Blog Archives

Pameran Kelas Inspirasi Bandung 6

41085304_258864754649121_4084034893530069198_n

Photo by Instagram Ki_BDG

Suksesnya penyelengaraan acara Kelas Inspirasi Bandung yang ke 6 pada bulan Februari 2018 kemarin, hal ini lantas membuat para panitia sangat berbangga kepada seluruh elemen yang telah membantu kegiatan ini hingga akhir. Kegiatan ini akan selalu hadir setiap tahunnya, perlu di catat kalau kelas Inspirasi itu mulai membuka pendaftaran dari awal Januari hingga akhir Januari dan pelaksanaannya itu setiap bulan Februari di hari Rabu. Kalau masih penasaran yang belum ikutan Kelas Inspirasi Bandung, di reminder tuh pembukaannya hehehe.

Setiap tahunnya, setelah gelaran Kelas Inspirasi Bandung dilaksanakan biasanya selalu ada pameran dan workshop yang diadakan oleh Koordinator panitia. Saya awalnya ragu untuk ikut bagian karena satu dan lain hal tetapi pada akhirnya saya mencoba untuk menjadi bagian panitia pameran Kelas Inspirasi Bandung yang ke 6.  Oh iya, pada tahun kemarin pameran untuk Kelas Inspirasi Bandung yang ke 5 ditiadakan karena biaya operasionalnya dikhususkan untuk program Sabadesa. Mohon dimaklumi yah hehehe…

Pada saat dimulai rapat setiap minggunya di Bandung Creative Hub dan gencarnya menyebarkan info tentang pameran, saya masih berkutat dengan proyekan coffee bar dan ada panggilan interview ke Bekasi. Ini hal yang saya rasakan diawal kenapa sedikit ragu untuk menjadi bagian pameran tetapi itu tidak menghalangi saya untuk bantu semampu saya. Satu pekan sebelum pameran, saya memberi kabar kalau saya bisa gabung untuk bantu-bantu saat pameran nanti dan kamera pastinya stand by. Meski agak was-was kamera dipinjam adik study ke Yogyakarta beberapa hari, untungnya tidak dihari H.

Dihari pembukaan, saya datang pagi-pagi untuk membantu panitia yang sudah stand by disana. Mulai dari merapihkan, menempatkan foto-foto, dan memindahkan kursi-kursi. Letak pameran Kelas Inspirasi Bandung yang ke 6 di Bandung Creative Hub ini ada di lantai 5…hmmm sekalian olahraga hahaha. Saat pembukaan dimulai, acara dimulai dengan tumpengan sekaligus syukuran kalau koordinatornya kemarin ulang tahun. Tepat pameran = bertambah usia, beuh cucok kan seneng dan riweuhnya hahaha. Acara hari pertama pun dimulai dengan kegiatan workshop watercolor yang di pimpin oleh creativepreneur  “Nyalse Project” yaitu Fairuz Nisa Fauziah (teh fay) dan partnernya teh Anggietta serta pa ketu kang Ari. Selama workshop berlangsung, teh fay dan teh anggie memberi tutorial tentang cara menggambar memakai watercolor kepada peserta yang datang. Selain itu ruangan pameran pun dibuka untuk umum, disana terpampang foto-foto seluruh kegiatan Kelas Inspirasi Bandung 6 kemarin.

DOOC0206

Skip hari ke dua saya tidak datang wkwkwk  hampura kasadayana, singkatnya ada acara mengenal Creative Dance Bersama Semesta Tari dan workshop photography Bersama Vivera Siregar dalam Stories in Frames.

Dihari terakhir pameran, saya baru bisa datang di siang hari karena hari minggu pagi itu harus dinas, beberes rumah dan mengantar ibu ke berjualan ke punclut cimbuleuit hahaha. Pada hari minggu sekaligus hari terakhir pameran ada acara film dokumenter kegiatan Sabadesa dengan judul “Rancage” sambil sesi tanya jawab tentang kegiatan Kelas Inpirasi dan Saba desa. Hal yang menjadi sorotan ialah ada mahasiswa dari UPI yang berasal dari Maroko yang ikut tertarik untuk menjadi bagian Kelas Inspirasi tahun depan. Bangga ada bule yang ingin ikut menginspirasi anak anak negeri untuk berbagi pengalamannya…salut.

