemetaan kelas yang masih  belum rampung sehingga H-2  diadakan kembali meeting untuk hasil yang lebih baik di tempat ngumpul yang sama. Tidak seperti meeting pertama beberapa relawan ada yang berhalangan hadir Karena suatu alasan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan serta ada yang kurang sehat juga… itu tuh teh EL(pembimbing kelompok 42) yang kayanya kepikiran disuruh jadi leader tari pinguin 😛 (peace teh El). Meski demikian, kelangsungan acara meeting tetap dilaksanakan sampai video call dengan teh selvy tentang opening yang masih jadi perdebatan. Pertanyaan yang bikin was-was relawan yang di Jakarta pas hari H itu gimana? Sama siapa ke sekolahnya? Bawa oleh-oleh ga…ups itu ngga termasuk :p. Setelah berbincang cukup lama, ditentukanlah Kang Hendra yang bakal menjemput relawan dari Jakarta di simpang Dago. semua clear  termasuk pemetaan kelas pada jam 21.30 relawan akhirnya pulang agar persiapan lebih matang pada H-1 hari inspirasi.

Next artikel “HARI INSPIRASI DI SDN CIGONDEWAH 01”

Kegiatan di Akhir Pekan

dsc_4416

Karimah Belajar ialah salah satu tempat belajar non formal yang berada di Sukajadi. Berawal dari anak-anak yang diberi materi pembelajaran oleh orang diluar Sukajadi, salah satu pengurus Masjid Al-Hikmah berpikir “Mengapa dari sekian banyak pemuda di Sukajadi tidak ada pemateri?”. Hal inilah yang membuat berdirinya Karimah Belajar dengan pemateri asli anak-anak Sukajadi, akan tetapi kami tidak menutup kemungkinan pemateri dari luar Sukajadi untuk berbagi ilmu dengan anak-anak. Banyaknya pemateri akan memudahkan kami untuk mencari sisi potensi dari masing-masing anak-anak dan akan kami dukung sesuai bakat yang mereka miliki.

img_1395

Setiap hari Minggu kami berkumpul di Masjid Al-Hikmah pada pukul 09.00 untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru dari pemateri. Jika pada rumah belajar pada umumnya memiliki ciri khas dalam hal belajar, karimah Belajar pun memberi sentuhan rohani sebelum belajar dimulai. Kami selalu memulai dengan cara shalat dhuha sebelum belajar, hal yang unik bagi saya (admin) melihat anak-anak Sukajadi seperti ini mulai belajar tanpa melupakan Allah SWT sebagai penciptanya. Pada dasarnya,  5 tahun menjadi relawan baru kali ini cara sebuah rumah belajar sebelum memulai materi ialah melakukan shalat dhuha. Sungguh sangat bersyukur bisa melakukan tersebut disaat usia mereka masih sangat muda dan mendapat materi yang bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak bisa mengetahui potensi yang mereka miliki, dapat mandiri, bertutur kata dengan baik, berakhlak mulia, cerdas, dan mampu bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan.

Awal-awal berdirinya Karimah Belajar menjadi tantangan bagi semua pemateri asli Sukajadi. Banyak sekali masalah internal yang harus perlahan-lahan diperbaiki dan terutama dampak bagi anak-anak. Tantangan paling dasar ialah materi yang harus dipersiapkan untuk anak-anak minimal seminggu sekali dan pemateri yang bisa hadir. Dalam kurun waktu hampir 2 bulan, Alhamdulillah seminggu sekali tidak ada yang bocor atau selalu terganti dengan pemateri yang lain untuk memberi ilmu-ilmu yang mereka miliki. Kegiatan belajar kami tidak hanya mata pelajaran yang selalu ada disekolah, melainkan materi-materi yang berhubungan dengan hobi pun dapat menjadi materi. Selain materi belajar, kami pun sisipkan games-games yang ceria agar sejenak melepas penat dari berbagai materi yang diberikan.

