Blog Archives

1000 Guru Bandung TNT10 SDN Pangeureunan 5

_MG_6786

Dokumentasi Kak Deni

1000 Guru Bandung menjadi target selanjutnya setelah beberapa bulan lalu mengikuti kelas inspirasi 5 di SDN Cigondewah 01. Awal mula sebenarnya saya jarang kepoin IG 1000 Guru Bandung, tapi berkat grup “fastabiqul khairat” akhirnya saya coba untuk mendaftar. 16 April menjadi pengumuman siapa yang menjadi bagian dari TNT10 ke SDN Pangeureunan 5 berbarengan dengan kegiatan Beruang Matahari di Panti Asuhan Babussalam. Saya kira dapat kabar lewat pesan masuk email ternyata jam 19.30 ditelepon langsung oleh pihak 1000 Guru Bandung dan dinyatakan lolos TNT10 dengan tema Hardiknas serentak oleh 1000 Guru se-Indonesia. 1000 Guru pun menjadi persinggahan organisasi yang ke-9 sebagai organisasi sosial dalam 5 tahun terakhir, sebenarnya 10 tapi itu diluar organisasi non sosial yaitu N-wae freestyle soccer. Dalam acara ini 1000 Guru Bandung bekerja sama dengan VES (Vitara Escudo Sidekick) community sebagai partner dan frisian flag sebagai sponsor.

Jauh hari sebelum Technical Meeting ( TM ) TNT10, saya harus akui bahwa saya tidak memporsir kegiatan segi waktu. Setelah pembagian kelompok itulah waktu dan pikiran menjadi terbagi antara 1000 Guru Bandung dan Beruang Matahari tetapi itu konsekuensi yang harus dijalani dan ini kegiatan yang saya sukai. Pembagian tugas saat TM untuk volunteer sudah dibagi seperti pembuatan name tag, bibit tanaman, hadiah, dan lain-lain. H-1, packing belum dipersiapkan, sisa name tag  belum diprint, bibit pohon belum dibeli, haduh euy…wkwkwk. Larut malam akhirnya saya dapat peralatan gunung dari sahabat yang sama-sama suka  tracking dan print sisa name tag yang masih kurang. Setelah itu kelar dipagi harinya saya memang ada niat untuk Back to School ke SDN Cigondewah 01 untuk memberi kenang-kenangan dengan maksud membakar semangat dan niat baik dari relawan kelompok 42 yang masih wacana tentang tema back to school. Semoga ampuh untuk terealisasinya back to school kelompok 42 ini… maaf ya gais. Kelar??? Belum juga, bibit pohon belum beli wkwk. Bergegaslah pergi ke jln. Sersan bajuri untuk beli bibit pohon, dan ternyata dompet ketinggalan -.-“….untung ga ada Razia. Balik ke rumah untuk ambil dompet, ganti tujuan ke daerah jln. Gunung batu dan akhirnya dapet.. hadeuh ini deket rumah.

Waktu menunjukan 14.30 dan cuaca mulai tidak bersahabat, saya memutuskan naik angkot yang tadinya bakal diantar oleh teman. Sesampainya di Carefour Kiaracondong jam 15.40, saya mencari para volunteer 1000 Guru Bandung dan ternyata saya datang terlalu subuh… wkwkwk pejuang subuh. Sekian lama menanti satu per satu volunteer berdatangan dan disaat itulah saya kepikiran lupa bawa charger kamera wkwk persiapan minim, ya sudahlah irit foto ini mah. Selama menanti para volunteer menyiapakan diskusi materi untuk keesokan harinya. Dalam agenda kita bakal pergi ke lokasi setelah maghrib dan ternyata baru pergi sekitar jam 10 malam dan kebagian no.16. Hal lucu dalam perjalanan ialah semua tidak tau daerah Bandung, lah saya asli Bandung wwkkwk maklum kalau ada yang nanya jalan mending pake aplikasi hp aja  hahaha. Akhirnya perjalanan dimulai, sesampainya gapura wilayah Desa Pangeureunan. Tracking lumpur dan bebatuan menyulitkan mobil kami, karakter mobil yang ceper dan ban yang bukan berkarakter offroad itu yang membuat kami kewalahan. Ditengah perjalan pun tangki mobil kami pun bocor dan untungnya tim VES tau cara mengatasinya.  Akhirnya mobil kami datang pukul sekitar jam 5 subuh dan kami tidak mempunyai waktu lebih untuk beristirahat. Waktu mendekati jam 7, semua volunteer bersiap-siap untuk mengikuti acara upacara Hardiknas di SDN Pangeureunan 5.

