Blog Archives

1000 Guru Bandung TNT10 SDN Pangeureunan 5

_MG_6786

Dokumentasi Kak Deni

1000 Guru Bandung menjadi target selanjutnya setelah beberapa bulan lalu mengikuti kelas inspirasi 5 di SDN Cigondewah 01. Awal mula sebenarnya saya jarang kepoin IG 1000 Guru Bandung, tapi berkat grup “fastabiqul khairat” akhirnya saya coba untuk mendaftar. 16 April menjadi pengumuman siapa yang menjadi bagian dari TNT10 ke SDN Pangeureunan 5 berbarengan dengan kegiatan Beruang Matahari di Panti Asuhan Babussalam. Saya kira dapat kabar lewat pesan masuk email ternyata jam 19.30 ditelepon langsung oleh pihak 1000 Guru Bandung dan dinyatakan lolos TNT10 dengan tema Hardiknas serentak oleh 1000 Guru se-Indonesia. 1000 Guru pun menjadi persinggahan organisasi yang ke-9 sebagai organisasi sosial dalam 5 tahun terakhir, sebenarnya 10 tapi itu diluar organisasi non sosial yaitu N-wae freestyle soccer. Dalam acara ini 1000 Guru Bandung bekerja sama dengan VES (Vitara Escudo Sidekick) community sebagai partner dan frisian flag sebagai sponsor.

Jauh hari sebelum Technical Meeting ( TM ) TNT10, saya harus akui bahwa saya tidak memporsir kegiatan segi waktu. Setelah pembagian kelompok itulah waktu dan pikiran menjadi terbagi antara 1000 Guru Bandung dan Beruang Matahari tetapi itu konsekuensi yang harus dijalani dan ini kegiatan yang saya sukai. Pembagian tugas saat TM untuk volunteer sudah dibagi seperti pembuatan name tag, bibit tanaman, hadiah, dan lain-lain. H-1, packing belum dipersiapkan, sisa name tag  belum diprint, bibit pohon belum dibeli, haduh euy…wkwkwk. Larut malam akhirnya saya dapat peralatan gunung dari sahabat yang sama-sama suka  tracking dan print sisa name tag yang masih kurang. Setelah itu kelar dipagi harinya saya memang ada niat untuk Back to School ke SDN Cigondewah 01 untuk memberi kenang-kenangan dengan maksud membakar semangat dan niat baik dari relawan kelompok 42 yang masih wacana tentang tema back to school. Semoga ampuh untuk terealisasinya back to school kelompok 42 ini… maaf ya gais. Kelar??? Belum juga, bibit pohon belum beli wkwk. Bergegaslah pergi ke jln. Sersan bajuri untuk beli bibit pohon, dan ternyata dompet ketinggalan -.-“….untung ga ada Razia. Balik ke rumah untuk ambil dompet, ganti tujuan ke daerah jln. Gunung batu dan akhirnya dapet.. hadeuh ini deket rumah.

Waktu menunjukan 14.30 dan cuaca mulai tidak bersahabat, saya memutuskan naik angkot yang tadinya bakal diantar oleh teman. Sesampainya di Carefour Kiaracondong jam 15.40, saya mencari para volunteer 1000 Guru Bandung dan ternyata saya datang terlalu subuh… wkwkwk pejuang subuh. Sekian lama menanti satu per satu volunteer berdatangan dan disaat itulah saya kepikiran lupa bawa charger kamera wkwk persiapan minim, ya sudahlah irit foto ini mah. Selama menanti para volunteer menyiapakan diskusi materi untuk keesokan harinya. Dalam agenda kita bakal pergi ke lokasi setelah maghrib dan ternyata baru pergi sekitar jam 10 malam dan kebagian no.16. Hal lucu dalam perjalanan ialah semua tidak tau daerah Bandung, lah saya asli Bandung wwkkwk maklum kalau ada yang nanya jalan mending pake aplikasi hp aja  hahaha. Akhirnya perjalanan dimulai, sesampainya gapura wilayah Desa Pangeureunan. Tracking lumpur dan bebatuan menyulitkan mobil kami, karakter mobil yang ceper dan ban yang bukan berkarakter offroad itu yang membuat kami kewalahan. Ditengah perjalan pun tangki mobil kami pun bocor dan untungnya tim VES tau cara mengatasinya.  Akhirnya mobil kami datang pukul sekitar jam 5 subuh dan kami tidak mempunyai waktu lebih untuk beristirahat. Waktu mendekati jam 7, semua volunteer bersiap-siap untuk mengikuti acara upacara Hardiknas di SDN Pangeureunan 5.