Doakan kami(pemateri) agar mampu memberi hal yang terbaik untuk anak-anak, mendapat kesempatan kesehatan disetiap minggu untuk memberi materi, dan kami pun tidak membatasi bagi yang ingin memberi materi kepada anak-anak diluar area Sukajadi layaknya Rumah Bintang yang sudah 13 tahun membimbing anak-anak.  Amin ya rabbal’alaminin

Membangun Mimpi dan Harapan

unnamed-2

Dunia anak-anak memang begitu indah dan berkesan, dimana banyaknya keceriaan ketika bermain dengan teman-temannya. Senyum dan tawa itulah yang mereka tahu karena dunia mereka belum mengenal dunia itu sangatlah keras. Membedakan antara 15-20 tahun silam, mungkin masih terdengar musik anak-anak yang begitu sederhana dan mudah diingat. Lalu ada masih adanya game zaman anak yang begitu terkenal, kalo Bahasa Sunda mah ucing sumput, tatar ucingan, bebentengan, cingciripit, pa ciwit ciwit lutung, dll. Setuju, banyak yang bilang dunia anak-anak itu sangatlah menyenangkan.

Tahun ke tahun silih berganti, dunia anak-anak semakin tenggelam oleh waktu. Faktor perkembangan dunia yang begitu mengalir cepat membuat semua semakin berbeda. Dunia orang dewasa kini menggeser dunia anak-anak yang seharusnya penuh pendidikan dan perhatian dari lingkungan sekitar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman yang turut berperan dalam membangun karakter anak. Tidak ada yang salah akan hal ini karena ini sudah dirancang oleh Allah SWT dengan sebaik mungkin.

Berkaca pada kisah nyata yang saya alami.”Saya memiliki sahabat yang dari kecil selalu bermain bersama. Setelah beranjak dewasa, pola pikir kami berubah seiring dengan waktu dan karakter masing-masing. Faktor lingkungan menjadi hal yang berperan besar dalam membentuk karakter serta perilaku seseorang. Pada saat itu Kota Bandung sedang marak dengan adanya geng motor dan salah satu sahabat saya menjadi bagian geng motor tersebut. Semenjak saat itu, saya tidak pernah berkomunikasi dengan sahabat saya lagi karena dia sudah berubah dari segi perilaku dan saya takut terbawa olehnya. Saya tidak memiliki teman di sekitar rumah yang pada akhirnya membuat saya tidak mempunyai tempat untuk berbagi cerita, karena kami terbiasa sharing cerita dan masalah kami sehari-hari. Hal ini menjadi penyebab saya mencari teman di tempat lain. Saya akhirnya memutuskan bergabung dalam beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial seperti rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.” (copy paste dari pertanyaan Indonesia Mengajar XIII).

Berawal dari tidak mempunyai teman dilingkungan rumah inilah saya mendapat pelajaran berharga dari berbagai komunitas sosial di Bandung. “Saya terpikir mengapa tidak membuat rumah belajar layaknya rumah bintang  dilingkungan rumah?”. Namun saya harus belajar bagaimana membangun dari awal membuat suatu organisasi. Lalu saya mencanangkan pertengahan tahun 2018 untuk memulai proyek saya ini.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan terutama saya menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Namun Allah SWT berkendak lain, salah satu guru mengaji mengajak saya untuk mengajar anak-anak di akhir pekan. Lewat komunikasi media sosial kami bercerita dan pada saat itu saya sedang di Jakarta. Setelah panjang lebar berbincang, guru mengaji saya mempercayakan saya untuk mengatur seluruh kegiatan dan sistem intern yang baik. Sebenarnya sih ini PR besar bagi saya hehehe

Pulang ke Bandung, lantas saya berbincang dengan founder rumah bintang bagaimana terbentuknya rumah belajar yang mayoritas anak-anak dari lingkungan rumah. Hampir 1 jam lamanya berbincang, saya dapat sedikit pelajaran yaitu semua komponen yang ada nanti akan muncul dengan sendirinya, jalani saja mengikuti waktu. Waktu yang akan menjawab semua pertanyaan ini. Hal ini menjadi tantangan bagi saya untuk membuat lingkungan saya ini menjadi lebih baik mulai dari anak-anak.

