Blog Archives

5 Tahun 9 Organisasi

17904275_10202977616359308_4577297568680944812_n

Waktu terlalu cepat berlalu, detik ke detik, menit ke menit, dan tahun ke tahun tak terasa rasanya menjadi seorang relawan atau biar agak kecenya itu volunteer hehe. Awal cerita menjadi seorang aktifis sosial ialah melihat sosok Alm. Bapak yang selalu memberi kepada sesama tanpa melihat perbedaan derajat. Bukan itu saja alasannya, menjadi aktifis sosial ini sebenarnya adalah pelarian karena saya tidak mempunyai teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya sudah terlalu melewati batas dan saya pun harus menjauh serta tidak ingin membuat keluarga saya kecewa. Hal itulah yang jadi alasan utama menjadi aktifis sosial, selain menambah teman, meluaskan relasi, mungkin ketemu jodoh barangkali wkwkwk

Awal menjadi seorang aktifis sosial dimulai saat bergabung dengan Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan (Rubel Sahaja) pada tanggal 23 Juni 2012. Rubel sahaja ialah organisasi yang peduli terhadap kehidupan anak-anak jalanan yang mempunyai kehidupan keras dan dekat dengan tindak kriminal. Anak jalanan paling sering dijumpai saat dipersimpangan jalan, mereka mencari sesuap nasi lewat nyanyian mereka dengan baju yang lusuh dan kotor. Hal ini yang menjadi turun derajat mereka dimata masyarakat yang mata hatinya tertutup. Diusia mereka yang rata-rata seharusnya mengecap bangku sekolah mereka hanya bisa mencari rezeki lewat bernyanyi. Kehadiran Rubel Sahaja yang membimbing dan mengajarkan mereka tentang belajar tulis, belajar baca, mengaji, berwudhu, dan lain-lain terhadap anak jalanan membuka mata saya untuk lebih percaya bahwa dunia ini memang keras dan penuh dengan perjuangan.

 

Selanjutnya ada berbagi nasi, organisasi yang mempunyai konsep unik & mudah diterapkan tetapi syarat akan makna tentang pembelajaran kehidupan. Kegiatan yang membagikan nasi bungkus kepada orang-orang yang tidur beralas bumi beratap langit. Banyak sekali cerita nyata yang membuat hati saya cukup tertampar karena dengan kesederhanaan mereka masih bisa bersyukur akan kehidupan yang mereka jalani. Awal bergabung itu tanggal 25 Maret 2013, 1 hari sebelum berkurangnya usia, ketika itu masih ada kang Abu Marlo dan kang Adjie Dygta. 16 Februari 2014, menjadi awal sebagai publikasi dan dokumentasi kegiatan untuk berbagi nasi. Ditahun 2014 saya harus memilih satu kegiatan antara Rubel dan berbagi nasi karena kegiatan ini ada hari sabtu kala itu, rubel jam 4 sore hingga maghrib dan berbagi nasi ada di jam 9 malam. Berbagi nasilah yang saya fokuskan dengan agenda memfoto kegiatan, mengedit, mengupload, dan mengirim hasil foto kegiatan kepada pejuang nasi yang lain. Sempat rehat karena seperangkat kamera dicuri orang, berat sangat berat karena kamera itu adalah jerih payah Almarhum Abah akan tetapi saya coba mengikhlaskannya karena itu juga adalah kesalahan saya juga.

Saat masih aktif di Berbagi nasi, ada salah satu relawan dari Rumah Bintang (Rubin) ikut keluyuran bersama berbagi nasi. Sambil menunggu pejuang nasi datang, saya berbincang dengan teh titi tentang rubin, dan disana sedang kekosongan kelas photography. Teh… menawarkan untuk mengajar disana dan langsung bertanya banyak tentang rubin ke mang niki (salah satu founder Rubin). 25 Juni 2014, pertama kali datang ke Rubin dan langsung berbincang banyak dengan mang niki tentang kelas photography. Sempat beberapa kali masuk mengisi kelas photography, dan ini ada hubungannya dengan berbagi nasi yaitu kehilangan seperangkat kamera yang membuat kelas photography pun harus dihentikan sementara. Diwaktu rehat inilah ketika tidak ada kamera waktu kampus pun semakin padat dan membuat saya harus fokus ke mata kuliah. Ketika kamera sudah ada gantinya, kelas photography pun tetap tidak bisa jalan karena faktor kuliah tetapi beberapa kali membantu dokumentasi saat anak-anak rubin performance mengisi disuatu acara. Selain itu, kegiatan yang saya suka ialah saat bulan Ramadhan yaitu anak-anak mengumpulkan 1000 sehari dan diakhir bulan puasa mereka akan memasak bersama-sama dan membagikannya kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada di jalanan serta mereka sudah mampu untuk mandiri. Luar biasa guys……