Sebelum kegiatan ditutup, pa ketu kang Ari memberikan sepatah kata karena pameran ini telah sukses dilaksanankan. Surprise kembali datang untuk pa ketu yang kemarin bertambah usia dari beberapa rekan panitia yang membawa cemilan makanan, Alhamdulillah semoga menjadi coordinator Kelas Inspirasi Bandung yang ke 7 yaa….ahhahha. Kegiatan pun ditutup dengan menonton Bersama film dokumenter “Rancage” dan kebetulan saya belum menontonnya karena videonya close for public. Selama film berputar dengan kualitas video seperti 4k, saya mencoba memahami pesan apa yang dapat diambil dari video yang berdurasi 20 menitan ini. Diakhir film, sebenernya saya cirambay cuma ditahan-tahan wahahhaa. Video ini begitu menyentuh dan penuh dengan makna kehidupan untuk menggapai cita-citanya, pantas jika film pendek ini tidak di publish oleh pihak Kelas Inspirasi Bandung.

PUTP7588

Terkhusus untuk seluruh panitia Pameran Kelas Inspirasi Bandung 6 maafkan jika saya tidak banyak membantu terutama jarang hadir saat rapat di setiap minggunya. Walau hanya beberapa hari, menjadi bagian dari Panitia Kelas Inspirasi Bandung sangatlah menyenangkan dan kental kekeluargaan. Bangga menjadi bagian dari orang-orang hebat yang peduli Pendidikan anak-anak di Kelas Inspirasi Bandung.

Advertisements

Kelas Inspirasi Bandung 6

KELAS INSPIRASI BANDUNG 6

Awal pertengahan bulan November 2017 (kalo ga salah hihihi), ada notifikasi dari gmail yang berisikan tentang recruitment kepanitiaan Kelas Inspirasi Bandung yang ke 6. Awalnya keraguan ini datang karena di tahun 2018 ada rencana untuk membangun bisnis dibidang workshop yang harus sudah dimulai dan terlebih resign kerjaan sebagai asisten Konsultan ISO 9001:2015. Hal ini membuat saya sedikit bingung dimana saya juga masuk dalam jajaran kepengurusan Garis Tawa (cari apa itu garis tawa dilist wordpress saya ya… hehehe) sebagai konten writer. Ini menjadi sedikit rumit tapi saya coba daftar saja dulu sebagai divisi publikasi & dokumentasi, yang penting ingin nambah relasi kembali dengan hal yang lebih baru sebagai kepanitiaan Kelas Inspirasi Bandung.

Di awal Desember 2017, saya dinyatakan lolos untuk kepanitiaan Kelas Inspirasi Bandung dan ini benar-benar membuat minggu-minggu kedepannya menjadi tantangan untuk membagi waktu. 10 Desember 2017 menjadi hari dimana semua panitia kumpul untuk pertama kalinya di ITB, meski tidak semuanya hadir ini menjadi moment awal untuk mempersiapkan kelas Inspirasi Bandung yang ke 6 di bulan Februari 2018. Tak disangka ada teman di 1000 Guru Bandung 10 kemarin, Dwita astari (Divisi Acara). Saya di intrograsi sama ini perempuan dan rekan-rekan yang lain saat di 1000 Guru kemarin wkkwkwk tentang 10 Organisasi yang saya ikuti, kepo beud kan jadinya….. peace teh Asti hihiihi.

Minggu ke minggu, pertemuan kepanitiaan kelas Inspirasi untuk melanjutkan progress persiapan mulai dijalankan. Saya mungkin tidak terlalu banyak membantu bahkan bikin bingung sendiri, mana yang harus diprioritaskan Antara merintis bisnis, content writer, dan kepanitiaan. Mencoba untuk mengatur waktu yang saya miliki, akan tetapi saya sangat meminta maaf kepada Garis Tawa karena saya tidak bisa konsisten membagi waktu menjadi content writer yang saat ini sedang mempersiapkan merenovasi rumah salah satu target yang patut untuk diberikan dibulan maret. ini menjadi hal yang sulit, bukan berarti Garis Tawa dikesampingkan akan hal ini sampai-sampai migren hampir 3 pekan, saya sangat meminta maaf kepada semua kepengurusan Garis Tawa.