Pagi itu volunteer sudah bergegas ke sekolah, dari kejauhan anak-anak sudah berkumpul dilapangan untuk mengikuti upacara. Ini sungguh mengingatkan saya ke sekolah dulu yang setiap hari senin selalu ada kegiatan upacara dengan baju dan celana putih-putih dengan topi merah. Setelah upacara selesai, ada persembahan pentas seni yang dilakukan oleh anak-anak seperti pencak silat. Persembahan pentas seni selesai, saatnya anak-anak masuk kelas untuk mendapatkan ilmu dari volunteer 1000 Guru Bandung dengan konsep fun teaching. Selama dikelas 4, volunteers saling bergantian untuk memberikan materi dengan tema lingkungan bersih dan tokoh Hardiknas. Selain itu kami pun memikirkan yel-yel kelas 4 serta pentas seni yang nantinya bakal ditampilkan disore nanti. Sebelum habis pemberian materi anak-anak akan menempelkan mimpi dan cita-cita mereka di pohon harapan. Jam 1 siang dilanjutkan dengan games, door prize kepada warga Desa Pangeureunan, pengobatan gratis serta pentas seni. Saat Games, kelas 4 menjadi juara 1 loooh, kelas 4 memang istimewa . acara pun selesai dan kami pun berfoto bersama dengan anak-anak serta foto khusus seluruh volunteers 1000 Guru Bandung.

Malam harinya, dilanjutkan dengan acara makrab untuk mempererat sesama volunteer. Sesi perkenalan, penghargaan kepada volunteer dengan berbagai kategori,  dan tukar kado menjadi acara dimalam itu. Sesi ini merupakan sesi paling saya suka dan sangat menghibur membuat saya tidak kuat menahan tawa. Di momen ini sayangnya saya tidak bisa melawak dan malah gugup, maklum saja saya hanya suka dibelakang layar. Acara Makrab selesai para volunteer pun bergegas untuk tidur karena pagi harinya mereka akan traveling ke 2 tempat.  Dipagi harinya, kita makan bersama seperti biasanya dan ada beberapa orang yang akan pergi duluan temasuk saya untuk menghampiri salah satu personil VES yang mengalami kerusakan ditengah perjalanan kemarin.  Perjalanan dimulai untuk menghampiri personil VES tersebut dan disaat itu anak-anak menghampiri tempat kami menginap karena mereka tahu bahwa para volunteer 1000 Guru Bandung akan pulang hari ini. Setelah sampai dilokasi para mekanik mesin VES pun terus berupaya untuk mengejar waktu di rundown acara, namun sayang kerusakan mobil cukup serius dan harus membeli kebutuhan mesin ke bengkel. Sambil menunggu kami pun membuat mie, susu, dan kopi sebagai selingan waktu. Waktu sudah sangat siang, perbaikan mobil belum juga selesai.

Disaat salah satu mobil VES dalam perbaikan kami pun explore tempat di Desa Pangeureunan dan ada 1 tempat yang cukup bagus viewsnya yaitu daerah bukit teletabies. Sepanjang siang hingga menjelang maghrib para volunteers pun mengisi waktu dengan berfoto bersama diberbagai spot. Ini pun menjadi ajang PDKT antara volunteer hahhaa maklum ada yang jomblo termasuk saya jomblo fisabilillah wkkwkw. Selain explore bukit teletabies, di sore hari ada games yang disediakan panitia yaitu games kecedasan. Games yang membuat greget itu ketika ada pertanyaan sinetron dan lagu wkkwkw saya jarang nonton tipi, apalagi lagu wkkwkw tetapi ini pun menjadi pengisi waktu yang menghibur. Games selesai kami pun masih menunggu personil VES yang masih dalam perbaikan. Disaat itulah ada beberapa volunteer yang ngegrup, ada yang sendiri-sendiri, dan lain-lain. Saat akan mendokumentasikan volunteer yang ngegrup, saya pun kena bagiannya wkkwwk mereka ingin tahu 10 organisasi yang pernah saya ikuti dan saya jelaskan 1 per 1 organisasi tersebut. Waktu menunjukan maghrib dan kami harus mencari tempat untuk makan malam dan masjid akhirnya kami duluan jalan sambil menunggu personil VES yang masih dalam tahap perbaikan.