Beruang matahari, komunitas yang memfokuskan sosial terhadap anak-anak yatim piatu atau anak-anak panti asuh. Tak bisa berbicara banyak tentang kegiatan ini karena saya tidak mengikuti dari mulai acara gathering, hanya H-1 datang ke persiapan acara “Bearnival”. Saat hari H saya menjadi LO atau mentor anak-anak panti di Dome Enhai. Konsepnya seperti acara sirkus ada bianglala dan lain sebagainya. Selama mengikuti acara bearnival ini, konsep yang diusung sangat menarik dan mengasikan terutama bagi anak-anak panti. Panti yang saya mentori yaitu Panti penghafal quran yang ternyata adalah panti teman saya di Madrasah yaitu Enang lukman. Di tahun ini saya mengikutinya acara beruang matahari lagi mulai dari gathering hingga acara dengan tema “Out of the box”. Ingin tahu ceritanya, search di wordpress ini hehhe….follow atuh 😀

Selanjutnya ditahun 2016 ada Sekolah Alam DagoBandung. Lagi-lagi link didapat dari pertemuan relawan di Berbagi Nasi. Saya di ajak oleh salah satu pengajar disana untuk mengisi 1 materi dan menjadi  guru tamu disana. Awalnya bukan 1 hari saja tetapi 7x pertemuan, akan tetapi saya tidak bisa memastikan kalau 7x pertemuan.  Dihari saat mengisi materi, saya membawa materi tentang recycled materials atau mendaur ulang sampah menjadi hal yang dapat dipakai kembali. Materi itu dipakai karena sesuai dengan konsep sekolah mereka yang bertemakan tentang alam. Dihari pertama hanya tentang materi dan di minggu ke dua prakteknya, akan tetapi minggu kedua ternyata bentrok dan sangat disayangkan prakteknya di batalkan. Tetapi di tahun 2017 ini saya kembali dapat kabar lewat komen Instagram, salah satu akun sekolah alam mengisi komen agar saya main lagi ke sana untuk mengisi materi, mudah-mudahan bisa terlaksana dan mengajak beberapa yang mau dari kelas inspirasi bandung dan 1000 guru bandung.

 

Indonesia Mengajar menjadi salah satu langkah besar saya untuk membantu Pendidikan di pelosok Indonesia. Mengikuti perkembangan kabar hingga 3 bulan dan akhirnya keberuntungan bukan ada disaya untuk menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar XIII ini. Akan tetapi Proses yang cukup panjang hingga tahap Direct Assessment ini cukup disyukuri mengingat ada 9832 peserta yang mendaftar. Di tahap Direct Assessment ini, tahap dimana simulasi pengajaran dan wawancara menjadi titik penentu lolos atau tidaknya ketahap selanjutnya menjadi seorang pengajar muda. Tahap ini sungguh mengasikan dengan acting berkarakter anak-anak saat simulasi belajar. Intinya, meski tidak lolos sampai tahap Direct Assessment ini saya sangat bersyukur dan bertemu teman-teman baru yang sangat luar biasa.

 

 

Ini menjadi titik dimana mimpi bisa menjadi kenyataan, membuat sebuah rumah belajar dilingkungan rumah. Meski bukan menjadi founder melainkan co-founder rumah belajar barka. Awalnya, lingkungan rumah ini belajar disuatu wilayah diluar lingkungan sukajadi, salah satu pengerak berkata “kenapa dilingkungan sukajadi ini tidak ada salah satu pengajar dari muda-mudi anak asli sukajadi?”. Tercetuslah disana, mengajak beberapa anak-anak muda termasuk saya hihhii untuk mendirikan sebuah rumah belajar. Lalu saya bertukar pikiran dan meminta saran pendapat kepada mang niki bagaimana mendirikan sebuah rumah belajar. Problem internal dari pengajar adalah yang harus dipahami, banyak kendala yang harus dipecahkan dengan berjalannya rumah belajar barka itu sendiri sebagai contoh pendanaan dan kepercayaan  warga sekitar. Dari sisi pendanaan, mau tidak mau pendanaan ini hanya bisa didapat dari masing-masing pengajar dan kepercayaan warga untuk menitipkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu lebih dari si pengajar.