Saya sangat berharap, proyek ini dapat berjalan dengan baik karena saya sangat ingin membangun kembali lingkungan saya yang dahulu aktif mulai dari anak-anak lewat kreatifitas dan imajinasi yang mereka punya. Harapan besar Bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak lewat generasi ke generasi. Maka dari itu, awal proses terbentuknya rumah belajar ini memang banyak hambatan dan rintangan, namun berharap dapat belajar dari hal ini agar lebih baik kedepannya.

“we want to save the future generation of children from today until the future”

3 tahun Berbagi Nasi Bandung

12552951_10201440646336018_7402200468400508351_n-crop

25 maret 2013 menjadi awal bergabungnya saya menjadi bagian di berbagi nasi. Konsep yang diusung oleh berbagi nasi ini sangatlah unik dan banyak memberi banyak pelajaran tentang hidup. Tanggal 25 maret dipilih karena hari itu adalah H-1 saya bertambah usia, sehingga sangatlah tepat bagaimana cara saya mensyukuri hidup yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan cara berbagi terhadap sesama. Namun setelah itu absen selama 8 bulan karena disibukkan oleh waktu kuliah. Awal 2014 menjadi kembalinya saya ke berbagi nasi dengan niat yang lebih kuat dan lebih semangat untuk berbagi terhadap sesama. Diawali dengan adanya meeting berbaginasi 2014 dengan berbagai konsep yang akan membahas perbaikan intern dari kegiatan berbagi nasi tersebut. Hasil  meeting itulah saya diangkat dan dipercaya menjadi dokumentasi dan publikasi kegiatan berbagi nasi.

_DSC7570

Minggu ke minggu telah berlalu, banyak moment yang tidak bisa dikatakan dengan kata yang tepat karena moment ini adalah melihat cara mereka (Red; homeless) berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka demi keluarganya. Makan bagi sebagian orang mungkin dapat 3 kali sehari dengan makanan yang enak dan lezat, sementara mereka yang berada dijalan ketika diberikan sebungkus nasi dengan makanan lauk pauk seadanya mereka sangat bahagia. Banyak moment yang saya syukuri dan mendapat pengalaman hebat ketika diberbagi nasi, seperti halnya mereka (Red; homeless) sudah dapatkan nasi dari relawan nasi akan tetapi meminta kembali ke relawan yang lain. Namun hal ini sangat disayangkan, begitu nasi habis ada saja yang tidak kebagian nasi.

this gentleman suffered a sudden attack of illness, and teams berbagi nasi to take it to RSHS. Hopefully, Ridwan Kamil and Dinsos can help this gentleman that we don't know the identity of his name because we can't even speak clearly,Ya Rabb give recovery to him, Amen, Ya rabb

Gambar diatas  adalah ketika mengantarkan seorang bapak yang tiba-tiba kejang dijalan, dan tim berbagi nasi lantas membawanya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut agar kondisi bapak ini lebih baik. Lantas tim pun mentweet dinsos Bandung untuk mendapat perawatan selanjutnya.

bapak ini mengalami stroke dan sudah sulit berbicara dengan jelas

Gambar diatas adalah seorang bapak lanjut usia mengidap stroke yang membuat kami ketika berkomunikasi agak susah untuk diterjemahkan karena asalnya bukan dari Bandung akan tetapi tim berusaha untuk mencari keluarganya yang entah dimana.

as

Gambar diatas adalah seorang bapak yang memiliki istri dan 3 orang anak. Bapak ini asli orang orang ciwidey yang merantau ke Kota Bandung untuk mencari nafkah, istri dan 2 orang anaknya kini telah tiada karena menjadi korban tanah longsor yang meratakan rumahnya dengan tanah. Saat itu bapak dan 1 anak tidak ada dirumah, kini bapak mencari penghasilan menjadi seorang pemulung dan anaknya menjadi seorang pelayan disalah satu toko di Bandung.