Pagi itu volunteer sudah bergegas ke sekolah, dari kejauhan anak-anak sudah berkumpul dilapangan untuk mengikuti upacara. Ini sungguh mengingatkan saya ke sekolah dulu yang setiap hari senin selalu ada kegiatan upacara dengan baju dan celana putih-putih dengan topi merah. Setelah upacara selesai, ada persembahan pentas seni yang dilakukan oleh anak-anak seperti pencak silat. Persembahan pentas seni selesai, saatnya anak-anak masuk kelas untuk mendapatkan ilmu dari volunteer 1000 Guru Bandung dengan konsep fun teaching. Selama dikelas 4, volunteers saling bergantian untuk memberikan materi dengan tema lingkungan bersih dan tokoh Hardiknas. Selain itu kami pun memikirkan yel-yel kelas 4 serta pentas seni yang nantinya bakal ditampilkan disore nanti. Sebelum habis pemberian materi anak-anak akan menempelkan mimpi dan cita-cita mereka di pohon harapan. Jam 1 siang dilanjutkan dengan games, door prize kepada warga Desa Pangeureunan, pengobatan gratis serta pentas seni. Saat Games, kelas 4 menjadi juara 1 loooh, kelas 4 memang istimewa . acara pun selesai dan kami pun berfoto bersama dengan anak-anak serta foto khusus seluruh volunteers 1000 Guru Bandung.

Malam harinya, dilanjutkan dengan acara makrab untuk mempererat sesama volunteer. Sesi perkenalan, penghargaan kepada volunteer dengan berbagai kategori,  dan tukar kado menjadi acara dimalam itu. Sesi ini merupakan sesi paling saya suka dan sangat menghibur membuat saya tidak kuat menahan tawa. Di momen ini sayangnya saya tidak bisa melawak dan malah gugup, maklum saja saya hanya suka dibelakang layar. Acara Makrab selesai para volunteer pun bergegas untuk tidur karena pagi harinya mereka akan traveling ke 2 tempat.  Dipagi harinya, kita makan bersama seperti biasanya dan ada beberapa orang yang akan pergi duluan temasuk saya untuk menghampiri salah satu personil VES yang mengalami kerusakan ditengah perjalanan kemarin.  Perjalanan dimulai untuk menghampiri personil VES tersebut dan disaat itu anak-anak menghampiri tempat kami menginap karena mereka tahu bahwa para volunteer 1000 Guru Bandung akan pulang hari ini. Setelah sampai dilokasi para mekanik mesin VES pun terus berupaya untuk mengejar waktu di rundown acara, namun sayang kerusakan mobil cukup serius dan harus membeli kebutuhan mesin ke bengkel. Sambil menunggu kami pun membuat mie, susu, dan kopi sebagai selingan waktu. Waktu sudah sangat siang, perbaikan mobil belum juga selesai.