Kelas Inspirasi Bandung, menjadi organisasi yang ke 8 yang saya ikuti. Prosesnya sama seperti Indonesia Mengajar yakni menyaring relawan lewat formulir online di websitenya.  Perbedaanya adalah waktu yang tidak terlalu lama untuk menyaring relawan. Kelompok 42 di SDN Cigondewah inilah, saya mempresentasikan profesi saya sebagai desain interior. Awalnya merasa gugup berada di depan anak-anak karena bukan tipe yang cepat untuk beradaptasi. Rasa nyaman untuk menyampaikan materi baru dirasa setelah masuk kelas yang ke 3 dari 4 kelas yang saya masuki. Ini sungguh pelangalaman luar biasa menggantikan ½ hari penuh profesi guru, namun  disini bukan sebagai guru tetapi sebagai inspirator. Rekan inspirator pun sangat luar biasa mempersiapkan diri dengan membawa peralatan sesuai profesi masing-masing.

Organisasi yang baru-baru ini telah selesai kegiatannya ialah 1000 Guru Bandung dengan tema special Hardiknas. Serentak 1000 Guru yang tersebar di Indonesia membuat kegiatan ini. Awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini ahahha jarang pantau Instagram 1000 Guru Bandung. Kegiatan ini berbarengan dengan persiapan acara Beruang Matahari yang membuat saya keteteran membagi waktu, tetapi saya prioritaskan dulu untuk kegiatan 1000 Guru Bandung. Perjalanan menuju tempat lokasi dinilai cukup beresiko karena treking bebatuan, lumpur, dan jurang menjadi tantangan. Ketika hari hardiknas, acara pun sangat meriah banyak ilmu yang didapat, penampilan dari seni SDN Pangeureunan 5, Door Prize untuk warga sekitar, dan lain-lain. Sayang, Untuk acara traveling harus dibatalkan karena ada kendala kecil tetapi untuk keseluruhan acara sungguh luar biasa kebersamaannya.

Sungguh, 5 tahun yang berharga namun perlu diketahui bahwa menjadi relawan itu tidak semudah yang dibayangkan. Tidak ada niatan dari awal untuk terjun menjadi aktifis sosial, karena ini sungguh sebuah kecelakaan yang positif. Mengapa? Hal yang mendasar ialah saya tidak mempunyai seorang teman rumah. Saya beranggapan seperti itu karena teman-teman dilingkungan saya yang dulu adalah teman sepermainan kini sudah sangat berubah dan masuk ke ranah geng m*t*r. Saya sudah beranggapan harus menjauh dan mencari teman baru.

Lewat berbagai oraganisasilah tujuan saya mencari banyaknya teman-teman yang luar biasa positif yang bisa membangun hal yang baru. Seluruh organisasi yang saya ikuti selama 5 tahun ini, banyak hal positif yang saya petik selain indahnya berbagi terhadap sesama. Pelajaran hidup itu tidak dapat diungkap dengan kata-kata karena banyak hikmah yang saya ambil dari berbagai organisasi ini. terima kasih untuk semua, kalian orang-orang yang luar biasa

Advertisements

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 1

img_1813

Gambar dari berbagai sumber

Kelas inspirasi Bandung (KIBDG) merupakan wadah pendidikan yang masih berkaitan dengan Indonesia Mengajar. Titik perbedaanya ialah jika Indonesia Mengajar mencakup pendidikan di pelosok daerah dan mengabdi selama 1 tahun lamanya, sementara Kelas Inspirasi berbagi inspirasi lewat profesi selama 1 hari di suatu Sekolah Dasar di Kota Bandung. Awal mengikuti kelas inspirasi ini tidak terpikirkan sebelumnya, mendaftarnya saja mulai H-7 penutupan hahaha. Saat itu saya ingin memanfaatkan waktu kerja yang kosong karena Pak Koesno (leader Partner kerja)  akan menunaikan ibadah umroh pada tanggal 15-28 Februari 2017, itu pun jika terpilih menjadi relawan pengajar.

img_1817

Gambar dari berbagai sumber

Menunggu kurang lebih 12 hari, akhirnya email dari KIBDG pun datang dengan mempercayakan saya menjadi bagian keluarga besar Kelas Inspirasi Bandung. Bagi saya pribadi, KIBDG merupakan organisasi sosial yang ke-8 yang saya ikuti setelah Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan, Berbagi Nasi Bandung, Rumah Bintang, Beruang Matahari, Sekolah Alam Dago, Indonesia Mengajar (Direct Assessment), dan Rumah Belajar Barudak Karimah. Ini menjadi tantangan baru, 1 siklus menjadi inspirator layaknya guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) selama 1 hari penuh.