Semakin hari progress mulai terlihat dimana persiapan seluruh divisi terutama survey ke Sekolah-sekolah yang akan dipilih untuk hari inspirasi nanti. Disini saya mencoba bantu untuk survey sekolah yang seharusnya dilakukan oleh divisi acara, SD yang saya kunjungi yaitu SDN Padasuka 2 di daerah desa Cijengkol. Sekolah Dasar ini dekat dengan tempat dimana saya memproduksi Shelves Floating/rak melayang. Mempercepat cerita hehehe dimana relawan yang lolos berkumpul saat briefing kelas inspirasi Bandung di Balai kota. Acara pun sangat meriah dan tertib, meski didalamnya terdapat kekurangan hal itu dapat dimaklumi dengan waktu yang relatif singkat.

Menjelang hari inspirasi, panitia disibukan dengan beberapa relawan yang mengundurkan diri baik itu dari relawan inspirator atau relawan dokumentasi. Disini saya diberi tugas untuk memback up dokumentasi di SDN 1 Jambudipa, daerah Cisarua tau lewat aplikasi Waze wkwkwkw orang bandung yang dikit-dikit pakai aplikasi waze itu saya :D. Hari dimana ada acara pasti disitu saya begadang hehe takut bablas kalo subuh yang biasanya tidur lagi hihhihi. Pukul 5.20 saya mulai berangkat ke Cisarua, dengan melawan dingin saat diperjalanan mungkin sekitar  17-18 derajat, cukup mengigil dan selalu menguap kalo dikasih cuaca dingin :D. waktu menunjukan pukul 05.45, saya tiba dekat sekolah yang dituju, sambil menunggu jam 7 saya mencari sarapan dulu yang kebetulan sekolah jambudipa dekat pasar…rajin amat jam 05.45 udah ada disekitaran sekolah wkkwkk. Relawan kelompok 1 mulai berdatangan, acara kelas inspirasi di SDN 1 Jambudipa akan segera dimulai tetapi saya cuma bisa diam karena suhu dinginnya ituloh…bbrrr

Acara Kelas Inspirasi Bandung 6 di SDN 1 Jambudipa dimulai, dengan barisan layaknya upacara. Disuguhi oleh penampilan anak-anak SDN 1 Jambudipa membuat acara ini semakin meriah. Setelah pembukaan dan penampilan anak-anak, acara kelas inspirasi pun dimulai dengan para relawan memasuki setiap kelas membagikan ilmu-ilmu lewat profesinya masing-masing. Waktu semakin bergulir, rasa lelah yang luar biasa mulai terasa dan pukul 10 saya memutuskan untuk pulang untuk istirahat sejenak karena disore hari akan ada refleksi Kelas Inspirasi. Maaf tidak pamitan dulu ke kelompok 1, karena waktunya sudah dimulai kembali untuk membagikan cerita lewat profesi masing-masing. Pukul 14.30 acara refleksi akan dimulai di Pendopo dan kegiatan ini sekaligus sebagai penutupan acara kegiatan Kelas Inspirasi Bandung ke 6. Meski tidak semua kelompok hadir, kegiatan berlangsung meriah serta bertemu dengan teman-teman yang sekelompok saat di Kelas Inspirasi Bandung 5 Kemarin.