_DSC4458DSC_3592

Sempat 2x menjadi relawan terhadap korban banjir Baleendah dan subang untuk memberi bantuan terhadap mereka yang rumahnya terendam dengan ketinggian 3 meter akibat cuaca yang terus diguyur hujan.

_DSC0013 _DSC0008

kegiatan yang sering dilakukan ketika bulan puasa datang ialah mentiadakan kegiatan seminggu sekali berbagi nasi / menonaktifkan sementara kegiatan berbagi nasi di malam hari. kegiatan ini diganti menjadi berbagi takjil untuk mereka / masyarakat yang masih dijalan atau dalam perjalanan pulang dan saat itulah kami berbagi makanan ringan untuk sekedar berbuka puasa ketika masyarakat masih berada dijalan.

DSC_0347 DSC_0314

Gambar diatas merupakan gambar ketika sinergi antar kegiatan sosial dengan komunitas lain untuk menyatukan gagasan/ menyalurkan ide-ide kreatif mereka demi satu tujuan yang sama yakni membantu sesama manusia yang terkena musibah atau hal-hal lainnya yang bersifat kegiatan positif.

DSC_0124

Sempat Absen lama dari akhir februari hingga awal januari 2016 karena  saya harus fokus Pra Tugas Akhir dan Tugas Akhir yang nanti akan dihadapi. Setelah selesai sidang Tugas Akhir, saya kembali ke berbagi nasi bukan sebagai dokumentasi dan publikasi berbagi nasi lagi tetapi sebagai relawan yang membagikan nasi kepada orang yang berhak untuk diberikan nasi bungkus.

Hari ke hari, minggu ke minggu, tahun ke tahun silih berganti, tak terasa sudah 3 tahun menjadi bagian berbagi nasi Bandung. Banyak perubahan dari seluruh aspek dari awal saya bergabung hingga saat ini. Relawan silih berganti datang dan pergi, namun hal itu perlu dimaklumi karena pasti ada waktunya untuk fokus pada kehidupan masing-masing. Pada Akhirnya, saya pun akan seperti mereka dan tidak akan ada diberbagi nasi lagi namun entah kapan karena bagi saya berbagi nasi ini memberi banyak pengalaman dan pelajaran tentang hidup. Kenapa saya harus berhenti dari berbagi nasi? Bukan berhenti tapi banyak kegiatan-kegiatan positif selanjutnya yang masih berhubungan dengan kegiatan sosial yang perlu saya ikuti untuk mendapat pengalaman dan pelajaran hidup yang baru dari kegiatan tersebut.

(25 maret 2013-25 maret 2016)

 

Guru Tamu di Sekolah Alam Dago Bandung

IMG_0131

Sebuah Kehormatan ditunjuk menjadi guru tamu di Sekolah Alam Dago Bandung untuk mengisi mata pelajaran Seni Keterampilan. Berbekal dari pertemuan di Berbagi Nasi Bandung, Sinergi antar relawan pun terbentuk dan berbincang tentang latar belakang Sekolah Alam Dago Bandung dengan salah satu wali kelas, Pak Wahyudin. Hal ini menjadi menarik untuk dilewatkan 😀

Ya, Menjadi seorang guru/dosen memang tidak mudah. Hal ini saya rasakan ketika menjadi guru tamu di sekolah alam. Padahal ini baru sekilas perkenalan saja tentang “recycled materials” dan tidak punya basic guru malahan. Tak bisa diucapkan dengan kata-kata tentang jasa seorang guru / dosen apalagi jasa mamah dan alm. bapak. Hal inilah yang menjadi rasa yang tak bisa diungkap, bagaimana pun ilmu apapun yang kita miliki haruslah dibagikan kepada orang lain karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