img_1807

Gambar dari hasil pribadi (nikon Coolpix s2800)

Pada tanggal 12 Februari 2017, acara KIBDG dilanjutkan dengan briefing dan pembagian kelompok. Rasa Antusias dengan acara ini karena bertemu banyak orang hebat dengan profesi yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yakni membangun mimpi anak Indonesia. Ketika sesi Briefing dimulai kami di beri tips & trik saat hari inspirasi nanti oleh panitia Kelas Inspirasi. Suasana menjadi cair  dengan canda tawa baik itu yang muda dan yang berpengalaman layaknya sebuah keluarga baru. Ketika sesi pembagian kelompok, saya bertemu dengan teman baru dengan dibimbing oleh kak El sebagai pendamping kelompok 42 untuk menginspirasi di SDN Cigondewah 01. Kelompok 42 ini di ketua oleh kang Ganjar Sugih yang nantinya akan menjadi penghubung antara perwakilan sekolah SDN Cigondewah 01 yaitu ibu juju dengan relawan pengajar & dokumentasi.

Rundown dimana sesi perkenalan antar anggota, strategi yang harus disiapkan, tips menghadapi karakter anak, dan lain-lain. Saat itu mata saya tertuju pada satu arah dan saya melihat dosen pembimbing mata kuliah kerja profesi yaitu Mang Jamal (salah satu dosen di Desain Interior Itenas). Ini pun menjadi ajang silaturahmi, antara saya dan orang yang saya kenal di acara briefing kelas inspirasi bandung seperti Mang Jamal (dosen Itenas) & Kak Andri (relawan Rubel Sahaja) dan katanya ada Kak Indah tapi saya tidak bertemu sampai acara selesai.

Grup Whatapps pun malamnya sudah di buat oleh Kak El, dan disana semua anggota baik sebagai pengajar atau dokumentasi saling sharing tentang apa yang harus dibuat pada saat hari inspirasi nanti seperti survey ke lokasi SDN Cigondewah 01, pembagian pengajar per kelas, dan lain-lain. Hal ini sangat penting  mengingat lokasi yang cukup jauh dan relawan pengajar & dokumentasi ada yang berdomisili di luar Kota Bandung.

Artikel selanjutnya: Survey ke SDN Cigondewah 01 😀

Kegiatan di Akhir Pekan

dsc_4416

Karimah Belajar ialah salah satu tempat belajar non formal yang berada di Sukajadi. Berawal dari anak-anak yang diberi materi pembelajaran oleh orang diluar Sukajadi, salah satu pengurus Masjid Al-Hikmah berpikir “Mengapa dari sekian banyak pemuda di Sukajadi tidak ada pemateri?”. Hal inilah yang membuat berdirinya Karimah Belajar dengan pemateri asli anak-anak Sukajadi, akan tetapi kami tidak menutup kemungkinan pemateri dari luar Sukajadi untuk berbagi ilmu dengan anak-anak. Banyaknya pemateri akan memudahkan kami untuk mencari sisi potensi dari masing-masing anak-anak dan akan kami dukung sesuai bakat yang mereka miliki.

img_1395

Setiap hari Minggu kami berkumpul di Masjid Al-Hikmah pada pukul 09.00 untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru dari pemateri. Jika pada rumah belajar pada umumnya memiliki ciri khas dalam hal belajar, karimah Belajar pun memberi sentuhan rohani sebelum belajar dimulai. Kami selalu memulai dengan cara shalat dhuha sebelum belajar, hal yang unik bagi saya (admin) melihat anak-anak Sukajadi seperti ini mulai belajar tanpa melupakan Allah SWT sebagai penciptanya. Pada dasarnya,  5 tahun menjadi relawan baru kali ini cara sebuah rumah belajar sebelum memulai materi ialah melakukan shalat dhuha. Sungguh sangat bersyukur bisa melakukan tersebut disaat usia mereka masih sangat muda dan mendapat materi yang bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak bisa mengetahui potensi yang mereka miliki, dapat mandiri, bertutur kata dengan baik, berakhlak mulia, cerdas, dan mampu bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan.