Inilah cerita di kepanitiaan Kelas Inspirasi Bandung yang sungguh didalamnya terdapat kerinduaan (Kerinduaan KI ya guys…hihhihi) baik menjadi panitia, relawan pendamping, relawan inspirator atau relawan dokumentasi pasti memiliki kecanduan akan kerinduaan kelas inspirasi. Banyak hal yang harus saya perbaiki dari sisi pembagian waktu, memaintenance agar tidak keteteran meski tetap kewalahan tetapi semua bukan keinginan saya, saya hanya berusaha Allah SWT lah yang berkehendak. Disini pula, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan untuk mengisi slot divisi publikasi dan dokumentasi Kelas Inspirasi Bandung dan maaf jika saya ada salah dalam kata atau perbuatan. Panitia kelas inspirasi memang juara, juara kerinduan akan Kelas Inspirasi. Sampai jumpa di Kelas Inspirasi Bandung yang ke 7 di tahun depan.

Sehari Mengajar,Selamanya Menginspirasi

Hari Inspirasi di SD Cigondewah 01

H-4 sebelum Hari Inspirasi, saya membuat konsep untuk anak-anak tentang profesi sebagai desain interior yaitu membuat denah kecil ruangan kelas, perspektifnya, dan juga maketnya.PR yang membuat waktu terkuras yaaaa membuat maketnya itu looh :’). Selain itu saya membawa sketsa wajah dan vrctor face, ini bertujuan bukan untuk pamer tetapi agar anak-anak lebih mengembangkan lagi bagi yang suka menggambar dan  jangan terpaku pada gambar kartun saja. Back to maket,  Bergegas membeli persenjataan maket sambil ngeprint layout denah kecil ruangan kelas di dekat kampus ITENAS. Untung poster 3×1 meter sudah jadi dihari itu juga, jadi focus untuk membuat maket dan materi lain dengan lebih terkonsep. Dalam waktu 24 jam progress maket sudah mendekati selesai. Manajemen waktu menjadi kunci, ini yang sering saya lakukan agar lebih sesuai dengan jadwal yang telah dipikirkan. Proses maket diakhir-akhir  terkendala dengan miniatur kursi yang ukurannya sangat kecil, yaaaa terpaksa nyomot dari maket tugas akhir dulu hahaha…. Dan akhirnya di H-2 maket sudah selesai sehingga saya lebih memikirkan alur pengajaran untuk dikelas nanti.

Proses print konsep masih harus dilakukan pada H-1 hari inspirasi bolak balik antara rumah ke jln. Pahlawan serta membantu teh jinnie membuat layout bahan pengajaran dan harus pergi lagi ke Dipatiukur pada malam harinya. Semua telah rampung dimalam itu dari segi persiapan, materi, konsep dan lain-lain, kendalanya adalah waktu kumpul jam 06.00 di SDN Cigondewah 01. Seperti dahulu, saya terbiasa untuk begadang (hal yang tidak baik sih) tapi kalo ngga bakalan bablas tidur -.-“ wkkwkwk.. Diwaktu malam, saya mengisi waktu dengan menonton Kelas Inspirasi Bandung sebelumnya yang membuat rasa ini semakin bergairah untuk bertemu dengan anak-anak di sekolah pada pagi harinya. Selain menonton Kelas Inspirasi saya pun mencari-cari trik ice breaking yang mudah agar pada saat anak-anak mulai bosan trik ini dapat berjalan.

Pada jam 05.00 setelah shalat subuh saya bergegas untuk pergi ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh, nyatanya terlalu cepat pergi dari rumah wkkwkwk jam 05.15 sudah sampai… haduuuhh. Menunggu relawan lain datang sambil ngopi untuk menghangatkan badan. Jam 05.45 relawan akhirnya berdatangan dan langsung bersiap-siap untuk memasang poster 3 x 1 serta menempelkan nomor ruangan. Disesi sebelum opening ada salah satu anak yang menghampiri ruangan para relawan dan  ingin berkenalan dengan para relawan, sepertinya tidak sabar ingin mendapat inspirasi dari para relawan. 5 menit sebelum opening kami pun menyiapkan diri serta berdoa untuk kelangsungan acara agar dilancarkan. I’m really excited but really nervous too, itu yang saya rasakan sebelum opening dimulai. Padahal sudah beberapa kali ngajar tapi entah ini rasanya berbeda.