DSC-5547

Sekian lama menunggu salah satu personil VES, akhirnya selesai juga perbaikan mobilnya dan beristirahat sejenak untuk mengisi perut yang kosong. Kami pun pulang ke meeting point di carefour Kiaracondong jam 20.30 dan tiba sekitar jam 10.30 malam. Disanalah akhir pertemuan kami bersama volunteer TNT10 selama 2 hari 3 malam. Meskipun 2 agenda tidak terlaksana, bagi saya pribadi sudah cukup senang dan bahagia merasakan kebersamaan di 1000 Guru Bandung ini. Bukit teletabies pun menjadi pengganti yang ideal bagi para volunteer untuk sekedar foto-foto dan PDKT-an….ahiew.

Pada intinya, saya dapat keluarga baru lagi,  Semoga TNT10 ini lebih baik dalam sisi kekeluargaan dan kekompakan. Selain itu, hal yang saya dapatkan ialah semangat anak-anak SDN Pangeureunan 5, akses jalan yang begitu sulit dan jauh namun beberapa anak dengan semangat tinggi ingin meraih ilmu rela setiap hari melewati jalur itu. Terima kasih 1000 Guru Bandung atas pengalaman yang luar biasa ini. Terutama Kak Iyay sebagai pendamping kelas 4 yang katanya banyak hatersnya ahaha terima kasih, Kak rere yang kece abis berjuang demi TNT10 ini, kak muti yang berulang tahun di hari terakhir TNT10 “Barakallah fii Umrik ya kak“, kak daus,kak deni, PJ TNT10 yang tidak disebutkan (hilap namina wkkkwk) dan semua Volunteers TNT10, smua emezing. Hatur Nuhun 1000 Guru Bandung

DSC-5538

Dokumentasi Kak Deni

Mimpi anak SDN Pangeureunan sangat terbuka lebar, meskipun cita-cita mereka terbilang umum tetapi tidak ada salahnya untuk tetap berusaha meraih mimpi itu karena mimpi meraih cita-cita itu tanpa batas.

Hari Inspirasi di SD Cigondewah 01

H-4 sebelum Hari Inspirasi, saya membuat konsep untuk anak-anak tentang profesi sebagai desain interior yaitu membuat denah kecil ruangan kelas, perspektifnya, dan juga maketnya.PR yang membuat waktu terkuras yaaaa membuat maketnya itu looh :’). Selain itu saya membawa sketsa wajah dan vrctor face, ini bertujuan bukan untuk pamer tetapi agar anak-anak lebih mengembangkan lagi bagi yang suka menggambar dan  jangan terpaku pada gambar kartun saja. Back to maket,  Bergegas membeli persenjataan maket sambil ngeprint layout denah kecil ruangan kelas di dekat kampus ITENAS. Untung poster 3×1 meter sudah jadi dihari itu juga, jadi focus untuk membuat maket dan materi lain dengan lebih terkonsep. Dalam waktu 24 jam progress maket sudah mendekati selesai. Manajemen waktu menjadi kunci, ini yang sering saya lakukan agar lebih sesuai dengan jadwal yang telah dipikirkan. Proses maket diakhir-akhir  terkendala dengan miniatur kursi yang ukurannya sangat kecil, yaaaa terpaksa nyomot dari maket tugas akhir dulu hahaha…. Dan akhirnya di H-2 maket sudah selesai sehingga saya lebih memikirkan alur pengajaran untuk dikelas nanti.

Proses print konsep masih harus dilakukan pada H-1 hari inspirasi bolak balik antara rumah ke jln. Pahlawan serta membantu teh jinnie membuat layout bahan pengajaran dan harus pergi lagi ke Dipatiukur pada malam harinya. Semua telah rampung dimalam itu dari segi persiapan, materi, konsep dan lain-lain, kendalanya adalah waktu kumpul jam 06.00 di SDN Cigondewah 01. Seperti dahulu, saya terbiasa untuk begadang (hal yang tidak baik sih) tapi kalo ngga bakalan bablas tidur -.-“ wkkwkwk.. Diwaktu malam, saya mengisi waktu dengan menonton Kelas Inspirasi Bandung sebelumnya yang membuat rasa ini semakin bergairah untuk bertemu dengan anak-anak di sekolah pada pagi harinya. Selain menonton Kelas Inspirasi saya pun mencari-cari trik ice breaking yang mudah agar pada saat anak-anak mulai bosan trik ini dapat berjalan.