IMG_0132

Sekilas Deskripsi tentang Sekolah alam, Sekolah Alam Dago Bandung merupakan sekolah berbasis non-formal yang bergerak dibidang pendidikan yang memberikan/memfasilitasi siswa/i yang mempunyai kebutuhan khusus. Kebutuhan khusus disini seperti keterbatasan fisik, kurangnya perhatian orang tua, down syndrome, autis, dan lain-lain. Pada umumnya, siswa/I yang dididik disini adalah siswa yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan pada umumnya (formal). Pendidikan bagaimana pun sangatlah penting untuk didapat semua orang, iitu merupakan hak bukan lagi sebuah kewajiban.

Hal ini menjawab semua keraguan, bahwa orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus pun tidak harus dibedakan dengan orang normal lainnya. kita pun sama, hanya saja mereka perlu bimbingan khusus agar tetap terjaga dari segi perhatian. Tak perlu membeda-bedakan, karena semua ini hanya titipan Tuhan untuk kita dan tak perlu ada yang dibanggakan. Maka dari itu, hal yang perlu ditanamkan dan diterapkan ialah mencoba untuk tetap peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar mulai dari hal kecil.

IMG_0125

Jazakallah Pak Wahyudin yang memberi saya pengalaman menjadi seorang guru di Sekolah Alam Dago Bandung. Tentu ini menjadi pengalaman baru bahwa menjadi seorang guru harus benar-benar ada rasa cinta dan kasih sayang yang lebih ketika memberikan ilmu kepada adik-adik terutama pada anak yang mempunyai kebutuhan khusus. Terima Kasih, Sekolah Alam Dago Bandung

Beruang Matahari : B3ARNIVAL “CARING FOR ORPHANS” @ Ramadhan Mubarok (versi INA)

CJZchkpUAAAn0se

Beruang Matahari adalah komunitas yang peduli terhadap anak-anak yatim piatu. Kemarin (11 juli 2015) merupakan hari yang berbahagia untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama, yakni berbagi kebahagiaan dengan anak yatim sambil berbuka puasa bersama. kemeriahan ini terbukti dengan 1000 anak yatim dengan 30 anak panti asuhan se-kota Bandung di STP (Sekolah Tingg Pariwisata) Bandung.

DSC_6796

Kegiatan buka puasa bersama dengan Anak yatim ini yang diberi nama B3ARNIVAL diselenggarakan dalam rangka ulang tahun komunitas Beruang Matahari yang ke 3 di Dome STP MALABAR BANDUNG. Acara B3ARNIVAL ini mengambil konsep karnival sehingga anak-anak bisa bermain seperti layaknya berada di wahana karnival pada umumnya. permainan yang diberikan seperti tembak balon, bermain bola basket (bola plastik sih sebenernya  :P), belajar fotography, belajar origami, dan lain-lain. tak luput wahana permainan yang ada di karnival seperti naik bianglala ada di sana. Bebas mau naik berapa kali, tinggal seberapa kuat tuluy kukurilingan (lieur pastina mah :P).

DSC_6805

Acara pun sangat meriah mulai dari awal hingga akhir, para panitia pun ikut semangat melihat respon anak-anak yang sangat bahagia hingga saatnya acara penutupan yakni meniup kue ulang tahun beruang matahari ke 3 yang ditiup bersama anak-anak yatim dan para panitia. hal ini membuat saya sangat bahagia baik itu dari kinerja para volunteers B3ARNIVAL, sponsor yang menyokong acaranya, dan terlebih adalah kebahagiaan anak-anak yatim.