dscf4667-copy

Dokumentasi dari Kang Nuy

Opening pun dimulai, dengan sambutan kepala sekolah serta senam pinguin baik itu relawan, anak-anak serta gurunya pun ikutan biar sehat dan gembira. Opening sudah saatnya eksekusi dari setiap relawan dengan profesi masing-masing dengan durasi 45 menit. Masuklah saya ke kelas pertama di kelas 6C, awal-awal cukup keteteran Karena ritme materi yang terlalu cepat sehingga disisa waktu kita belajar menggambar sebuah ruangan satu titik hilang. Dikelas 6C ini ada salah satu anak yang excited  Karena cita-cita ingin menjadi arsitek, ini masih ada hubungannya juga dengan profesi desain interior. 45 menit pun berakhir dan saya pun istirahat sejenak . pukul jam 09.00 langsung saya bergegas ke kelas 4A. Berbeda dengan kelas sebelumnya, kelas ini sedikit aktif dan ritme materi pun mulai tertata dengan baik sehingga saya sudah merasa enjoy dengan suasana kelas. Mereka lebih suka ketika saya menampilkan maket ruangan kelas, yaaa emang kaya mainan sih ahhahha. Mulai di kelas inilah saya merasa sudah menemukan ritme dan alur materi.  Namun waktu yang diberikan hanya 30 menit Karena menyesuaikan waktu di sekolah ini.

dsc-1-21

Dokumentasi dari Kang Pandito

Pada pukul 10.00 saya pun langsung mendatangi kelas 4B, disini ternyata anak-anaknya lebih aktif lagi disbanding 2 kelas sebelumnya. Ketika menampilkan hobi freestyle soccer ada permintaan anak untuk atraksi, haddeeuuhhh ini kelas bukan lapangan. Mau ngga mau harus hahaha tapi yang mudah saja, saya hanya menampilkan trik head stall (menyeimbangkan bola di kepala).  Materi pun dilanjutkan, sama seperti kelas 4A di kelas ini antusias pada maket yang saya bawa dan salah satu anak ingin mempunyai maket tersebut namun saya jawab “nanti kakak titipkan ke ibu guru sebagai hadiah yaa jadi kalian bisa lihat maketnya”… binggung atuh jawab naon bisi salah deuih :’(. Saat jam telah berakhir salah satu anak bilang “yaaah kak jangan pergi dulu”. Semua memeluk seakan saya tidak diperbolehkan keluar kelas, ini momen paling haru dan saya pun menawarkan gimana kalau foto bersama ya, kakak harus ke kelas berikutnya. Akhirnya mereka mau, tetapi kondisi keluar kelas pun saya tetap dipeluk erat oleh mereka…. So Sweet banget.  Selesai foto bersama mereka pun mengambilkan bahan materi saya yang ditinggal dikelas. Saya pikir kelas ini sungguh aktif, baik-baik anaknya, dan mudah dipahami. Setelah jam selesai akhirnya saya langsung ke kelas 5B, posisinya hampir sama dengan kelas 4B saya harus atraksi freestyle soccer lagi kwkwkkwk.. dan pertanyaan yang sama “kak boleh ngga maketnya buat aku?”. Waktu 5 menit sebelum jam selesai ternyata harus sudah selesai menempelkan cita-cita anak-anak di poster pohon harapan sehingga saya mempercepat materi agar anak-anak bisa menulis cita-citanya dan menempelkannya di poster tersebut.

dscf4706-copy

4 kelas sudah didatangi, dan ini waktunyanya untuk closing. Di seluruh akhir kelas, saya berpesan bahwa kalian harus eksplore lagi kembangkan lagi potensi kalian lebih satu bidang, jangan malas, dan  rajinlah belajar. Mata saya tertuju pada gerbang sekolah, anak-anak yang kebagian sekolah siang tidak kebagian hari inspirasi dari para relawan, itu yang membuat hati saya merasa kasihan tetapi bagaimana pun waktu yang disediakan hanya dari jam 07 sampai jam 12 siang. Waktunya closing dan kami pun berpamitan dengan anak-anak layaknya lebaran +/- 400 anak menyalami para relawan dan guru untuk pulang ke rumah masing-masing. Di akhir waktu sebelum berpamitan dengan guru-guru SDN Cigondewah 01 kami pun berfoto bersama untuk kenang-kenangan serta sebagai janji saya memberikan maket ruang kelas kepada salah satu guru daaaaannnnn kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01 pun selesai.