Disaat salah satu mobil VES dalam perbaikan kami pun explore tempat di Desa Pangeureunan dan ada 1 tempat yang cukup bagus viewsnya yaitu daerah bukit teletabies. Sepanjang siang hingga menjelang maghrib para volunteers pun mengisi waktu dengan berfoto bersama diberbagai spot. Ini pun menjadi ajang PDKT antara volunteer hahhaa maklum ada yang jomblo termasuk saya jomblo fisabilillah wkkwkw. Selain explore bukit teletabies, di sore hari ada games yang disediakan panitia yaitu games kecedasan. Games yang membuat greget itu ketika ada pertanyaan sinetron dan lagu wkkwkw saya jarang nonton tipi, apalagi lagu wkkwkw tetapi ini pun menjadi pengisi waktu yang menghibur. Games selesai kami pun masih menunggu personil VES yang masih dalam perbaikan. Disaat itulah ada beberapa volunteer yang ngegrup, ada yang sendiri-sendiri, dan lain-lain. Saat akan mendokumentasikan volunteer yang ngegrup, saya pun kena bagiannya wkkwwk mereka ingin tahu 10 organisasi yang pernah saya ikuti dan saya jelaskan 1 per 1 organisasi tersebut. Waktu menunjukan maghrib dan kami harus mencari tempat untuk makan malam dan masjid akhirnya kami duluan jalan sambil menunggu personil VES yang masih dalam tahap perbaikan.

DSC-5547

Sekian lama menunggu salah satu personil VES, akhirnya selesai juga perbaikan mobilnya dan beristirahat sejenak untuk mengisi perut yang kosong. Kami pun pulang ke meeting point di carefour Kiaracondong jam 20.30 dan tiba sekitar jam 10.30 malam. Disanalah akhir pertemuan kami bersama volunteer TNT10 selama 2 hari 3 malam. Meskipun 2 agenda tidak terlaksana, bagi saya pribadi sudah cukup senang dan bahagia merasakan kebersamaan di 1000 Guru Bandung ini. Bukit teletabies pun menjadi pengganti yang ideal bagi para volunteer untuk sekedar foto-foto dan PDKT-an….ahiew.

Pada intinya, saya dapat keluarga baru lagi,  Semoga TNT10 ini lebih baik dalam sisi kekeluargaan dan kekompakan. Selain itu, hal yang saya dapatkan ialah semangat anak-anak SDN Pangeureunan 5, akses jalan yang begitu sulit dan jauh namun beberapa anak dengan semangat tinggi ingin meraih ilmu rela setiap hari melewati jalur itu. Terima kasih 1000 Guru Bandung atas pengalaman yang luar biasa ini. Terutama Kak Iyay sebagai pendamping kelas 4 yang katanya banyak hatersnya ahaha terima kasih, Kak rere yang kece abis berjuang demi TNT10 ini, kak muti yang berulang tahun di hari terakhir TNT10 “Barakallah fii Umrik ya kak“, kak daus,kak deni, PJ TNT10 yang tidak disebutkan (hilap namina wkkkwk) dan semua Volunteers TNT10, smua emezing. Hatur Nuhun 1000 Guru Bandung

DSC-5538

Dokumentasi Kak Deni

Mimpi anak SDN Pangeureunan sangat terbuka lebar, meskipun cita-cita mereka terbilang umum tetapi tidak ada salahnya untuk tetap berusaha meraih mimpi itu karena mimpi meraih cita-cita itu tanpa batas.

Membangun Mimpi dan Harapan

unnamed-2

Dunia anak-anak memang begitu indah dan berkesan, dimana banyaknya keceriaan ketika bermain dengan teman-temannya. Senyum dan tawa itulah yang mereka tahu karena dunia mereka belum mengenal dunia itu sangatlah keras. Membedakan antara 15-20 tahun silam, mungkin masih terdengar musik anak-anak yang begitu sederhana dan mudah diingat. Lalu ada masih adanya game zaman anak yang begitu terkenal, kalo Bahasa Sunda mah ucing sumput, tatar ucingan, bebentengan, cingciripit, pa ciwit ciwit lutung, dll. Setuju, banyak yang bilang dunia anak-anak itu sangatlah menyenangkan.

Tahun ke tahun silih berganti, dunia anak-anak semakin tenggelam oleh waktu. Faktor perkembangan dunia yang begitu mengalir cepat membuat semua semakin berbeda. Dunia orang dewasa kini menggeser dunia anak-anak yang seharusnya penuh pendidikan dan perhatian dari lingkungan sekitar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman yang turut berperan dalam membangun karakter anak. Tidak ada yang salah akan hal ini karena ini sudah dirancang oleh Allah SWT dengan sebaik mungkin.