Awal-awal berdirinya Karimah Belajar menjadi tantangan bagi semua pemateri asli Sukajadi. Banyak sekali masalah internal yang harus perlahan-lahan diperbaiki dan terutama dampak bagi anak-anak. Tantangan paling dasar ialah materi yang harus dipersiapkan untuk anak-anak minimal seminggu sekali dan pemateri yang bisa hadir. Dalam kurun waktu hampir 2 bulan, Alhamdulillah seminggu sekali tidak ada yang bocor atau selalu terganti dengan pemateri yang lain untuk memberi ilmu-ilmu yang mereka miliki. Kegiatan belajar kami tidak hanya mata pelajaran yang selalu ada disekolah, melainkan materi-materi yang berhubungan dengan hobi pun dapat menjadi materi. Selain materi belajar, kami pun sisipkan games-games yang ceria agar sejenak melepas penat dari berbagai materi yang diberikan.

Doakan kami(pemateri) agar mampu memberi hal yang terbaik untuk anak-anak, mendapat kesempatan kesehatan disetiap minggu untuk memberi materi, dan kami pun tidak membatasi bagi yang ingin memberi materi kepada anak-anak diluar area Sukajadi layaknya Rumah Bintang yang sudah 13 tahun membimbing anak-anak.  Amin ya rabbal’alaminin

Membangun Mimpi dan Harapan

unnamed-2

Dunia anak-anak memang begitu indah dan berkesan, dimana banyaknya keceriaan ketika bermain dengan teman-temannya. Senyum dan tawa itulah yang mereka tahu karena dunia mereka belum mengenal dunia itu sangatlah keras. Membedakan antara 15-20 tahun silam, mungkin masih terdengar musik anak-anak yang begitu sederhana dan mudah diingat. Lalu ada masih adanya game zaman anak yang begitu terkenal, kalo Bahasa Sunda mah ucing sumput, tatar ucingan, bebentengan, cingciripit, pa ciwit ciwit lutung, dll. Setuju, banyak yang bilang dunia anak-anak itu sangatlah menyenangkan.

Tahun ke tahun silih berganti, dunia anak-anak semakin tenggelam oleh waktu. Faktor perkembangan dunia yang begitu mengalir cepat membuat semua semakin berbeda. Dunia orang dewasa kini menggeser dunia anak-anak yang seharusnya penuh pendidikan dan perhatian dari lingkungan sekitar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan zaman yang turut berperan dalam membangun karakter anak. Tidak ada yang salah akan hal ini karena ini sudah dirancang oleh Allah SWT dengan sebaik mungkin.

Berkaca pada kisah nyata yang saya alami.”Saya memiliki sahabat yang dari kecil selalu bermain bersama. Setelah beranjak dewasa, pola pikir kami berubah seiring dengan waktu dan karakter masing-masing. Faktor lingkungan menjadi hal yang berperan besar dalam membentuk karakter serta perilaku seseorang. Pada saat itu Kota Bandung sedang marak dengan adanya geng motor dan salah satu sahabat saya menjadi bagian geng motor tersebut. Semenjak saat itu, saya tidak pernah berkomunikasi dengan sahabat saya lagi karena dia sudah berubah dari segi perilaku dan saya takut terbawa olehnya. Saya tidak memiliki teman di sekitar rumah yang pada akhirnya membuat saya tidak mempunyai tempat untuk berbagi cerita, karena kami terbiasa sharing cerita dan masalah kami sehari-hari. Hal ini menjadi penyebab saya mencari teman di tempat lain. Saya akhirnya memutuskan bergabung dalam beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial seperti rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.” (copy paste dari pertanyaan Indonesia Mengajar XIII).

Berawal dari tidak mempunyai teman dilingkungan rumah inilah saya mendapat pelajaran berharga dari berbagai komunitas sosial di Bandung. “Saya terpikir mengapa tidak membuat rumah belajar layaknya rumah bintang  dilingkungan rumah?”. Namun saya harus belajar bagaimana membangun dari awal membuat suatu organisasi. Lalu saya mencanangkan pertengahan tahun 2018 untuk memulai proyek saya ini.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan terutama saya menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Namun Allah SWT berkendak lain, salah satu guru mengaji mengajak saya untuk mengajar anak-anak di akhir pekan. Lewat komunikasi media sosial kami bercerita dan pada saat itu saya sedang di Jakarta. Setelah panjang lebar berbincang, guru mengaji saya mempercayakan saya untuk mengatur seluruh kegiatan dan sistem intern yang baik. Sebenarnya sih ini PR besar bagi saya hehehe

Pulang ke Bandung, lantas saya berbincang dengan founder rumah bintang bagaimana terbentuknya rumah belajar yang mayoritas anak-anak dari lingkungan rumah. Hampir 1 jam lamanya berbincang, saya dapat sedikit pelajaran yaitu semua komponen yang ada nanti akan muncul dengan sendirinya, jalani saja mengikuti waktu. Waktu yang akan menjawab semua pertanyaan ini. Hal ini menjadi tantangan bagi saya untuk membuat lingkungan saya ini menjadi lebih baik mulai dari anak-anak.