“Kelas inspirasi Bandung 5 merupakan organisiasi yang ke 8 dalam 5 tahun terakhir menjadi seorang aktifis sosial. Dikelas Inspirasi inilah ada hal yang berbeda yang tak bisa diungkap setelah menjalani seharian penuh menggantikan peran  guru. Hal yang saya petik ialah peran guru merupakan pusat ilmu, sehingga pantas bila guru adalah pahlawan bangsa yang hebat. Mereka tidak kenal lelah mendidik anak-anak dari yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang yang tahu akan ilmu. Bukan saya saja yang menginspirasi banyak hal tetapi anak-anak pun telah menginspirasi saya dalam hal apapun. Terima kasih untuk seluruh guru di Indonesia, kalianlah pahlawan sesungguhnya dan anak-anak yang telah menginspirasi banyak hal, semoga percikan ini dapat membuat asa meraih mimpi kalian semakin kuat dan nyata”.

kelompok-42

“10 hari berkenalan dengan para inspirator hebat dan langsung bergerak membuat progam anak-anak untuk hari inspirasi dengan waktu relatif singkat sungguh sangat berkesan. Rasa kekeluargaan menjadi lebih terasa berkat kerja sama yang cukup apik meski banyaknya kendala. Semoga perkenalan yang singkat ini menjadi awal menjadi keluarga baru yang terus terjalin silaturahmi antar inspirator.”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 2

img_1855

Dokumentasi dari Kang Egi

Briefing kelas inspirasi kemarin (12 Februari 2017) sudah dipecah dan saya kebagian di kelompok 42 untuk hari inspirasi di SDN Cigondewah 01. Kami pun awal-awal agak keteteran dengan progress yang dibilang telat panas hahaha Karena sang pembimbing kita teh EL selalu memberi progress kelompok lain tetapi itu membuat kami lebih termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Tanggal 15 Februari 2017, telah ditentukan digrup WA untuk survey tempat ke SDN Cigondewah 01. Cerita unik saat survey pun tertuang bahwa saya terlampau jauh melebihi lokasi kwkwkwwkkw Karena lokasi SDN Cigondewah yang kurang tahu dan harus putar arah mengikuti feeling. Beberapa menit berselang, akhirnya saya sampai di SDN Cigondewah dengan langsung memasuki ruang guru yang disana sudah ada kang Ganjar dan Kang Egi yang sedang berbincang dengan Ibu Juju (Salah satu  guru di SDN Cigondewah). Kedatangan kami untuk survey ini tentunya untuk mengetahui seberapa banyak murid yang bersekolah di SD ini, berapa kelas yang kami bisa singgahi, serta mengetahui luas area sekolah ini.

Hasil survey diketahui bahwa murid yang akan mendapat inspirasi dari relawan sebanyak +/- 400 murid dari kelas 1 s/d kelas 6 kecuali kelas 3 yang sekolah siang. Jadwal kami di sekolah ini hanya mulai dari jam 7 hingga jam 12 siang, sehingga untuk kelas siang tidak kebagian untuk mendapat inspirasi dari relawan kelas inspirasi. Ruangan yang dapat dipakai sebenarnya ada 10 ruangan, akan tetapi 1 ruangan rusak dan belum diperbaiki. SDN Cigondewah ini daya tampung siswa terbilang kurang mumpuni dan beberapa fasilitas pun harus digabung seperti ruang kepala sekolah yang bergabung dengan perpustakaan. Selain itu, survey kami itu bermaksud untuk mengetahui kondisi sekolah dan bertanya tentang karakter anak-anak di SDN Cigondewah serta mengukur dan mengetahui posisi untuk spanduk yang akan dibentangkan di sekolah  ini. Salah satu Inspirator yaitu teh Jinnie bersama kang Ricky yang sudah beberapa kali mengikuti Kelas Inspirasi dan membantu kami untuk membuat pemetaan kelas para inspirator. Sempat untuk berkeliling sekolah memasuki ruangan kelas, rasanya seperti kembali ke jaman SD dulu mengingatkan banyak cerita dengan teman-teman seperjuangan SD.