Pada jam 05.00 setelah shalat subuh saya bergegas untuk pergi ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh, nyatanya terlalu cepat pergi dari rumah wkkwkwk jam 05.15 sudah sampai… haduuuhh. Menunggu relawan lain datang sambil ngopi untuk menghangatkan badan. Jam 05.45 relawan akhirnya berdatangan dan langsung bersiap-siap untuk memasang poster 3 x 1 serta menempelkan nomor ruangan. Disesi sebelum opening ada salah satu anak yang menghampiri ruangan para relawan dan  ingin berkenalan dengan para relawan, sepertinya tidak sabar ingin mendapat inspirasi dari para relawan. 5 menit sebelum opening kami pun menyiapkan diri serta berdoa untuk kelangsungan acara agar dilancarkan. I’m really excited but really nervous too, itu yang saya rasakan sebelum opening dimulai. Padahal sudah beberapa kali ngajar tapi entah ini rasanya berbeda.

dscf4667-copy

Dokumentasi dari Kang Nuy

Opening pun dimulai, dengan sambutan kepala sekolah serta senam pinguin baik itu relawan, anak-anak serta gurunya pun ikutan biar sehat dan gembira. Opening sudah saatnya eksekusi dari setiap relawan dengan profesi masing-masing dengan durasi 45 menit. Masuklah saya ke kelas pertama di kelas 6C, awal-awal cukup keteteran Karena ritme materi yang terlalu cepat sehingga disisa waktu kita belajar menggambar sebuah ruangan satu titik hilang. Dikelas 6C ini ada salah satu anak yang excited  Karena cita-cita ingin menjadi arsitek, ini masih ada hubungannya juga dengan profesi desain interior. 45 menit pun berakhir dan saya pun istirahat sejenak . pukul jam 09.00 langsung saya bergegas ke kelas 4A. Berbeda dengan kelas sebelumnya, kelas ini sedikit aktif dan ritme materi pun mulai tertata dengan baik sehingga saya sudah merasa enjoy dengan suasana kelas. Mereka lebih suka ketika saya menampilkan maket ruangan kelas, yaaa emang kaya mainan sih ahhahha. Mulai di kelas inilah saya merasa sudah menemukan ritme dan alur materi.  Namun waktu yang diberikan hanya 30 menit Karena menyesuaikan waktu di sekolah ini.

dsc-1-21

Dokumentasi dari Kang Pandito

Pada pukul 10.00 saya pun langsung mendatangi kelas 4B, disini ternyata anak-anaknya lebih aktif lagi disbanding 2 kelas sebelumnya. Ketika menampilkan hobi freestyle soccer ada permintaan anak untuk atraksi, haddeeuuhhh ini kelas bukan lapangan. Mau ngga mau harus hahaha tapi yang mudah saja, saya hanya menampilkan trik head stall (menyeimbangkan bola di kepala).  Materi pun dilanjutkan, sama seperti kelas 4A di kelas ini antusias pada maket yang saya bawa dan salah satu anak ingin mempunyai maket tersebut namun saya jawab “nanti kakak titipkan ke ibu guru sebagai hadiah yaa jadi kalian bisa lihat maketnya”… binggung atuh jawab naon bisi salah deuih :’(. Saat jam telah berakhir salah satu anak bilang “yaaah kak jangan pergi dulu”. Semua memeluk seakan saya tidak diperbolehkan keluar kelas, ini momen paling haru dan saya pun menawarkan gimana kalau foto bersama ya, kakak harus ke kelas berikutnya. Akhirnya mereka mau, tetapi kondisi keluar kelas pun saya tetap dipeluk erat oleh mereka…. So Sweet banget.  Selesai foto bersama mereka pun mengambilkan bahan materi saya yang ditinggal dikelas. Saya pikir kelas ini sungguh aktif, baik-baik anaknya, dan mudah dipahami. Setelah jam selesai akhirnya saya langsung ke kelas 5B, posisinya hampir sama dengan kelas 4B saya harus atraksi freestyle soccer lagi kwkwkkwk.. dan pertanyaan yang sama “kak boleh ngga maketnya buat aku?”. Waktu 5 menit sebelum jam selesai ternyata harus sudah selesai menempelkan cita-cita anak-anak di poster pohon harapan sehingga saya mempercepat materi agar anak-anak bisa menulis cita-citanya dan menempelkannya di poster tersebut.