Berkaca pada kisah nyata yang saya alami.”Saya memiliki sahabat yang dari kecil selalu bermain bersama. Setelah beranjak dewasa, pola pikir kami berubah seiring dengan waktu dan karakter masing-masing. Faktor lingkungan menjadi hal yang berperan besar dalam membentuk karakter serta perilaku seseorang. Pada saat itu Kota Bandung sedang marak dengan adanya geng motor dan salah satu sahabat saya menjadi bagian geng motor tersebut. Semenjak saat itu, saya tidak pernah berkomunikasi dengan sahabat saya lagi karena dia sudah berubah dari segi perilaku dan saya takut terbawa olehnya. Saya tidak memiliki teman di sekitar rumah yang pada akhirnya membuat saya tidak mempunyai tempat untuk berbagi cerita, karena kami terbiasa sharing cerita dan masalah kami sehari-hari. Hal ini menjadi penyebab saya mencari teman di tempat lain. Saya akhirnya memutuskan bergabung dalam beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial seperti rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.” (copy paste dari pertanyaan Indonesia Mengajar XIII).

Berawal dari tidak mempunyai teman dilingkungan rumah inilah saya mendapat pelajaran berharga dari berbagai komunitas sosial di Bandung. “Saya terpikir mengapa tidak membuat rumah belajar layaknya rumah bintang  dilingkungan rumah?”. Namun saya harus belajar bagaimana membangun dari awal membuat suatu organisasi. Lalu saya mencanangkan pertengahan tahun 2018 untuk memulai proyek saya ini.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan terutama saya menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Namun Allah SWT berkendak lain, salah satu guru mengaji mengajak saya untuk mengajar anak-anak di akhir pekan. Lewat komunikasi media sosial kami bercerita dan pada saat itu saya sedang di Jakarta. Setelah panjang lebar berbincang, guru mengaji saya mempercayakan saya untuk mengatur seluruh kegiatan dan sistem intern yang baik. Sebenarnya sih ini PR besar bagi saya hehehe

Pulang ke Bandung, lantas saya berbincang dengan founder rumah bintang bagaimana terbentuknya rumah belajar yang mayoritas anak-anak dari lingkungan rumah. Hampir 1 jam lamanya berbincang, saya dapat sedikit pelajaran yaitu semua komponen yang ada nanti akan muncul dengan sendirinya, jalani saja mengikuti waktu. Waktu yang akan menjawab semua pertanyaan ini. Hal ini menjadi tantangan bagi saya untuk membuat lingkungan saya ini menjadi lebih baik mulai dari anak-anak.

Saya sangat berharap, proyek ini dapat berjalan dengan baik karena saya sangat ingin membangun kembali lingkungan saya yang dahulu aktif mulai dari anak-anak lewat kreatifitas dan imajinasi yang mereka punya. Harapan besar Bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak lewat generasi ke generasi. Maka dari itu, awal proses terbentuknya rumah belajar ini memang banyak hambatan dan rintangan, namun berharap dapat belajar dari hal ini agar lebih baik kedepannya.

“we want to save the future generation of children from today until the future”

Guru Tamu di Sekolah Alam Dago Bandung

IMG_0131

Sebuah Kehormatan ditunjuk menjadi guru tamu di Sekolah Alam Dago Bandung untuk mengisi mata pelajaran Seni Keterampilan. Berbekal dari pertemuan di Berbagi Nasi Bandung, Sinergi antar relawan pun terbentuk dan berbincang tentang latar belakang Sekolah Alam Dago Bandung dengan salah satu wali kelas, Pak Wahyudin. Hal ini menjadi menarik untuk dilewatkan 😀

Ya, Menjadi seorang guru/dosen memang tidak mudah. Hal ini saya rasakan ketika menjadi guru tamu di sekolah alam. Padahal ini baru sekilas perkenalan saja tentang “recycled materials” dan tidak punya basic guru malahan. Tak bisa diucapkan dengan kata-kata tentang jasa seorang guru / dosen apalagi jasa mamah dan alm. bapak. Hal inilah yang menjadi rasa yang tak bisa diungkap, bagaimana pun ilmu apapun yang kita miliki haruslah dibagikan kepada orang lain karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