DSC_68111

IMG_20150712_183008

Walaupun baru bergabung pertama kali di beruang matahari, rasa kekeluargaan mereka sungguh berasa, patut diacungi jempol. Ini menjadikan kebahagiaan buat saya juga karena mendapat keluarga baru yang menjadikan beruang matahari menjadi keluarga komunitas ke 5 setelah N-wae Freestyle Soccer, Rumah Belajar Sahaja, BerbaginasiID, dan Rumah Bintang (Rubin Bandung). Banyak teman itu bahagia 😀 !!! hidup lebih berarti jika saling peduli dan saling berbagi kepada sesama. kita ngga punya apa-apa yang harus disombongkan, karena semua hanyalah titipan dari Allah SWT

“Beruang Matahari : B3ARNIVAL “CARING FOR ORPHANS” @ Ramadhan Mubarok (versi English)”

Coming soon 😀

kelas photography di Rumah Bintang (Rubin)

page

 

Pertama kali datang ke rumah bintang tanggal 25 juni 2014. teh titi (Nastiti), mengajak saya untuk menjadi mentor anak-anak di kelas fotograpi yang di tinggal oleh teh rini (mentor fotograpi dulu). Saat itu, saya pun langsung tertarik dengan kegiatan yang ada di rumah bintang. Tanggal 25 juni 2014, saya datang dengan salah seorang teman di berbagi nasi (Prihesty) bertemu dengan pengagas rumah bintang yaitu kang Niki. Saat memasuki rumah bintang, interiornya pun sungguh kreatif dengan gambar-gambar warna warni disana sini.

Bertemulah saya, dengan kang Niki. Beliau menjelaskan secara detail tentang Rumah Bintang dengan santai.

“Rumah bintang didirikan agar mimpi-mimpi mereka bisa tercapai dan menjauhi hal-hal yang bersifat negatif” ujar Kang Niki.

Beliau pun menceritakan anak yang senang sekali dengan kelas fotograpi, nama anaknya itu adalah jessica. Saat saya bertemu anak itu, excited beud. Rasa senang, gembira terpancar dari wajahnya. Kalau saya liatnya malah olohok wkwkkwkwk tapi saya pun ikut senang.

Pada tanggal 08 juli 2014, saya datang ke rubin sambil ngabuburit dengan tujuan ngobrol santai sama anak-anak, ya pedekate lah ya dengan anak anak hahhaha. Lalu saya menanyakan “sampai mana perkembangan materi yang di ajarkan oleh teh rini kemarin?”.  Materi exposure, aperature, ISO, panning, freezing, zooming pada sudah, tapi saat di tanya kembali blank hahha  tapi tak apa-apa yang penting adalah niat mereka ingin mendalami dunia fotograpi.

Sebagai pemanasan, foto diatas adalah foto hasil anak-anak. Kita mulai dari teknik “bokeh”. Eits, pake lensa manual 50mm F1.8 (1979-1985) hahaha, lensa yang bisa fokus dengan manual atau oleh penggunanya. Mengapa? saya ingin melatih kemampuan pengelihatan mereka terlebih dahulu dengan tujuan agar pengelihatan mereka bisa tajam saat keadaan low light/minim cahaya yang terkadang saat mode autofokus, titik fokus tidak terdeteksi dan moment untuk mengabadikan gambar akhirnya lewat begitu saja. maka dari itu anak-anak di latih dengan lensa manual.

Dari hasil foto-foto mereka sudah cukup baik, tinggal dilatih kembali ketajaman saat membidik objek / bidang yang akan di ambil serta mengingat kembali pelajaran / materi yang sudah di berikan oleh teh rini, serta tak lupa juga berterimakasih kepada teh Rini yang telah mengajarkan anak-anak belajar fotograpi. Dengan bacaan Basmallah “bismillahirrahmanirrahim”, dengan izin Allah SWT saya ingin membagikan ilmu-ilmu saya yang bermanfaat untuk anak-anak dan orang lain dengan lancar. Amin  Ya Allah….