Saya sangat berharap, proyek ini dapat berjalan dengan baik karena saya sangat ingin membangun kembali lingkungan saya yang dahulu aktif mulai dari anak-anak lewat kreatifitas dan imajinasi yang mereka punya. Harapan besar Bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak lewat generasi ke generasi. Maka dari itu, awal proses terbentuknya rumah belajar ini memang banyak hambatan dan rintangan, namun berharap dapat belajar dari hal ini agar lebih baik kedepannya.

“we want to save the future generation of children from today until the future”

Pengalaman berharga dari seleksi Indonesia Mengajar XIII

IMG_0935

Awalnya tidak pernah terpikir untuk mengikuti sebuah kegiatan yang memperebutkan satu tempat dari ribuan orang yang mengikuti suatu acara besar. Namun, satu dan lain hal menjadi prioritas karena visi dan misi Indonesia Mengajar sangat berbeda dengan yang lain. Program Indonesia Mengajar mempunyai peran penting dalam perkembangan pendidikan di Indonesia yang mengutamakan pendidikan di pelosok daerah. Saya mempunyai beberapa teman yang sudah menjalankan tugas sebagai pengajar muda di Indonesia Mengajar yaitu kak Laura Valencia, Kak Halimatusaidah, dan Kak Andri. Motivasi saya bergabung menjadi semakin kuat sebagai seorang calon Pengajar Muda. Indonesia Mengajar adalah peluang besar saya  untuk  memperkenalkan metode baru dalam mengajar khususnya dibidang matematika dan seni. Saya berpendapat Ilmu yang saya peroleh tidak akan berguna jika hanya untuk diri sendiri,

5 tahun mendapat pengalaman dibidang sosial, banyak sekali cerita tentang orang-orang yang mempunyai keterbatasan akan tetapi mereka tetap bersyukur dengan apa yang mereka kerjakan/tidak mengeluh. Hal ini membuat saya semakin yakin ingin mencari pengalaman di Indonesia Mengajar sebagai pengajar muda bukan dari hal finansial tetapi dari seberapa bisa saya dapat memberikan andil terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tahap pertama, saya mengisi berbagai form data pribadi, pengalaman di suatu organisasi kampus atau luar kampus dan yang terpenting ialah essai Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Pada saat itu saya mengesampingkan essai terlebih dahulu, karena essai ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengisinya. Setelah form data pribadi dan pengalam organisasi telah rampung, saya mengisi essai dengan penuh ketelitian. Satu minggu sebelum bulan Juni 2016 penutupan Calon Pengajar muda ditutup saya sudah menyelesaikan seluruh aplikasi Calon Pengajar muda Indonesia Mengajar.

Pada saat pengiriman aplikasi tersebut, saya termasuk pendaftar ke 1594. Rasa kaget ternyata saya termasuk pendaftar yang ke 1500-an, saya berpikir “bisa lolos atau tidak ya untuk tahap ini”. Pikiran itu selalu muncul karena banyaknya pendaftar yang ingin berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia. Optimis dan yakin, hanya itu modal saya untuk lolos ke tahap berikutnya. Pada tanggal  27 Juni 2016 saya mendapat Email dari recruitment Indonesia Mengajar yang mengumumkan seleksi tahap I yang isinya “Selamat karena anda lolos proses seleksi tahap pertama”.  Perasaan senang yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata karena saya bisa lolos di tahap I Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar angkatan  XIII ini. Lalu saya melihat di website asli Indonesia mengajar, nama saya berada di nomor 217 dari 9832 pendaftar Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Rasa tidak percaya saya bisa masuk dari 217 besar untuk seleksi tahap II nanti di Jakarta.