dscf4706-copy

4 kelas sudah didatangi, dan ini waktunyanya untuk closing. Di seluruh akhir kelas, saya berpesan bahwa kalian harus eksplore lagi kembangkan lagi potensi kalian lebih satu bidang, jangan malas, dan  rajinlah belajar. Mata saya tertuju pada gerbang sekolah, anak-anak yang kebagian sekolah siang tidak kebagian hari inspirasi dari para relawan, itu yang membuat hati saya merasa kasihan tetapi bagaimana pun waktu yang disediakan hanya dari jam 07 sampai jam 12 siang. Waktunya closing dan kami pun berpamitan dengan anak-anak layaknya lebaran +/- 400 anak menyalami para relawan dan guru untuk pulang ke rumah masing-masing. Di akhir waktu sebelum berpamitan dengan guru-guru SDN Cigondewah 01 kami pun berfoto bersama untuk kenang-kenangan serta sebagai janji saya memberikan maket ruang kelas kepada salah satu guru daaaaannnnn kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01 pun selesai.

“Kelas inspirasi Bandung 5 merupakan organisiasi yang ke 8 dalam 5 tahun terakhir menjadi seorang aktifis sosial. Dikelas Inspirasi inilah ada hal yang berbeda yang tak bisa diungkap setelah menjalani seharian penuh menggantikan peran  guru. Hal yang saya petik ialah peran guru merupakan pusat ilmu, sehingga pantas bila guru adalah pahlawan bangsa yang hebat. Mereka tidak kenal lelah mendidik anak-anak dari yang tidak tahu apa-apa menjadi seorang yang tahu akan ilmu. Bukan saya saja yang menginspirasi banyak hal tetapi anak-anak pun telah menginspirasi saya dalam hal apapun. Terima kasih untuk seluruh guru di Indonesia, kalianlah pahlawan sesungguhnya dan anak-anak yang telah menginspirasi banyak hal, semoga percikan ini dapat membuat asa meraih mimpi kalian semakin kuat dan nyata”.

kelompok-42

“10 hari berkenalan dengan para inspirator hebat dan langsung bergerak membuat progam anak-anak untuk hari inspirasi dengan waktu relatif singkat sungguh sangat berkesan. Rasa kekeluargaan menjadi lebih terasa berkat kerja sama yang cukup apik meski banyaknya kendala. Semoga perkenalan yang singkat ini menjadi awal menjadi keluarga baru yang terus terjalin silaturahmi antar inspirator.”

Kelas Inspirasi Bandung 5 di SD Cigondewah 01 Part 2

img_1855

Dokumentasi dari Kang Egi

Briefing kelas inspirasi kemarin (12 Februari 2017) sudah dipecah dan saya kebagian di kelompok 42 untuk hari inspirasi di SDN Cigondewah 01. Kami pun awal-awal agak keteteran dengan progress yang dibilang telat panas hahaha Karena sang pembimbing kita teh EL selalu memberi progress kelompok lain tetapi itu membuat kami lebih termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Tanggal 15 Februari 2017, telah ditentukan digrup WA untuk survey tempat ke SDN Cigondewah 01. Cerita unik saat survey pun tertuang bahwa saya terlampau jauh melebihi lokasi kwkwkwwkkw Karena lokasi SDN Cigondewah yang kurang tahu dan harus putar arah mengikuti feeling. Beberapa menit berselang, akhirnya saya sampai di SDN Cigondewah dengan langsung memasuki ruang guru yang disana sudah ada kang Ganjar dan Kang Egi yang sedang berbincang dengan Ibu Juju (Salah satu  guru di SDN Cigondewah). Kedatangan kami untuk survey ini tentunya untuk mengetahui seberapa banyak murid yang bersekolah di SD ini, berapa kelas yang kami bisa singgahi, serta mengetahui luas area sekolah ini.

Hasil survey diketahui bahwa murid yang akan mendapat inspirasi dari relawan sebanyak +/- 400 murid dari kelas 1 s/d kelas 6 kecuali kelas 3 yang sekolah siang. Jadwal kami di sekolah ini hanya mulai dari jam 7 hingga jam 12 siang, sehingga untuk kelas siang tidak kebagian untuk mendapat inspirasi dari relawan kelas inspirasi. Ruangan yang dapat dipakai sebenarnya ada 10 ruangan, akan tetapi 1 ruangan rusak dan belum diperbaiki. SDN Cigondewah ini daya tampung siswa terbilang kurang mumpuni dan beberapa fasilitas pun harus digabung seperti ruang kepala sekolah yang bergabung dengan perpustakaan. Selain itu, survey kami itu bermaksud untuk mengetahui kondisi sekolah dan bertanya tentang karakter anak-anak di SDN Cigondewah serta mengukur dan mengetahui posisi untuk spanduk yang akan dibentangkan di sekolah  ini. Salah satu Inspirator yaitu teh Jinnie bersama kang Ricky yang sudah beberapa kali mengikuti Kelas Inspirasi dan membantu kami untuk membuat pemetaan kelas para inspirator. Sempat untuk berkeliling sekolah memasuki ruangan kelas, rasanya seperti kembali ke jaman SD dulu mengingatkan banyak cerita dengan teman-teman seperjuangan SD.