IMG_0132

Sekilas Deskripsi tentang Sekolah alam, Sekolah Alam Dago Bandung merupakan sekolah berbasis non-formal yang bergerak dibidang pendidikan yang memberikan/memfasilitasi siswa/i yang mempunyai kebutuhan khusus. Kebutuhan khusus disini seperti keterbatasan fisik, kurangnya perhatian orang tua, down syndrome, autis, dan lain-lain. Pada umumnya, siswa/I yang dididik disini adalah siswa yang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan pada umumnya (formal). Pendidikan bagaimana pun sangatlah penting untuk didapat semua orang, iitu merupakan hak bukan lagi sebuah kewajiban.

Hal ini menjawab semua keraguan, bahwa orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus pun tidak harus dibedakan dengan orang normal lainnya. kita pun sama, hanya saja mereka perlu bimbingan khusus agar tetap terjaga dari segi perhatian. Tak perlu membeda-bedakan, karena semua ini hanya titipan Tuhan untuk kita dan tak perlu ada yang dibanggakan. Maka dari itu, hal yang perlu ditanamkan dan diterapkan ialah mencoba untuk tetap peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar mulai dari hal kecil.

IMG_0125

Jazakallah Pak Wahyudin yang memberi saya pengalaman menjadi seorang guru di Sekolah Alam Dago Bandung. Tentu ini menjadi pengalaman baru bahwa menjadi seorang guru harus benar-benar ada rasa cinta dan kasih sayang yang lebih ketika memberikan ilmu kepada adik-adik terutama pada anak yang mempunyai kebutuhan khusus. Terima Kasih, Sekolah Alam Dago Bandung

Kegiatan Rubel Sahaja

1. Pendidikan Baca Tulis Hitung (CALISTUNG)

Kegiatan belajar calistung merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Rumah Belajar SAHAJA. Saat ini jadwal belajarnya adalah:

Ciroyom : setiap Sabtu dan Minggu sore (16.00-selesai) di atap pasar martabat Ciroyom.
Cimindi : setiap Selasa sore (16.00-selesai) dan Sabtu siang (13.00-15.00) di bekas pasar Cimindi Mal
Cimahi : proses belajar di Rubel Cimahi lebih fleksibel karena tempat yang bisa dipakai 24 jam

2. Pembagian Raport Belajar setiap 6 bulan

Proses belajar mengajar disusun dalam selang waktu 6 bulan, dan pada akhir masa pembelajaran dilakukan ‘pembagian raport’ yang dilakukan berbarengan dengan liburan anak-anak di rumah belajar. Pada pembagian raport diberikan hadiah kepada adik-adik rumah belajar yang memiliki prestasi dan kerajinan dalam mengikuti proses belajar mengajar selama 6 bulan ke belakang.

3. Peringatan 17 Agustus

Rumah belajar SAHAJA selalu memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Rumah belajar SAHAJA melakukan upacara bendera dengan perangkat upacara adalah adik-adik rumah belajar, yang dipimpin oleh Pembina Rumah Belajar. Upacara dilaksanakan di lapangan kecil di depan rumah belajar SAHAJA, bau sampah dan tempat yang kotor menambah syahdu pelaksanaan upacara.

Selain itu juga dilakukan berbagai macam perlombaan diantara adik-adik rumah belajar SAHAJA.

4. Peringatan Hari Anak Nasional

Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli, dan Rumah Belajar SAHAJA perdana memperingati Hari Anak Nasional ini pada tahun 2010 kemaren, selain itu istilah Hari Anak Nasional Nasional kami gubah menjadi Hari Anak Jalanan Nasional. Pada tanggal ini diselenggarakan berbagai macam acara, mulai dari pentas seni hingga perlombaan antar relawan dan adik-adik rumah belajar SAHAJA.