Sebelum pelaksanaan seleksi tahap II di Jakarta, saya mendapat email dari recruitment Indonesia Mengajar untuk mengisi kuisioner dan kasus studi yang harus dikirim sebelum tanggal dan jam yang ditentukan. Kalau tidak dikirim maka akan dianggap mengundurkan diri dari seleksi tahap II Calon  Pengajar Muda Indonesia XIII. Sesegera mungkin saya bergerak cepat mengisi kuisioner dan kasus studi yang dikirim oleh tim Indonesia Mengajar. Setelah selesai mengirimkan kuisioner dan kasus studi saya mendapat email kembali dari tim Indonesia Mengajar dan saya mendapat bagian seleksi tahap II di Jakarta pada tanggal 04 Agustus 2016 namun untuk lokasinya belum ditentukan dimana untuk seleksi Direct Assessment ini. Seleksi Direct Assessment ini saya kebagian untuk simulasi mengajar untuk kelas 2 yaitu “Sumber Energi dalam kehidupan sehari-hari”.

Beberapa hari sebelum seleksi tahap II dilaksanakan saya mendapat email untuk lokasi dimana seleksi Direct Assessment ini berlangsung. Pada saat, H-1 sebelum seleksi saya berangkat dari Bandung ke Jakarta untuk  menginap di rumah saudara, mengingat waktu pelaksanaan seleksi ini full day dari jam 07.00-hingga selesai. Tanggal 04 Agustus 2016 menjadi tanggal dimana saya seleksi Direct Assessment di IPMI, International Business School. Disana saya mendapat teman baru dari berbagai daerah di Indonesia, senang sekali bertemu dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama yakni ingin berkontribusi dalam pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan di pelosok daerah. Seleksi yang diadakan full day ini diantaranya tes akademik, tes graphic, group discussion, wawancara & interview, dan simulasi belajar.

Pada saat itu. simulasi belajar menjadi tes yang paling seru karena para Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar menjadi karakter anak-anak pada umumnya. Ada yang suka belajar, ada yang ngga mau belajar, suka nangis, ada yang ngompol dicelana (saya kebagian itu sih 😛 hahaha), tiba-tiba ada yang berjualan saat jam belajar, ada orang tua murid yang ngajak pulang untuk membantu sawahnya, dan lain-lain. Simulasi ini merupakan simulasi yang berguna dan nyata nantinya saat menjadi pengajar muda di suatu daerah terpencil. Kebersamaan bersama teman baru begitu cepat berlalu saat seleksi Direct Assessment di IPMI. Satu hari bersama mereka sudah menjadi keluarga baru bagi saya karena saya hanya mempunyai teman diluar rumah. Wajar jika saya bilang begitu karena saya benar-benar tidak punyai teman rumah karena teman-teman saya dulu sudah terjerumus ke perilaku-perilaku menyimpang. Teman-teman baru Calon Pengajar Muda Indonesia Mengajar menambah relasi dan menambah teman setelah rubel sahaja (Rumah Belajar Sahabat Anak Jalanan), berbagi nasi Bandung, Rumah bintang, beruang matahari, dan sempat menjadi guru tamu di sekolah alam.

Setelah tahap Direct Assessment ini, saya menunggu kabar apakah saya lolos atau tidak ke tahap berikutnya. Beberapa hari berselang setelah tahap DA, beberapa teman saya sudah mendapat email dari tim IM untuk tes kesehatan yang artinya teman saya itu telah lolos tahap Direct Assessment. Hari demi hari, saya menunggu akhirnya email itu datang pada tanggal 19 Agustus 2016 dari tim Indonesia Mengajar. Email itu berisikan “dengan berat hari kami harus menyampaikan bahwa Zaka Pratama Ramadhan belum berkesempatan untuk menjadi Pengajar Muda”. Saya tidak berkecil hati karena saya tidak lolos ke tahap berikutnya karena saya sudah merasa bangga dengan pencapaian lolos ke tahap II (Direct Assessment). Tidak mudah memang masuk ke 217 peserta dari total 9832 pendaftar, tetapi  itu akan menjadi pengalaman tersendiri untuk langkah selanjutnya.