Keesokan harinya, first meeting kelompok 42 di salah satu café di Kota Bandung untuk membahas pemetaan kelas dan pembagian tugas baik itu para inspirator atau fotographer/videographer. Suasana tidak terlalu flat saat meeting, selingan candaan membuat suasana cair dan rasa kekeluargaan menjadi satu padahal baru beberapa hari kenal dengan sahabat  baru. Pemetaan kelas masih belum sepenuhnya setuju Karena beberapa relawan ada yang sama profesinya di salah satu kelas, sehingga pemetaan harus di ulang kembali demi pemerataan profesi di setiap kelas. Waktu terlalu cepat berlalu tiba-tiba jam 21.30 aja dari jam 17.00 mulai meeting hahha itulah pembahasan yang dibawah santai tetapi tetap serius untuk membuat program kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Hasil dari meeting bahwa beberapa ada yang ditugaskan untuk membuat 400 topi dari koran bekas, 400 nametag yang dibagi menjadi 100 ke 4 relawan, penentuan MC saat opening & closing, ada juga yang membuat poster pohon harapan yang tadinya bakal 1 poster besar akan tetapi diubah menjadi perkelas. Hal itu bertujuan agar anak-anak saat naik kelas, pohon harapan itu bisa menjadi pengingat bahwa mereka mempunyai mimpi besar untuk menggapai cita-citanya.

Selang beberapa hari kemudian, seorang inspirator membuat ide tari pinguin dari salah satu video clip di youtube dengan memakai topi pinguin. Hal itu membuat seluruh relawan setuju dengan ide tersebut dan kami yang dibandung harus latihan tari pinguin tersebut dengan lokasi yang berbeda Karena kendala kami hanyalah perbedaan tempat, ada relawan yang di Jakarta dan di Yogyakarta juga. Kendala tersebut bukan menjadi penghalang untuk membuat program yang sekreatif mungkin demi kelancaran acara kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Selain itu ada juga yel-yel yang dibuat oleh relawan 3 Diva  😀 di Jakarta, mereka pun fisrt meeting di salah satu cafe membuat sebuah yel-yel SDN Cigondewah 01 dan video tutorial bagi relawan lain yang di Bandung dan Yogyakarta… SIIIP deeeh.  Ini liriknya (Pake lirik segala laaaaahhh  -.-) hahhaha

“Angkat jempol kananmu, angkat jempol kirimu

Putarkanlah badanmu, dan goyang-goyangkan

Tebarkan semangatmu dan gapai citamu

Demi masa depan….. Yeeeeeeaaaaaahhhh”

img_1965

vector dari berbagai sumber

H-3 Beberapa aspek penting sudah mulai selesai,  seperti poster 3×1, poster pohon harapan, namertag para relawan, topi untuk anak-anak  dan nametagnya. Hal yang masih menjadi pertimbangan hanyalah pemetaan kelas yang masih  belum rampung sehingga H-2  diadakan kembali meeting untuk hasil yang lebih baik di tempat ngumpul yang sama. Tidak seperti meeting pertama beberapa relawan ada yang berhalangan hadir Karena suatu alasan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan serta ada yang kurang sehat juga… itu tuh teh EL(pembimbing kelompok 42) yang kayanya kepikiran disuruh jadi leader tari pinguin 😛 (peace teh El). Meski demikian, kelangsungan acara meeting tetap dilaksanakan sampai video call dengan teh selvy tentang opening yang masih jadi perdebatan. Pertanyaan yang bikin was-was relawan yang di Jakarta pas hari H itu gimana? Sama siapa ke sekolahnya? Bawa oleh-oleh ga…ups itu ngga termasuk :p. Setelah berbincang cukup lama, ditentukanlah Kang Hendra yang bakal menjemput relawan dari Jakarta di simpang Dago. semua clear  termasuk pemetaan kelas pada jam 21.30 relawan akhirnya pulang agar persiapan lebih matang pada H-1 hari inspirasi.