5. Ramadhan dan Idul Fitri

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting yang dapat dipergunakan dalam pendidikan adik-adik di rumah belajar. Mereka diajari puasa. Sistemnya adalah apabila mereka berpuasa penuh maka akan mendapatkan satu buah kupon berbuka puasa yang dapat ditukarkan di warung sudah ditentukan di sekitar rumah belajar, begitu juga apabila hanya sanggup puasa setengah hari, maka mereka harus mencari teman yang juga puasa setengah hari sehingga dapat memperoleh satu buah kupon. Dan kupon untuk sahur diberikan kepada mereka yang ikut belajar atau ikut shalat tarawih. Menariknya, ‘polisi’ yang mengawasi siapa yang jujur dan tidak dalam berpuasa adalah dari kalangan mereka sendiri. 🙂

Begitu juga apabila Idul Fitri datang, para relawan rumah belajar SAHAJA mulai sibuk untuk menyortir sumbangan pakaian yang ada, dipilih yang layak, dan kemudian dibagikan per anak, sehingga mereka dapat memakai baju yang baru di hari yang ‘baru’. 🙂

6. Camping

Berkemah di alam merupakan salah satu program rumah belajar SAHAJA yang paling diminati oleh adik-adik rumah belajar SAHAJA. Tidak terhitung jumlahnya kami melakukan kegiatan ini, kami pernah melakukannya di Gunung Halu Ciwidey, Gunung Puntung, Gunung Manglayang, Gunung Burangrang. Ini adalah media yang sangat baik untuk mendekatkan antara para relawan dengan adik-adik di rumah belajar SAHAJA.

7. Penggalangan Dana

Penggalangan dana diluar sumbangan para relawan dilakukan dengan membuat kalender tahunan, merchandise rumah belajar dan melakukan penjualan terhadap baju layak pakai. Uang yang terkumpul dipergunakan untuk pengeluaran rutin rumah belajar SAHAJA.

8. Teater Purnama

Teater purnama adalah semacam pentas seni yang digagas sebagai media apresiasi untuk para relawan dan para adik rumah belajar. Acara ini dilakukan setiap bulan, setiap sabtu malam yang paling dekat dengan siklus purnama. Para relawan dan adik jalanan bisa mementaskan apa saja disini, mulai dari bernyanyi, menari, membaca puisi, story telling, ataupun sekedar berbagi gelisah.

9. Latihan Futsal

Saat ini, latihan futsal masih belum dapat dilakukan secara rutin, meskipun peminatnya sangat banyak. Tempat yang paling sering dipergunakan sebagai tempat latihan adalah di Cimindi, atap pasar martabat Ciroyom atau di lapangan stasiun Ciroyom.

10. Kegiatan tentatif

Terdapat beberapa kegiatan lain yang dilakukan di rumah belajar SAHAJA, belum rutin, masih kondisional sesuai dengan sumber daya yang ada.

Sekolah Sepak bola
Pada awal tahun 2011, rumah belajar SAHAJA menyekolahkan satu anak di SSB Sabuga ITB. Namun karena satu dan lain hal, kegiatan ini terpaksa berhenti, padahal ini adalah salah satu usaha yang sangat positif.

Pendidikan tentang kesehatan gigi
Banyak kegiatan seperti ini yang dilakukan di rumah belajar SAHAJA, salah satu contohnya adalah pendidikan tentang kesehatan gigi dari Mahasiswa Kedokteran gigi UNPAD.

Pawai Bajak Laut Ciroyom
Pawai dilakukan untuk memperkenalkan rumah belajar SAHAJA Ciroyom kepada masyarakat di sekitar pasar Ciroyom.

Undangan ke berbagai acara
Sudah tak terhitung jumlah acara dimana kami diundang dan kemudian tampil sebaik mungkin, pada umumnya adalah acara organisasi mahasiswa yang juga adalah kakak relawan rumah belajar SAHAJA.