Saya ucapkan terima kasih kepada tim Indonesia Mengajar yang telah memberi kesempatan lolos ke tahap Direct Assessment, Pak Iyus Kusnaedi selaku dosen saya di ITENAS Desain INTERIOR, Ibu Pras Prasetyaningtyas selaku Guru Bahasa Inggris di MAN 1 Bandung, dan mang Niki Suryaman selaku pendiri Rumah Bintang, serta doa dari teman-teman Desain Interior “BISON” 2011 dan teman-teman MAN 1 Bandung 2010 yang sudah mendoakan saya sampai pada tahap Direct Assessment ini. Tidak lupa juga support dari teman terdekat saya Febri Nurfianto, Muhammad Yoke, Susi Fitriani, dan teman-teman di Berbagi Nasi Bandung. Saya mengambil kesimpulan bahwa sukses ataupun gagal akan didapat dari banyaknya pengalaman yang telah dilalui oleh seseorang. Jika hasil itu manis maka tetap merendah dan tetap menjadi orang yang sederhana dan jika hasil itu pahit maka bangun dan bangkit kembali dari keterpurukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.  Salam hangat untuk semua 😀

This slideshow requires JavaScript.

Beruang Matahari : B3ARNIVAL “CARING FOR ORPHANS” @ Ramadhan Mubarok (versi INA)

CJZchkpUAAAn0se

Beruang Matahari adalah komunitas yang peduli terhadap anak-anak yatim piatu. Kemarin (11 juli 2015) merupakan hari yang berbahagia untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama, yakni berbagi kebahagiaan dengan anak yatim sambil berbuka puasa bersama. kemeriahan ini terbukti dengan 1000 anak yatim dengan 30 anak panti asuhan se-kota Bandung di STP (Sekolah Tingg Pariwisata) Bandung.

DSC_6796

Kegiatan buka puasa bersama dengan Anak yatim ini yang diberi nama B3ARNIVAL diselenggarakan dalam rangka ulang tahun komunitas Beruang Matahari yang ke 3 di Dome STP MALABAR BANDUNG. Acara B3ARNIVAL ini mengambil konsep karnival sehingga anak-anak bisa bermain seperti layaknya berada di wahana karnival pada umumnya. permainan yang diberikan seperti tembak balon, bermain bola basket (bola plastik sih sebenernya  :P), belajar fotography, belajar origami, dan lain-lain. tak luput wahana permainan yang ada di karnival seperti naik bianglala ada di sana. Bebas mau naik berapa kali, tinggal seberapa kuat tuluy kukurilingan (lieur pastina mah :P).

DSC_6805

Acara pun sangat meriah mulai dari awal hingga akhir, para panitia pun ikut semangat melihat respon anak-anak yang sangat bahagia hingga saatnya acara penutupan yakni meniup kue ulang tahun beruang matahari ke 3 yang ditiup bersama anak-anak yatim dan para panitia. hal ini membuat saya sangat bahagia baik itu dari kinerja para volunteers B3ARNIVAL, sponsor yang menyokong acaranya, dan terlebih adalah kebahagiaan anak-anak yatim.

DSC_68111

IMG_20150712_183008

Walaupun baru bergabung pertama kali di beruang matahari, rasa kekeluargaan mereka sungguh berasa, patut diacungi jempol. Ini menjadikan kebahagiaan buat saya juga karena mendapat keluarga baru yang menjadikan beruang matahari menjadi keluarga komunitas ke 5 setelah N-wae Freestyle Soccer, Rumah Belajar Sahaja, BerbaginasiID, dan Rumah Bintang (Rubin Bandung). Banyak teman itu bahagia 😀 !!! hidup lebih berarti jika saling peduli dan saling berbagi kepada sesama. kita ngga punya apa-apa yang harus disombongkan, karena semua hanyalah titipan dari Allah SWT

“Beruang Matahari : B3ARNIVAL “CARING FOR ORPHANS” @ Ramadhan Mubarok (versi English)”

Coming soon 😀

BerbaginasiID sinergi dengan Rumah Bintang (Rubin_BDG)

07222014 Bandung
Sinergi bersama Rumah belajar @Rubin_bdg, dengan mengerahkan pasukan cilik para penerus bangsa.

Mereka (anak-anak rubin) belajar untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, sejak awal puasa mereka menabung & menyisihkan Rp. 1000 sehari untuk bergotong royong membuat nasi bungkus bersama. Dari mulai proses mengiris, memasak & menanak nasi mereka ikut ambil peran dan bagian, sampai membungkus nasi pun mereka kerjakan. Dari sana terkumpul lah 250 bungkus nasi + 4 dus air mineral Dari uang hasil tabungan mereka dr awal puasa, & mereka pula lah yg turun kejalanan membagikan distribusinya.

Memupuk “rasa” semenjak dini, mudah2an ketika mereka jd pemimpin kelak mereka ingat akan kondisi saudara & bangsa ini, sehingga mjd pemimpin yg selalu peka, Peduli & penuh akan rasa syukur. Amien!