Keesokan harinya, first meeting kelompok 42 di salah satu café di Kota Bandung untuk membahas pemetaan kelas dan pembagian tugas baik itu para inspirator atau fotographer/videographer. Suasana tidak terlalu flat saat meeting, selingan candaan membuat suasana cair dan rasa kekeluargaan menjadi satu padahal baru beberapa hari kenal dengan sahabat  baru. Pemetaan kelas masih belum sepenuhnya setuju Karena beberapa relawan ada yang sama profesinya di salah satu kelas, sehingga pemetaan harus di ulang kembali demi pemerataan profesi di setiap kelas. Waktu terlalu cepat berlalu tiba-tiba jam 21.30 aja dari jam 17.00 mulai meeting hahha itulah pembahasan yang dibawah santai tetapi tetap serius untuk membuat program kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Hasil dari meeting bahwa beberapa ada yang ditugaskan untuk membuat 400 topi dari koran bekas, 400 nametag yang dibagi menjadi 100 ke 4 relawan, penentuan MC saat opening & closing, ada juga yang membuat poster pohon harapan yang tadinya bakal 1 poster besar akan tetapi diubah menjadi perkelas. Hal itu bertujuan agar anak-anak saat naik kelas, pohon harapan itu bisa menjadi pengingat bahwa mereka mempunyai mimpi besar untuk menggapai cita-citanya.

Selang beberapa hari kemudian, seorang inspirator membuat ide tari pinguin dari salah satu video clip di youtube dengan memakai topi pinguin. Hal itu membuat seluruh relawan setuju dengan ide tersebut dan kami yang dibandung harus latihan tari pinguin tersebut dengan lokasi yang berbeda Karena kendala kami hanyalah perbedaan tempat, ada relawan yang di Jakarta dan di Yogyakarta juga. Kendala tersebut bukan menjadi penghalang untuk membuat program yang sekreatif mungkin demi kelancaran acara kelas inspirasi di SDN Cigondewah 01. Selain itu ada juga yel-yel yang dibuat oleh relawan 3 Diva  😀 di Jakarta, mereka pun fisrt meeting di salah satu cafe membuat sebuah yel-yel SDN Cigondewah 01 dan video tutorial bagi relawan lain yang di Bandung dan Yogyakarta… SIIIP deeeh.  Ini liriknya (Pake lirik segala laaaaahhh  -.-) hahhaha

“Angkat jempol kananmu, angkat jempol kirimu

Putarkanlah badanmu, dan goyang-goyangkan

Tebarkan semangatmu dan gapai citamu

Demi masa depan….. Yeeeeeeaaaaaahhhh”

img_1965

vector dari berbagai sumber

H-3 Beberapa aspek penting sudah mulai selesai,  seperti poster 3×1, poster pohon harapan, namertag para relawan, topi untuk anak-anak  dan nametagnya. Hal yang masih menjadi pertimbangan hanyalah pemetaan kelas yang masih  belum rampung sehingga H-2  diadakan kembali meeting untuk hasil yang lebih baik di tempat ngumpul yang sama. Tidak seperti meeting pertama beberapa relawan ada yang berhalangan hadir Karena suatu alasan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan serta ada yang kurang sehat juga… itu tuh teh EL(pembimbing kelompok 42) yang kayanya kepikiran disuruh jadi leader tari pinguin 😛 (peace teh El). Meski demikian, kelangsungan acara meeting tetap dilaksanakan sampai video call dengan teh selvy tentang opening yang masih jadi perdebatan. Pertanyaan yang bikin was-was relawan yang di Jakarta pas hari H itu gimana? Sama siapa ke sekolahnya? Bawa oleh-oleh ga…ups itu ngga termasuk :p. Setelah berbincang cukup lama, ditentukanlah Kang Hendra yang bakal menjemput relawan dari Jakarta di simpang Dago. semua clear  termasuk pemetaan kelas pada jam 21.30 relawan akhirnya pulang agar persiapan lebih matang pada H-1 hari inspirasi.

Next artikel “HARI INSPIRASI DI SDN CIGONDEWAH 01”