Tapi, diluar hal diatas itu semua, kegiatan utama kami tentu saja berbagi kasih sayang, berbagi tawa, berbagi ceria, berbagi segalanya. Tak ada yang mampu menggantikan wajah-wajah kecil mungil itu… 🙂

Sumber : http://rubelsahaja.wordpress.com/kegiatan-kami/

Tentang Rubel Sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan)

69254_584901834854245_746849384_n

Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom merupakan sebuah rumah belajar yang didirikan untuk mendidik perilaku ‘anak jalanan’ agar menjadi lebih baik, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, mandiri, memperoleh pendidikan yang layak dan dapat diterima oleh masyarakat. Rumah belajar ini pertama kali digagas disekitar Pasar Ciroyom, Bandung, dan dalam perkembangannya juga melakukan pembinaan terhadap ‘anak jalanan’ disekitar Dago-Cikapayang, Buah Batu, Cimindi dan Cimahi. Untuk saat ini juga sudah terdapat dua buah rumah belajar yaitu Rumah Belajar Ciroyom dan Rumah Belajar Cimahi.

Cikal bakal Rumah Belajar SAHAJA hanyalah sekumpulan mahasiswa yang turun ke taman-taman kota dimana juga terdapat ‘anak jalanan’, dan kemudian mulai mengajar ‘anak-anak jalanan’ tersebut. Seiring waktu, jumlah relawan yang bergabung semakin ramai dan dalam perjalanannya merasa membutuhkan sebuah wadah yang lebih teroganisir dan resmi. Karena itulah kemudian dibentuk Rumah Belajar SAHAJA.

Rumah Belajar SAHAJA secara resmi didirikan pada 1 Juli 2009, dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah dengan masa pengabdian ± 6 bulan, dan hingga saat ini, Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom sudah 5 kali pergantian kepala sekolah dan Rumah Belajar SAHAJA Cimahi (yang baru didirikan) masih memiliki 1 orang kepala Sekolah. Sistem pendidikan terus dikembangkan berdasarkan evaluasi ditiap 6 bulannya. Berikut adalah nama kepala sekolah Rumah belajar SAHAJA Ciroyom dan Cimahi:

Kepala Sekolah 1 Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom : Fitri Muflihah
Kepala Sekolah 2 Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom : M. Ramdhan Firdaus
Kepala Sekolah 3 Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom : Siska Rahmawati
Kepala Sekolah 4 Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom : Ali Burhan
Kepala Sekolah 5 Rumah Belajar SAHAJA Ciroyom : Rahma Ainun Nisa

Kepala Sekolah 1 Rumah Belajar SAHAJA Cimahi : Fitri Muflihah

Titik berat pembinaan adalah pada pendidikan membaca, bertulis dan berhitung (calistung), pendidikan agama dan keterampilan. Sistem pendidikan disusun ‘menyerupai’ sistem pendidikan sekolah umumnya, dengan evaluasi tiap 6 bulan masa belajar. Evaluasi dilakukan dengan ‘pembagian rapor sekolah’ sembari mengajak ‘anak jalanan’ untuk liburan ke tempat-tempat wisata di sekitar Bandung. Selain itu, 5 orang anak sudah kembali disekolahkan (1 orang sudah masuk sekolah sejak awal 2011), 6 anak disekolahkan tahsin, dan 1 anak pernah disekolahkan sepakbola di SSB Sabuga ITB.

Relawan Rumah Belajar SAHAJA pada umumnya berasal dari berbagai universitas di Bandung seperti ITB, UPI, UNPAD, UNIKOM, ITENAS, UNISBA dll, dan juga dari kalangan umum. Pendanaan Rumah Belajar SAHAJA dilakukan secara swadaya oleh para relawan dengan beberapa donatur tetap, khusus untuk Rumah Belajar SAHAJA Cimahi, sudah dilakukan kerjasama dengan pemkot Cimahi. Selain dari donator, beberapa kali juga sudah digagas usaha pencarian dana lain seperti pembuatan kalender dan penjualan baju layak pakai. Pengeluaran rumah belajar secara umum berkutat pada biaya rutin proses belajar mengajar, pembayaran sewa tempat rumah belajar, pembayaran biaya kursus anak-anak yang belajar keterampilan, dan acara tahunan seperti pembagian rapor, perayaan idul fitri dan idul adha, perayaan 17 agustus, perayaan hari anak nasional dan hari-hari besar lainnya.

Sumber : http://rubelsahaja.wordpress.com/tentang-kami/