Next artikel “HARI INSPIRASI DI SDN CIGONDEWAH 01”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 1

img_1813

Gambar dari berbagai sumber

Kelas inspirasi Bandung (KIBDG) merupakan wadah pendidikan yang masih berkaitan dengan Indonesia Mengajar. Titik perbedaanya ialah jika Indonesia Mengajar mencakup pendidikan di pelosok daerah dan mengabdi selama 1 tahun lamanya, sementara Kelas Inspirasi berbagi inspirasi lewat profesi selama 1 hari di suatu Sekolah Dasar di Kota Bandung. Awal mengikuti kelas inspirasi ini tidak terpikirkan sebelumnya, mendaftarnya saja mulai H-7 penutupan hahaha. Saat itu saya ingin memanfaatkan waktu kerja yang kosong karena Pak Koesno (leader Partner kerja)  akan menunaikan ibadah umroh pada tanggal 15-28 Februari 2017, itu pun jika terpilih menjadi relawan pengajar.

img_1817

Gambar dari berbagai sumber

Menunggu kurang lebih 12 hari, akhirnya email dari KIBDG pun datang dengan mempercayakan saya menjadi bagian keluarga besar Kelas Inspirasi Bandung. Bagi saya pribadi, KIBDG merupakan organisasi sosial yang ke-8 yang saya ikuti setelah Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan, Berbagi Nasi Bandung, Rumah Bintang, Beruang Matahari, Sekolah Alam Dago, Indonesia Mengajar (Direct Assessment), dan Rumah Belajar Barudak Karimah. Ini menjadi tantangan baru, 1 siklus menjadi inspirator layaknya guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) selama 1 hari penuh.

img_1807

Gambar dari hasil pribadi (nikon Coolpix s2800)

Pada tanggal 12 Februari 2017, acara KIBDG dilanjutkan dengan briefing dan pembagian kelompok. Rasa Antusias dengan acara ini karena bertemu banyak orang hebat dengan profesi yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yakni membangun mimpi anak Indonesia. Ketika sesi Briefing dimulai kami di beri tips & trik saat hari inspirasi nanti oleh panitia Kelas Inspirasi. Suasana menjadi cair  dengan canda tawa baik itu yang muda dan yang berpengalaman layaknya sebuah keluarga baru. Ketika sesi pembagian kelompok, saya bertemu dengan teman baru dengan dibimbing oleh kak El sebagai pendamping kelompok 42 untuk menginspirasi di SDN Cigondewah 01. Kelompok 42 ini di ketua oleh kang Ganjar Sugih yang nantinya akan menjadi penghubung antara perwakilan sekolah SDN Cigondewah 01 yaitu ibu juju dengan relawan pengajar & dokumentasi.

Rundown dimana sesi perkenalan antar anggota, strategi yang harus disiapkan, tips menghadapi karakter anak, dan lain-lain. Saat itu mata saya tertuju pada satu arah dan saya melihat dosen pembimbing mata kuliah kerja profesi yaitu Mang Jamal (salah satu dosen di Desain Interior Itenas). Ini pun menjadi ajang silaturahmi, antara saya dan orang yang saya kenal di acara briefing kelas inspirasi bandung seperti Mang Jamal (dosen Itenas) & Kak Andri (relawan Rubel Sahaja) dan katanya ada Kak Indah tapi saya tidak bertemu sampai acara selesai.

Grup Whatapps pun malamnya sudah di buat oleh Kak El, dan disana semua anggota baik sebagai pengajar atau dokumentasi saling sharing tentang apa yang harus dibuat pada saat hari inspirasi nanti seperti survey ke lokasi SDN Cigondewah 01, pembagian pengajar per kelas, dan lain-lain. Hal ini sangat penting  mengingat lokasi yang cukup jauh dan relawan pengajar & dokumentasi ada yang berdomisili di luar Kota Bandung.

Artikel selanjutnya: Survey ke SDN Cigondewah 01 😀